Rabu, 13 Mei 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional

Literasi Berkualitas Jadi Kunci Bonus Demografi di Indonesia

Editor : Akula oleh Editor : Akula
2 November 2024
in Nasional, Pendidikan
A A
0
Literasi Berkualitas Jadi Kunci Bonus Demografi di Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Tasikmalaya.  Indonesia saat ini tengah dihadapkan pada potensi bonus demografi yang besar, namun para pegiat literasi mengingatkan bahwa peluang ini tidak akan maksimal tanpa peningkatan kualitas literasi masyarakat. Kepala Perpustakaan Universitas Siliwangi, Budi Riswandi, menggarisbawahi bahwa bonus demografi tak cukup dilihat dari aspek kuantitatif semata.

“Jika hanya kuantitatif, ini bisa jadi bencana. Tapi jika ingin menghasilkan SDM berkualitas, literasi harus menjadi prioritas,” ujarnya dalam acara Sosialisasi Pembudayaan Kegemaran Membaca di Tasikmalaya, Jumat (1/11/2024).

Menurut Budi, masih banyak masyarakat yang mampu membaca, namun gagal memahami kondisi atau potensi yang ada di sekitar mereka. Fenomena ini, kata Budi, terlihat dari maraknya korban judi online dan pinjaman online.

“Mereka sebenarnya bisa membaca, tapi tidak bisa memahami situasi mereka sendiri. Literasi harus menjadi budaya dasar, bukan sekadar kemampuan teknis membaca,” ungkapnya.

Artikel Terkait

Perpusnas Bahas Masa Depan Literasi dan Budaya Baca di Usia ke-46

Kejagung Ungkap Modus Dugaan Korupsi Ketua Ombudsman dalam Kasus Tambang Nikel

Bantu Pelaku UMKM Tingkatkan Mutu Produk

IMG 20241102 WA0002 - Literasi Berkualitas Jadi Kunci Bonus Demografi di Indonesia

Pegiat literasi, Nero Taopik Abdillah, menambahkan bahwa akses terhadap bahan bacaan berkualitas di Indonesia masih terbatas. Ia menilai tidak banyak lembaga yang benar-benar berfokus pada peningkatan budaya baca. “Literasi untuk kesejahteraan itu tantangan besar, karena literasi seharusnya menjadi bagian dari praktik sosial yang lebih luas,” jelas Nero, yang akrab disapa Opik.

Sementara itu, Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas, Adin Bondar, memaparkan bahwa literasi sangat terkait dengan kesejahteraan multidimensional. Menurutnya, literasi yang kuat akan memberikan dasar ilmu pengetahuan yang diperlukan untuk peningkatan kualitas hidup dan daya saing.

“Kemampuan hidup yang baik harus dilandasi literasi yang kuat. Kemiskinan dan stunting tak bisa hanya dilihat dari indikator ekonomi, tapi juga dari ketersediaan akses pengetahuan,” kata Adin.

Adin menegaskan pentingnya peran perpustakaan dan Taman Baca Masyarakat (TBM) dalam mendiseminasi pengetahuan di seluruh pelosok. “Perpustakaan dan TBM harus menjadi garda terdepan dalam menyebarkan pengetahuan dan membuka akses baca untuk semua masyarakat,” tambahnya.

Pembangunan ruang baca dan pelatihan untuk fasilitator daerah menjadi langkah penting yang harus dilakukan pemerintah.

Di sisi lain, Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam membangun sistem perpustakaan nasional sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional. Menurutnya, perpustakaan sebagai sumber belajar perlu didukung keberlangsungannya melalui jaminan koleksi yang beragam dan layanan yang merata.

“Tanpa perpustakaan, kita kehilangan jati diri, sejarah, dan masa depan bangsa,” tandas Ferdiansyah.

Dari sini terlihat bahwa bonus demografi bukan sekadar jumlah, tapi kualitas SDM yang berakar dari budaya literasi yang kuat.

Topik: literasiPerpusnas

TerkaitBerita

Perpusnas Bahas Masa Depan Literasi dan Budaya Baca di Usia ke-46
Nasional

Perpusnas Bahas Masa Depan Literasi dan Budaya Baca di Usia ke-46

oleh Editor : Akula
13 Mei 2026
Kejagung Ungkap Modus Dugaan Korupsi Ketua Ombudsman dalam Kasus Tambang Nikel
Nasional

Kejagung Ungkap Modus Dugaan Korupsi Ketua Ombudsman dalam Kasus Tambang Nikel

oleh Editor : Affandy
13 Mei 2026
PERKUAT UMKM: Direktur Mobilisasi Sumber Daya Dompet Dhuafa Etika Setiawanti (kedua dri kiri) berbicara dalam mini talkshow acara Women Empowerment Bali Edition di The Keranjang, Kuta, Bali pada Sabtu (9/5/2026). (Foto: Dok. Dompet Dhuafa)
Nasional

Bantu Pelaku UMKM Tingkatkan Mutu Produk

oleh Editor : Memoarto
13 Mei 2026
PERKUAT KOLABORASI: Ketua Panitia IPA CONVEX 2026 Tere sita Listyani dan Direktur Eksekutif IPA Marjolijn Wajong (kanan) saat Press Conference Road to IPA Convex 2026 di Menara Astra, Jakarta Pusat pada Selasa (12/5/2026). (WAYTRI/KORNINDOPOS.COM)
Nasional

Perkuat Sektor Hulu Migas Untuk Hadapi Tantangan Geopolitik

oleh Editor : Memoarto
12 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Sering Cepat Lelah Bisa Jadi Tanda Fungsi Ginjal Mulai Menurun

13 Mei 2026
Indonesia dan Rusia Perkuat Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik

Indonesia dan Rusia Perkuat Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik

13 Mei 2026
IHSG Melemah Usai Rebalancing MSCI, OJK Sebut Masih Wajar

IHSG Melemah Usai Rebalancing MSCI, OJK Sebut Masih Wajar

13 Mei 2026
HUAWEI WATCH FIT 5 Series Resmi Hadir di Indonesia, Usung Fitur Pemantauan Risiko Diabetes dan ECG

HUAWEI WATCH FIT 5 Series Resmi Hadir di Indonesia, Usung Fitur Pemantauan Risiko Diabetes dan ECG

13 Mei 2026

Terpopuler

  • EMISI METANA: Sejumlah alat berat beroperasi di tumpukan sampah yang menggunung di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. (Foto: REUTERS/WILLY KURNIAWAN)

    Bekasi Kota Beracun Kedua di Dunia, Hasilkan 6,3 Ton Emisi Metana  

    339 shares
    Share 136 Tweet 85
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    334 shares
    Share 134 Tweet 84
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3035 shares
    Share 1214 Tweet 759
  • Menguras Emosi, Leo Pictures Siapkan Series ‘Bunga di Tepi Jurang’ dan Drama Keluarga untuk Tahun 2026

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya