Minggu, 7 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Opini

Manfaat Penyatuan TKA dan AN

Editor : Anggoro oleh Editor : Anggoro
31 Maret 2026
in Opini
A A
0
Manfaat Penyatuan TKA dan AN

Moch. Abduh, Ph.D Staf Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Teknologi Pendidikan

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Setelah menyelesaikan hajatan besar nasional bernama Tes Kompetensi Akademik (TKA) jenjang SMA/SMK sederajat pada November 2025 lalu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan penyelenggaraan TKA jenjang SMP/MTs sederajat pada tanggal 6 –16 April 2026, sementara jenjang SD/MI sederajat dijadwalkan pada tanggal 20 – 30 April 2026. Kemendikdasmen pun telah menetapkan Asesmen Nasional (AN) diselenggarakan bersamaan dengan TKA sesuai jenjang masing-masing.

Penyatuan TKA dan AN tidak cukup hanya berorientasi pada waktu penyelenggaran yang sama, jauh lebih penting dari itu, bagaimana mengolah hasil keduanya? Upaya meningkatkan mutu pendidikan  pun tidak cukup hanya mengukur hasil belajar peserta didik, tetapi juga harus memahami konteks yang membentuk hasil tersebut. Dalam kerangka itu, penyelarasan antara TKA dan AN menjadi langkah strategis. Selama ini keduanya dipersepsikan berjalan dengan fungsi berbeda. TKA menilai capaian akademik murid, sedangkan AN memetakan mutu satuan pendidikan. Ketika hasilnya dibaca secara terpisah, informasi yang dihasilkan menjadi kurang utuh dan berisiko melahirkan kebijakan yang tidak sepenuhnya tepat sasaran.

TKA memberikan gambaran tentang penguasaan materi dan kompetensi akademik peserta didik pada bidang tertentu. Sebaliknya, AN yang memuat Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar, menghadirkan potret kualitas proses pembelajaran dan ekosistem sekolah. Apabila capaian TKA dipahami tanpa mempertimbangkan konteks hasil AN, maka capaian akademik hanya dimaknai secara simplistik. Sebaliknya, jika temuan AN tidak dikaitkan dengan capaian konkret peserta didik, maka analisis mutu berisiko kehilangan pijakan pada realitas performa akademik.

Karenanya, membaca hasil TKA dan AN secara berdampingan pada tahun yang sama memungkinkan analisis yang lebih komprehensif. Capaian akademik tidak lagi dilihat sebagai produk akhir semata, tetapi sebagai hasil interaksi antara kemampuan individu, praktik pedagogik, serta kondisi lingkungan belajar. Dengan pendekatan ini, kesenjangan antar sekolah dapat ditelaah secara lebih adil. Apakah bersumber dari strategi pembelajaran, dukungan sumber daya, atau faktor lain dalam tata kelola pendidikan?

Artikel Terkait

Perlukah TKA untuk Pembelajaran Mendalam?

Fakta di Balik Program ”Stimulan” Perumahan Swadaya

Arsitektur Baru Keadilan Pajak

Integrasi tersebut juga memperkuat orientasi TKA sebagai instrumen perbaikan pembelajaran. Ketika analisis hasil TKA diperkaya dengan informasi hasil AKM dan survei dalam AN, sekolah memiliki dasar yang lebih kuat untuk merancang intervensi. Misalnya, capaian numerasi yang belum optimal dapat dikaitkan dengan pola pembelajaran yang kurang menekankan penalaran atau pemecahan masalah. Dengan demikian, rekomendasi tindak lanjut tidak lagi bersifat umum, melainkan spesifik dan berbasis bukti.

Dalam konteks pengambilan kebijakan, kombinasi data TKA dan AN menghadirkan fondasi yang lebih proporsional. TKA menyajikan bukti performa akademik aktual, sementara AN menjelaskan kualitas sistem yang menopangnya. Sinergi keduanya membantu pembuat kebijakan membedakan persoalan capaian yang bersifat pedagogis dari yang berkaitan dengan dukungan struktural atau manajerial. Intervensi pun dapat dirancang secara lebih presisi dan berkeadilan.

Dari sisi tata kelola asesmen pendidikan nasional, integrasi ini membuka peluang efisiensi. Sistem pelaporan dan analisis yang terpadu dapat mengurangi tumpang tindih informasi sekaligus memperkuat transparansi. Sekolah tidak lagi dihadapkan pada berbagai hasil asesmen yang berdiri sendiri, melainkan memperoleh gambaran mutu yang menyeluruh dan mudah ditindaklanjuti.

Landasan Konseptual Integrasi

Penyatuan pembacaan hasil TKA dan AN perlu didasarkan pada keselarasan tujuan asesmen dengan tujuan pembelajaran. OECD dalam Synergies for Better Learning (2013) menekankan bahwa sistem evaluasi hanya akan efektif jika selaras dengan sasaran pembelajaran yang hendak dicapai. Tanpa keterpaduan tersebut, hasil asesmen sulit dijadikan dasar perbaikan yang sahih.

National Research Council melalui Knowing What Students Know (2001) pun menegaskan bahwa asesmen harus terintegrasi dengan kurikulum dan praktik pembelajaran. Artinya, integrasi keduanya tidak dimaknai sebagai penggabungan instrumen, melainkan penyelarasan kerangka interpretasi agar berbagai hasil asesmen dapat ditafsirkan secara koheren.

Dalam perspektif ini, TKA tetap berfungsi mengukur capaian kompetensi akademik peserta didik, sementara AN mempertahankan perannya sebagai instrumen pemetaan mutu satuan pendidikan. Keduanya tidak dilebur, tetapi diposisikan dalam satu ekosistem penjaminan mutu yang saling melengkapi. TKA membantu menjawab dimensi “apa yang dicapai”, sedangkan AN menerangkan dimensi “kondisi apa yang mempengaruhi capaian tersebut”.

Pendekatan integratif ini menuntut kapasitas analitik yang memadai agar data tidak sekadar dikompilasi, tetapi benar-benar digunakan untuk refleksi dan perbaikan. Karenanya, integrasi harus dilakukan pada level analisis dan tindak lanjut kebijakan, bukan sekadar integrasi teknis basis data.

Prasyarat Implementasi

Agar integrasi berjalan efektif, terdapat sejumlah prasyarat penting. Pertama, penegasan paradigma bahwa asesmen bukan hanya alat pelaporan hasil, melainkan instrumen peningkatan mutu. Karenanya, TKA tidak berhenti pada fungsi seleksi, tetapi menjadi sumber informasi untuk memperbaiki strategi pembelajaran.

Kedua, penguatan kapasitas pemanfaatan data di tingkat satuan pendidikan dan pemerintah daerah. Data TKA dan AN harus dipahami sebagai satu kesatuan informasi yang saling menerangkan. Tanpa literasi asesmen yang memadai, integrasi berisiko hanya menghasilkan tumpukan angka tanpa makna. Ketiga, penyelarasan tata kelola pelaksanaan dan pemanfaatan hasil. Sinkronisasi waktu, mekanisme pelaporan, serta sistem analitik akan meningkatkan konsistensi sekaligus mengurangi beban administrasi yang berulang.

Penyandingan keduanya bukan sekadar inovasi teknis, melainkan langkah konseptual untuk membangun sistem evaluasi pendidikan lebih utuh. Integrasi ini memungkinkan asesmen berfungsi ganda: mengukur capaian akademik sekaligus menelaah kualitas proses dan lingkungan belajar yang membentuknya. Dengan fondasi tersebut, evaluasi pendidikan Indonesia dapat bergerak menuju model yang lebih kontekstual, adil, dan berorientasi perbaikan berkelanjutan. Sinergi keduanya menjadi penting sebagai ikhtiar menghadirkan Pendidikan Bermutu bagi Semua.

Penulis: Moch. Abduh, Ph.D (Staf Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Teknologi Pendidikan)

Topik: Asesmen NasionalKemendikdasmenTes Kompetensi AkademikTKA

TerkaitBerita

Perlukah TKA untuk Pembelajaran Mendalam?
Opini

Perlukah TKA untuk Pembelajaran Mendalam?

oleh Editor : Anggoro
3 Juni 2026
PERKUAT KELUARGA: Dari kiri, Bendahara Umum Sari Yuliati, Ketum Golkar Bahlil Lahadalia, dan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Adies Kadir dalam satu momentum kegiatan partai. (Foto Ilustrasi: memoindonsia.co.id)
Opini

Fakta di Balik Program ”Stimulan” Perumahan Swadaya

oleh Editor : Memoarto
11 Mei 2026
Arsitektur Baru Keadilan Pajak
Opini

Arsitektur Baru Keadilan Pajak

oleh Editor : Anggoro
6 Mei 2026
Pendidikan Bermutu untuk Semua bukan Sekadar Sekolah
Opini

Pendidikan Bermutu untuk Semua bukan Sekadar Sekolah

oleh Editor : Anggoro
5 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

CAPAIAN POSITIF: Jonatan Christie atau Jojo lolos ke final usai menyingkirkan wakil Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul pada laga semifinal di Istora Senayan, Jakarta Pusat pada Sabtu (6/6/2026). (Foto Ilustrasi: Antara/Handout/Humas PBSI)

Jojo dan Raymond Indra/Nikolaus Lolos Final Indonesia Open 2026

7 Juni 2026
AKSI SELEBRASI: Pemain Portugal, Cristiano Ronaldo, melakukan selebrasi dalam satu pertandingan. (Foto Ilustrasi: Shutterstock)

Ronaldo Pemain Tertua Nonkiper di Piala Dunia 2026

7 Juni 2026
PENUH WARNA: Little India di Singapura adalah kawasan bersejarah dan pusat komunitas keturunan India yang menawarkan perpaduan unik antara pesona tradisional dan budaya Tamil. (Foto Ilustrasi: Dok./Little India)

Singapura Blokir Konten Rasisme Terhadap Komunitas India

7 Juni 2026
NAIK PERINGKAT: Aksi pebalap Ducati, Marc Marquez, dalam satu momen balapan. (Foto Ilustrasi: Dok./Ducati Corse)

Sukses Juara Sprint Race, Marc Marquez Naik Satu Tingkat

6 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3433 shares
    Share 1373 Tweet 858
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    398 shares
    Share 159 Tweet 100
  • Dapat Pujian dari Kepala Bappebti, Apa Kunci Sukses 27 Tahun Perjalanan Didimax?

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Demo di Kawasan Gambir Hari Ini, Polisi Siagakan 290 Personel dan Imbau Warga Hindari Titik Rawan Macet

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Toyota Innova Crysta: MPV Premium Bermesin Tangguh dengan Kabin Luas dan Nyaman

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya