koranindopos.com – Jakarta. Menjadi trainer public speaking sejak 17 tahun silam tidak membuat Ronni lupa dengan bakatnya bermusik. Meski vakum dari dunia tarik suara, dia berusaha untuk tetap berkontribusi dalam memajukan kualitas musisi tanah air. Itu dia wujudkan lewat Indonesia Singing Academy. Berikut bagian akhir wawancara eksklusif Ronni Waluya dengan Koranindopos.com.
INDONESIA Singing Academy adalah ajang pencarian bakat bernyanyi yang digagas Ronni bersama Trie Utami, Ressa Herlambang, dan Dante Sahabat Lawas. Itu bermula dari konsep berpikir Ronni bahwa di era digital saat ini semua dapat dilakukan dengan cara simpel. Termasuk urusan berkarya. Hampir semua kiprahnya dilakukan secara hybrid atau daring dan memanfaatkan platform media sosial.
”Hal sangat berharga kalau gue bisa bersama keluarga gitu loh. Jadi, gue tuh benar benar family man banget gitu loh. Makanya, ketika ada platform TikTok yang menurut gue menjadi alternatif orang mikir. Gue tuh punya program. Misalnya program gue pernah di radio, pernah di TV, dengan platform TikTok ini gue bisa memindahkan semua program ke TikTok gitu loh. Karena kan TikTok ini komplit. Sekarang gue sama Tri Utami, Ressa Herlambang, dan Dante Sahabat Lawas, bikin program yang namanya Indonesia Singing Academy,” papar Ronni.
Ronni melihat potensi dan antusiasme para penyanyi di TikTok luar biasa. Jadi, melalui platform tersebut, mereka mengkolaborasikan semua program talent musik yang ada. ”Dulu ada AFI, Indonesian Idol, Indonesian Got Talent, Xfactor, dan The Voice. Nah, kita coba untuk meramu itu semua dalam sebuah platform gitu di TikTok. Ini baru baru mulai dari Maret sampai kita bikin timeline sampai September atau Oktober,” ungkap Ronni.
Ronni melanjutkan, rencananya proses audisi tidak hanya hybrid atau streaming online, tetapi nanti untuk nominator 12 besar akan diundang untuk datang mengikuti karantina. ”Ya seperti ajang pencarian talent-talent yang lain gitu,” ujarnya. (why/mmr)










