Selasa, 29 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Internasional

Laut Kaspia Jadi Alternatif Iran Pasca AS Blokade Selat Hormuz

Editor : Memoarto oleh Editor : Memoarto
28 September 2026
in Internasional
A A
0
KOMPENSASI PERANG: Iran menegaskan tak akan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi syarat yang diajukan Teheran, termasuk pemberian kompensasi atas kerusakan akibat perang. (Foto: REUTERS/Stringer)

KOMPENSASI PERANG: Iran menegaskan tak akan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi syarat yang diajukan Teheran, termasuk pemberian kompensasi atas kerusakan akibat perang. (Foto: REUTERS/Stringer)

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, JAKARTA – Iran mulai mengubah rute alternatif baru untuk ekspor minyak dan impor barang-barang dari luar negeri saat Selat Hormuz diblokade Amerika Serikat. Salah satu rute yang kini diincar Teheran adalah jalur di Laut Kaspia, salah satu pintu gerbang Iran menuju dunia luar.

Blokade AS berlanjut setelah tawaran Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz selama tujuh hari ditolak Presiden AS Donald Trump. Iran terus melakukan penyesuaian dalam hal ekspor minyak dan impor barang-barang kebutuhan pokok di tengah perang dengan AS yang belum kunjung selesai.

Salah satunya dengan menjadikan Laut Kaspia sebagai jalur alternatif. Namun, menurut para ahli, perdagangan maritim melalui Laut Kaspia memiliki tantangan logistik tersendiri.

Laut Kaspia, perairan yang dikelilingi daratan terbesar di dunia, dimiliki bersama oleh Iran, Rusia, Azerbaijan, Kazakhstan, dan Turkmenistan. Aktivitas pelayaran di laut ini semakin terkendala oleh penurunan permukaan air dalam beberapa tahun terakhir.

Artikel Terkait

Indonesia Calonkan Diri Jadi Anggota Dewan Keamanan PBB

Drone Yang Menewaskan 2 Tentara IDF Punya Catatan Buruk

Hujan dan Banjir Bandang Landa Bangkok, Warga Panic Buying

Pada April, Direktur Eksekutif Program Lingkungan PBB (UNEP) Inger Andersen menyatakan bahwa permukaan air Laut Kaspia telah turun sekitar 2 meter sejak tahun 1990-an. Permukaan air laut diproyeksikan akan menyusut lagi sebesar 8 hingga 21 meter menjelang akhir abad ini, dikutip dari Al Jazeera.

Direktur Jenderal Kantor Perlindungan Ekosistem Pesisir dan Laut di bawah Departemen Lingkungan Hidup Iran, Shahram Fadakar mengatakan kepada media setempat pekan lalu bahwa permukaan air telah turun lebih dari 20 cm setiap tahunnya selama dua hingga tiga tahun terakhir. Hal ini dapat berdampak pada perdagangan antarnegara di kawasan Kaspia, termasuk Iran.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pelayaran Iran, Masoud Polmeh bulan ini mengatakan kepada media yang berafiliasi dengan pemerintah bahwa pelabuhan-pelabuhan Iran di wilayah utara sebelumnya mampu melayani kapal dengan bobot hingga 6.000 ton. Akibat penurunan permukaan air, pelabuhan-pelabuhan tersebut kini hanya dapat melayani kapal berbobot 4.000 ton.

Kapal-kapal Iran yang memasuki Laut Kaspia melalui Sungai Volga di Rusia sempat terjebak akibat rendahnya permukaan air. Terkadang kapal-kapal itu tertahan diam selama berhari-hari hingga berminggu-minggu sebelum awak kapalnya diselamatkan. “Untungnya, hal itu tidak terjadi di pelabuhan-pelabuhan kami,” kata Polmeh. (cnni/mmr)

 

Topik: selat hormuz

TerkaitBerita

AKSI WO:Sidang Majelis Umum PBB (Foto Ilustrasi: dok. Reuters)
Internasional

Indonesia Calonkan Diri Jadi Anggota Dewan Keamanan PBB

oleh Editor : Memoarto
29 September 2026
ASET MILITER: Fasilitas alutsista dan drone penyerang milik militer Iran tersimpan di bawah tanah. (Foto: Dok./chosun.com)
Internasional

Drone Yang Menewaskan 2 Tentara IDF Punya Catatan Buruk

oleh Editor : Memoarto
28 September 2026
BORONG SEMBAKO: Warga memborong bahan makanan di mini market pasca bencana banjir terus meluas di Bangkok. (AFP/Wikus De Wet)
Internasional

Hujan dan Banjir Bandang Landa Bangkok, Warga Panic Buying

oleh Editor : Memoarto
27 September 2026
KELOMPOK MILISI: Pasukan Houthi di Yaman. (Foto Ilustrasi: dok./ REUTERS/Khaled Abdullah)
Internasional

Militer Prancis Bakal Jaga Pelabuhan Yanbu Dari Serangan Houthi

oleh Editor : Memoarto
26 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

LVAD Buka Pilihan Terapi Baru bagi Pasien Gagal Jantung Stadium Lanjut

LVAD Buka Pilihan Terapi Baru bagi Pasien Gagal Jantung Stadium Lanjut

29 September 2026
7 Motor Listrik Murah 2026, Harga Mulai Rp9 Jutaan hingga Pilihan Baterai Swap

7 Motor Listrik Murah 2026, Harga Mulai Rp9 Jutaan hingga Pilihan Baterai Swap

29 September 2026
Kemendikdasmen: PJJ Terbuka untuk Anak dengan Kondisi Kesehatan Khusus, Termasuk Pasien Kanker

Kemendikdasmen: PJJ Terbuka untuk Anak dengan Kondisi Kesehatan Khusus, Termasuk Pasien Kanker

29 September 2026
172 Peserta PPDS FK Unair Mengalami Gangguan Kesehatan Usai Konsumsi Makanan di RSUD Dr Soetomo

172 Peserta PPDS FK Unair Mengalami Gangguan Kesehatan Usai Konsumsi Makanan di RSUD Dr Soetomo

29 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4793 shares
    Share 1917 Tweet 1198
  • Raffi Ahmad Rela Gelontorkan Biaya Fantastis Puluhan Miliar Demi Hak Siar Persib dan Borneo FC di ASEAN Club Championship

    368 shares
    Share 147 Tweet 92
  • Membawa Pulang Standar Dunia ke Sekolah Menengah Kejuruan

    361 shares
    Share 144 Tweet 90
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    965 shares
    Share 386 Tweet 241
  • Timnas Garuda Libas Singapura 2-0 Tapi Belum Puncaki Klasemen

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya