Jumat, 25 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Edukatif & Inspiratif

Kisah Mahasiswa BINUS University Jalani Internship di Jepang, Belajar Adaptasi di Dunia Profesional

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
25 September 2026
in Edukatif & Inspiratif
A A
0
Kisah Mahasiswa BINUS University Jalani Internship di Jepang, Belajar Adaptasi di Dunia Profesional

Foto: dok. istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Bekerja di Jepang menjadi salah satu impian bagi banyak anak muda Indonesia yang tertarik dengan budaya, perkembangan teknologi, hingga peluang membangun karier di tingkat global.

Namun, pengalaman Erick Riccardo Wu, mahasiswa Japanese Popular Culture BINUS University angkatan B27, menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa Jepang saja belum cukup untuk beradaptasi dengan lingkungan profesional di Negeri Sakura.

Saat ini, Erick menjalani internship sebagai Translator pada divisi Business Development di Aso College Group, Jepang. Kesempatan tersebut diperolehnya melalui program Enrichment BINUS University yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung di lingkungan kerja internasional.

Bagi Erick, pengalaman tersebut bukan sekadar kesempatan untuk bekerja di Jepang. Ia juga dapat memahami bagaimana bahasa, budaya, serta etika profesional saling berkaitan dalam aktivitas kerja sehari-hari.

Artikel Terkait

10 Negara dengan Skor Matematika PISA 2025 Tertinggi, Indonesia Posisi 78

Jadwal Sesi SKD Sekolah Kedinasan 2026, Ada 4 Sesi Senin-Kamis

21 Lowongan Magang BUMN di Magenta, Ada Kimia Farma hingga Pelindo

Jepang sudah menjadi salah satu negara yang ingin dituju Erick untuk mengembangkan pengalaman internasional. Ketertarikannya terhadap budaya Jepang, perkembangan teknologi, serta peluang karier membuatnya sempat mempertimbangkan mengikuti program study abroad exchange.

Namun, setelah mempertimbangkan arah karier yang ingin ditempuh, Erick akhirnya memilih pengalaman yang lebih dekat dengan dunia profesional dan korporasi.

“Awalnya saya mengincar program study abroad exchange. Namun, karena jalur karier yang ingin saya tempuh adalah korporasi, setelah mempertimbangkannya dengan matang saya akhirnya memutuskan untuk mencoba melamar ke perusahaan ini,” ujar Erick.

Keputusan tersebut membawanya ke lingkungan kerja Jepang yang memiliki karakteristik berbeda dengan Indonesia.

Memasuki dunia profesional di negara lain tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Bagi Erick, salah satu tantangan terbesar selama menjalani internship adalah memahami perbedaan budaya dan pola komunikasi di tempat kerja.

Ia menemukan adanya berbagai kebiasaan hingga aturan tidak tertulis yang berbeda dengan lingkungan kerja di Indonesia. Selain itu, kemampuan berbahasa Jepang juga masih menjadi tantangan, khususnya ketika berhadapan dengan komunikasi profesional yang membutuhkan ketepatan pemilihan kata dan pemahaman konteks.

“Banyak peraturan tidak tertulis yang berbeda dengan di Indonesia dan harus diperhatikan. Saya juga mengalami kendala dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Jepang. Namun, seiring berjalannya waktu, saya rajin bertanya, mencari tahu, dan memastikan kembali agar tidak terjadi miskomunikasi maupun kesalahpahaman,” ungkap Erick.

Alih-alih menghindari kemungkinan melakukan kesalahan, Erick memilih untuk aktif bertanya dan melakukan konfirmasi ketika menemukan hal yang belum dipahami.

Menurutnya, pendekatan tersebut membantunya beradaptasi sekaligus memahami kebiasaan yang berlaku di lingkungan kerja Jepang.

Pengalaman selama internship membuat Erick menyadari bahwa bekerja di lingkungan global membutuhkan kompetensi yang lebih luas dibandingkan kemampuan akademik semata.

Kemampuan beradaptasi, menurutnya, menjadi salah satu modal penting. Adaptasi tersebut mencakup cara membawa diri, gaya berkomunikasi, hingga memahami alur kerja yang diterapkan dalam sebuah organisasi.

Rasa ingin tahu dan kerendahan hati juga menjadi hal yang dianggap penting. Dengan memiliki kedua sikap tersebut, seseorang dapat lebih terbuka untuk belajar dari lingkungan baru dan menerima perspektif yang berbeda.

Bekal yang diperoleh Erick selama kuliah di BINUS University turut membantunya menghadapi berbagai tantangan tersebut.

Selain pembelajaran bahasa Jepang, ia mendapatkan pemahaman mengenai etika bisnis Jepang, termasuk penggunaan bahasa dalam situasi profesional, tata krama ketika menyapa, penulisan laporan, hingga etiket dalam konteks bisnis seperti pengaturan posisi duduk.

Pemahaman mengenai pola pikir dan budaya masyarakat Jepang juga membantu proses adaptasinya ketika memasuki lingkungan profesional.

Sementara itu, berbagai tugas perkuliahan seperti presentasi, penulisan paper, serta praktik penerjemahan dalam bahasa Jepang menjadi fondasi bagi Erick dalam menjalankan tugasnya sebagai Translator.

Tidak hanya pembelajaran di dalam kelas, pengalaman organisasi selama kuliah juga memberikan keterampilan yang dirasakan manfaatnya oleh Erick ketika memasuki dunia profesional.

Kemampuan leadership, pengambilan keputusan, manajemen waktu, hingga komunikasi antar-divisi menjadi sejumlah keterampilan yang kini diterapkannya selama menjalani internship.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa persiapan memasuki dunia kerja tidak hanya berasal dari kompetensi teknis, tetapi juga kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang lain.

Erick pun mendorong mahasiswa lain untuk memiliki target dan bersikap proaktif dalam mencari peluang.

“Buatlah targetmu sendiri, barulah motivasi untuk mencapai target tersebut akan bangkit. Walaupun terkadang lelah dan putus asa, jangan berhenti berjuang. Tetaplah rendah hati dan jangan merasa diri sudah hebat atau sudah tahu. Banyak peluang global yang tersedia apabila kita lebih proaktif dalam mencari tahu,” tutup Erick.

Pengalaman Erick menjadi salah satu contoh bagaimana mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar sekaligus profesional di luar negeri melalui program Enrichment.

Head of Japanese Popular Culture BINUS University, Dr. Rudi Hartono Manurung, mengatakan pembelajaran di BINUS University tidak hanya berfokus pada kompetensi akademik, tetapi juga pemahaman lintas budaya dan pengembangan soft skills.

“Melalui pembelajaran yang menggabungkan kompetensi akademik, pemahaman lintas budaya, pengembangan soft skills, serta berbagai kesempatan untuk memperoleh pengalaman internasional, BINUS University mendorong mahasiswa untuk membangun perspektif global yang relevan dengan perjalanan karier mereka ke depan,” ujar Rudi.

Menurutnya, kesempatan seperti internship di Jepang maupun scholarship ke universitas di Jepang menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman yang dapat mendukung perjalanan menuju karier global.

Dengan pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar menghadapi lingkungan kerja dengan budaya, sistem, dan pola komunikasi yang berbeda.

Bagi Erick, pengalaman internship di Jepang menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan profesional sekaligus memahami bahwa kesiapan memasuki dunia kerja global membutuhkan kombinasi antara kompetensi, kemampuan beradaptasi, komunikasi, dan kemauan untuk terus belajar.(dhil)

Topik: BinusMahasiswa

TerkaitBerita

10 Negara dengan Skor Matematika PISA 2025 Tertinggi, Indonesia Posisi 78
Edukatif & Inspiratif

10 Negara dengan Skor Matematika PISA 2025 Tertinggi, Indonesia Posisi 78

oleh Editor : Affandy
23 September 2026
Jadwal Sesi SKD Sekolah Kedinasan 2026, Ada 4 Sesi Senin-Kamis
Edukatif & Inspiratif

Jadwal Sesi SKD Sekolah Kedinasan 2026, Ada 4 Sesi Senin-Kamis

oleh Editor : Affandy
22 September 2026
21 Lowongan Magang BUMN di Magenta, Ada Kimia Farma hingga Pelindo
Edukatif & Inspiratif

21 Lowongan Magang BUMN di Magenta, Ada Kimia Farma hingga Pelindo

oleh Editor : Affandy
21 September 2026
SiDU Bawa Semangat Menulis ke 500 Sekolah, Perkuat Literasi Pelajar di Sumatra
Edukatif & Inspiratif

SiDU Bawa Semangat Menulis ke 500 Sekolah, Perkuat Literasi Pelajar di Sumatra

oleh Editor : Affandy
18 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya