Senin, 26 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Kemenkop UKM Perkuat Pengawasan Koperasi melalui Peningkatan Kompetensi Pengawas

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
12 Agustus 2024
in Nasional
A A
0
Koperasi
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) terus berupaya memperkuat pengawasan terhadap koperasi di Indonesia. Salah satu langkah yang diambil adalah meningkatkan kompetensi pengawas koperasi melalui program pendidikan dan pelatihan bagi Sumber Daya Manusia (SDM) yang menjabat sebagai Pengawas Koperasi (JFPK).

Dalam upaya penguatan ini, Kemenkop UKM bekerja sama dengan beberapa lembaga penting seperti Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta kalangan akademisi. Deputi Bidang Perkoperasian Kemenkop UKM, Ahmad Zabadi, menegaskan bahwa kualitas pengawas koperasi berbanding lurus dengan kualitas pengawasan yang dilakukan.

“Spektrum tugas pengawasan meliputi pembinaan, kepatuhan, pencegahan, hingga penindakan,” kata Zabadi dalam keterangan resmi pada Minggu (11/8/2024).

Ahmad Zabadi mendorong para pengawas koperasi untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri yang tinggi dalam menangani penyelewengan praktik koperasi di wilayah mereka. Contoh tindakan tegas yang diharapkan termasuk penyegelan dan/atau penutupan kantor Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) yang beroperasi tanpa izin, menghimpun dana masyarakat secara ilegal, atau terlibat dalam praktik jasa keuangan seperti gadai dan pinjaman online.

Artikel Terkait

Kemenkes Beralasan Foto Menkes Pakai Tabung Oksigen di Palangka Raya Hanya Edukasi, Bantah Narasi Sesak Napas Karhutla

Bangun Tugu Titik Nol Kilometer Selatan Indonesia di Rote Ndao, BNPPDT Prioritaskan Pemenuhan Infrastruktur Dasar

Jalur Gajah Way Kambas Lampung Terkepung Karhutla

Zabadi juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap KSP/KSPPS yang menawarkan bunga pinjaman di atas 24 persen per tahun, yang melanggar ketentuan Pasal 27 ayat (3) Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 8 Tahun 2023 tentang Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi. Pengawasan ini bertujuan untuk melindungi anggota koperasi agar mereka mendapatkan layanan yang adil dan menjaga koperasi tetap setia pada misinya sebagai penyedia permodalan yang mudah dan terjangkau.

“Kami ingin memastikan bahwa koperasi tetap setia pada misinya untuk memberikan permodalan atau pembiayaan yang mudah dan terjangkau, tanpa mengkhianati semangat kehadiran KSP/KSPPS itu sendiri,” tegas Zabadi.

Langkah penguatan pengawasan koperasi yang dilakukan oleh Kemenkop UKM mendapat dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kepala OJK Regional 6 Sulawesi, Maluku, dan Papua, Darwisman, menyambut baik inisiatif ini dan menekankan pentingnya mempererat kerja sama antara kedua instansi, terutama setelah terbitnya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

“Regulasi ini memberikan kewenangan kepada OJK untuk mengatur, mengawasi, dan melindungi Koperasi Sektor Jasa Keuangan (koperasi open loop), sementara Kemenkop UKM bertanggung jawab untuk koperasi yang hanya melayani anggotanya (koperasi close loop),” jelas Darwisman.

Darwisman menambahkan bahwa pelaksanaan amanat regulasi ini masih menjadi tugas bersama antara Kemenkop UKM dan OJK. Kedua instansi harus terus berkoordinasi, berkolaborasi, dan bersinergi guna melindungi kepentingan masyarakat dan menjaga integritas koperasi di Indonesia.

Dengan peningkatan kompetensi pengawas koperasi dan kerja sama yang lebih erat antara Kemenkop UKM dan OJK, diharapkan kualitas pengawasan koperasi di Indonesia akan semakin baik, sehingga koperasi dapat menjalankan peranannya secara efektif dan amanah. (hai)

Topik: Koperasi

TerkaitBerita

Kemenkes Beralasan Foto Menkes Pakai Tabung Oksigen di Palangka Raya Hanya Edukasi, Bantah Narasi Sesak Napas Karhutla
Nasional

Kemenkes Beralasan Foto Menkes Pakai Tabung Oksigen di Palangka Raya Hanya Edukasi, Bantah Narasi Sesak Napas Karhutla

oleh Editor : Affandy
26 Oktober 2026
Bangun Tugu Titik Nol Kilometer Selatan Indonesia di Rote Ndao, BNPPDT Prioritaskan Pemenuhan Infrastruktur Dasar
Nasional

Bangun Tugu Titik Nol Kilometer Selatan Indonesia di Rote Ndao, BNPPDT Prioritaskan Pemenuhan Infrastruktur Dasar

oleh Editor : Affandy
26 Oktober 2026
TAMBAH PASUKAN: Hotspot karhutla Kalsel terus naik. (Foto Ilustrasi: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Nasional

Jalur Gajah Way Kambas Lampung Terkepung Karhutla

oleh Editor : Memoarto
26 Oktober 2026
Alami Patah Tulang dan Retak Tubuh, Driver Ojol Korban Kecelakaan BYD di Blok M Masih Dirawat di ICU
Peristiwa

Alami Patah Tulang dan Retak Tubuh, Driver Ojol Korban Kecelakaan BYD di Blok M Masih Dirawat di ICU

oleh Editor : Affandy
25 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

MORAZEN Yogyakarta

72 Mobil Tua Ramaikan Carmeet Underground di MORAZEN Yogyakarta

26 Oktober 2026
AQUA Elektronik

AQUA Elektronik Perluas Pasar Jawa Timur, Andalkan Produk Smart Living

26 Oktober 2026
TAMBAH PASUKAN: Hotspot karhutla Kalsel terus naik. (Foto Ilustrasi: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)

Jalur Gajah Way Kambas Lampung Terkepung Karhutla

26 Oktober 2026
Kepsek SMPN di Tangsel Klaim Sudah Telusuri Dugaan Perundungan 14 Siswi Sebelum Viral

Kepsek SMPN di Tangsel Klaim Sudah Telusuri Dugaan Perundungan 14 Siswi Sebelum Viral

26 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5078 shares
    Share 2031 Tweet 1270
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1101 shares
    Share 440 Tweet 275
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya