Koranindopos.com – Jakarta – Seorang perempuan berinisial SN diduga mengalami pelecehan seksual oleh seorang sopir taksi online (taksol) saat dalam perjalanan menuju wilayah Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat.
Kekasih korban, Hanif, menceritakan peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (6/8/2026) sore. Saat itu, SN memesan layanan taksi online dari kawasan Petukangan, Jakarta Selatan, menuju Jembatan Besi, Tambora.
“Nah, dalam proses perjalanan itu, tiba-tiba pacar saya itu mengalami pelecehan,” kata Hanif saat dihubungi, Senin (10/8/2026).
Menurut Hanif, sopir taksi online berinisial ARA diduga melakukan pelecehan dengan modus berpura-pura mengalami masalah pada aplikasi Google Maps di ponselnya.
Pada awal perjalanan, SN duduk di bangku belakang kendaraan. Namun, sopir kemudian meminta korban berpindah ke bangku depan.
Setelah SN duduk di kursi depan, sopir tersebut disebut meminjam ponsel milik korban dengan alasan ingin melihat peta digital. Sopir mengaku aplikasi peta pada ponselnya mengalami gangguan.
Dalam perjalanan, sopir juga mengajak SN berbincang. Menurut Hanif, percakapan tersebut sempat membahas persoalan keluarga yang dialami korban.
“Diajak ngobrol nih pacar saya, awal ngobrol cerita tentang kisah keluarganya lagi carut-marut gitu. Terus tiba-tiba tangan pacar saya itu ditarik, lalu dicium tangannya,” ujar Hanif.
SN disebut langsung berusaha melakukan perlawanan setelah tindakan tersebut. Korban juga berupaya menghubungi Hanif untuk meminta bantuan.
Perjalanan kemudian berlanjut hingga kawasan Jalan Raya Joglo. Di lokasi tersebut, sopir sempat menghentikan kendaraan untuk mengisi kartu e-Toll sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Menurut Hanif, setelah perjalanan kembali dilanjutkan, sopir kembali menggunakan alasan aplikasi peta bermasalah.
Dalam kondisi tersebut, korban disebut kembali mengalami tindakan yang diduga sebagai pelecehan. Hanif mengatakan sopir sempat menyentuh bagian paha korban ketika berpura-pura melihat peta melalui ponsel.
“Dapat lagi itu (pelecehan). Ketika sambil lihat maps itu, dia sambil memegang pahanya, paha pacar saya,” ungkap Hanif.
SN disebut kembali berusaha melawan dan memperingatkan sopir agar tidak melakukan tindakan tersebut.
“Pacar saya sempat ngelawan, katanya ‘jangan, nanti saya bilangin sama pacar saya’,” tutur Hanif.
Kasus dugaan pelecehan tersebut kemudian menjadi perhatian setelah pihak korban menceritakan kejadian yang dialaminya. Penanganan perkara selanjutnya diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai rangkaian peristiwa serta memastikan hak korban tetap terlindungi.
Identitas korban ditulis menggunakan inisial untuk menjaga privasinya, sementara terduga pelaku disebut berinisial ARA.(dhil/kmps)










