
JAKARTA, koranindopos.com – Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto, M.D.S. mengatakan, Satuan Kerja dan Sub Satuan Kerja (Satker dan Sub Satker) Kemhan agar senantiasa melakukan perbaikan dalam penyusunan laporan keuangan, yang dapat disajikan secara wajar sesuai standar akuntansi pemerintahan.
“Kemhan selalu berkomitmen untuk dapat mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dengan menyajikan laporan keuangan secara wajar dan sesuai standar akuntansi pemerintahan, agar BPK RI dapat memberikan pernyataan opini yang tepat,” tegas Sekjen Kemhan saat Soft Entry Meeting Bersama Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia di Jakarta, (2/2).
Hadir dalam acara Soft Entry Meeting yang diselenggarakan dengan penerapan protokol kesehatan tersebut, Rektor Unhan RI Laksdya TNI Dr. A. Octavian, S.T., M.Sc., DESD serta sejumlah Pejabat Eselon I dan II Kemhan.
Lebih jauh Sekjen Kemhan meminta agar Satker dan Subsatker lebih kooperatif dalam memberikan data dukung maupun dokumen yang diperlukan oleh Tim BPK RI, dengan menjalin komunikasi dan koordinasi sehingga pelaksanaan pemeriksaan dapat berjalan lancar.
Sementara Auditor Utama Keuangan Negara I BPK RI, Novy G.A. Pelenkahu, MBA., AK., CSFA., yang juga berkesempatan menyampaikan sambutan mengatakan, bahwa standar pemeriksaan menggunakan pertimbangan kuantitatif dan kualitatif dari empat aspek opini atas Laporan Keuangan (LK), dengan mempertimbangan kesesuaian LK, kecukupan pengungkapan sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), Kepatuhan Terhadap Peraturan Perundangan-Undangan serta Efektivitas Sistem Pengendalian Intern. (rls/riz)









