Koranindopos.com, JAKARTA – Nama Luis Enrique bagi Real Madrid dan Barcelona adalah nostalgia. Luis pernah direkrut Real Madrid pada tahun 1990 an selama lima musim di Santiago Bernabeu. Namun, dia angkat kaki ke klub rival; Barcelona karena kurang mendapat dukungan dari supporter Real Madrid. Kini, Luis dikabarkan bakal masuk daftar pelatih Real Madrid.
Sebagaimana diketahui, Real Madrid saat ini menghadapi periode sulit setelah gagal memenuhi ekspektasi musim ini. Situasi tersebut membuat nama calon pelatih baru mulai ramai diperbincangkan. Di tengah ketidakpastian itu, Luis Enrique justru sedang menikmati masa terbaiknya bersama Paris Saint-Germain. Pelatih asal Spanyol tersebut sukses membawa PSG ke final Liga Champions secara beruntun.
Keberhasilan itu semakin menguatkan status Enrique sebagai salah satu pelatih terbaik dunia saat ini. Banyak pihak menilai taktik dan kepemimpinannya berada di level tertinggi sepak bola Eropa. Apabila PSG mampu mengalahkan Arsenal di final Liga Champions di Budapest, Enrique akan mencatat sejarah besar. Ia bisa menjadi pelatih kedua yang memenangkan kompetisi itu dalam dua musim beruntun setelah Zinedine Zidane.
Meski Real Madrid sedang membutuhkan sosok baru di kursi pelatih, nama Enrique hampir tidak pernah benar-benar dikaitkan secara serius. Ada sejumlah faktor yang membuat kemungkinan reuni itu dinilai sangat kecil terjadi.
Kemungkinan Luis Enrique menangani Real Madrid menjadi bahan pembahasan dalam tayangan sepak bola Spanyol. Topik itu muncul setelah laga semifinal Liga Champions. Mantan pemain Barcelona, Abelardo, ikut memberikan pandangannya dalam siaran Movistar+. Ia mengaku tidak ingin Luis Enrique melatih Madrid karena menganggapnya sebagai pelatih terbaik.
Abelardo juga menyebut kepindahan tersebut akan menjadi kejutan besar di dunia sepak bola Spanyol. Menurutnya, situasi itu akan sangat mengejutkan mengingat hubungan Luis Enrique dengan Barcelona.
Mantan striker Madrid, Fernando Morientes, memiliki pandangan berbeda. Ia menilai peluang kerja sama itu sangat kecil karena faktor masa lalu Luis Enrique dan sikap presiden Real Madrid, Florentino Perez.
Luis Enrique lahir di wilayah Asturias, Spanyol, dan memulai kariernya di akademi Sporting Gijon. Ia mulai menarik perhatian setelah tampil tajam pada musim 1990/91. Penampilannya membuat Real Madrid merekrutnya pada awal 1990-an. Selama lima musim di Santiago Bernabeu, ia tampil lebih dari 200 kali dan memenangkan La Liga 1995.
Meski cukup sukses, Luis Enrique mengaku jarang merasa dihargai oleh suporter Madrid. Situasi itu menjadi salah satu alasan yang mempengaruhi perjalanan kariernya berikutnya. Pada 1996, ia pindah ke Barcelona dengan status bebas transfer. Kepindahan tersebut membuatnya masuk dalam daftar pemain yang pernah membela dua rival terbesar di Spanyol. (bnt/mmr)










