Koranindopos.com – Jakarta. Belum adanya menteri definitif tidak membuat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bergerak lambat. Sebaliknya, beberapa program yang telah disusun semakin digencarkan.
Salah satunya segera meluncurkan Satelit Republik Indonesia (SATRIA-1) agar bisa menyediakan akses internet untuk kebutuhan layanan publik. Pelaksana Tugas (Plt) Menkominfo Mahfud MD menyatakan, peluncuran Satelit SATRIA-1 merupakan salah satu upaya pemerataan pembangunan infrastruktur digital di seluruh Indonesia.
”Ini adalah upaya untuk memeratakan pembangunan dan menginklusikan masyarakat dalam ekonomi digital dengan penyediaan internet di area manapun di negeri ini,” kata Mahfud dalam rilis yang diterima Koranindopos.com, Jumat (16/6)
Mahfud menyatakan, akses internet yang disediakan melalui SATRIA-1 akan memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat di lokasi layanan publik yang belum memiliki akses atau belum memadai. Teknologi satelit memungkinkan akselerasi penyediaan internet di desa-desa yang tidak dapat dijangkau oleh teknologi fiber optik dalam 10 tahun ke depan.
”Prioritas utama penerima akses internet dari SATRIA-1 adalah sektor pendidikan, fasilitas layanan kesehatan, kantor pemerintah daerah, serta TNI dan Polri,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Menkopolhukam itu.
Menurut Mahfud, proyek SATRIA merupakan proyek dengan skema KPBU, yaitu Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha. Kemenkominfo bertindak sebagai penanggung jawab proyek kerjasama (PJPK) melalui Badan Layanan Umum BAKTI Kominfo.
”Kami mengharapkan dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar peluncuran serta pengoperasian SATRIA-1 berhasil. Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan kapasitas internet SATRIA-1 secara bertahap mulai Januari tahun 2024,” tandas mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.









