Sabtu, 6 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home uncategorized

Masyarakat Resah, Beras Oplosan Bermerek Premium Picu Kekhawatiran Soal Kesehatan

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
17 Juli 2025
in uncategorized
A A
0
bpom
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Masyarakat Indonesia belakangan ini dibuat resah oleh maraknya peredaran beras oplosan yang dijual dengan label premium. Temuan mencengangkan ini mengungkap bahwa sejumlah produsen mencampur beras berkualitas rendah ke dalam kemasan bermerek, dan tetap menjualnya dengan harga tinggi. Praktik curang ini menimbulkan kekhawatiran luas, terutama mengenai potensi dampaknya terhadap kesehatan konsumen.

Menanggapi keresahan publik tersebut, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai kasus keracunan akibat konsumsi beras oplosan. Namun, pihaknya menegaskan siap bertindak jika kondisi berkembang menjadi ancaman kesehatan masyarakat.

“Sekarang ini belum ada laporan tentang itu. Tapi kalau ada orang yang makan lalu sakit atau keracunan, kami akan turun tangan,” ujar Taruna di Kantor BPOM RI, Kamis (17/7/2025).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengawasan terhadap beras mentah atau belum diolah menjadi produk turunan merupakan kewenangan Badan Pangan Nasional. Namun, jika beras tersebut telah diproses lebih lanjut atau terbukti membahayakan keselamatan konsumen, maka BPOM akan mengambil alih penanganan dan pengawasan.

Artikel Terkait

Ayu Azhari Bawa Nuansa Bangka dalam Film Suamiku Lukaku

UM-PTKIN 2026 Perketat Pengawasan, Gunakan Alat Detektor dan Sistem SSE

BW Express Jakarta Hadir di Tanah Abang, Tawarkan Akses Strategis dan Promo Menarik Mei 2026

Skandal beras oplosan ini terungkap setelah Kementerian Pertanian melakukan investigasi di berbagai daerah. Hasilnya mengejutkan—sebanyak 212 merek beras terbukti tidak sesuai standar mutu premium, dan kasusnya telah diserahkan ke Polri dan Kejaksaan Agung untuk ditindaklanjuti.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut setidaknya 10 produsen besar telah diperiksa, termasuk nama-nama besar seperti:

  • Wilmar Group

  • PT Food Station Tjipinang Jaya

  • PT Belitang Panen Raya

  • PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group)

“Kalau diibaratkan, ini seperti membeli emas 24 karat namun yang diterima ternyata hanya emas 18 karat,” kata Amran.

Beberapa produsen bahkan diketahui telah menarik produk mereka dari peredaran setelah kasus ini mencuat. Namun, laporan dari berbagai daerah menyebutkan bahwa beras oplosan masih ditemukan di beberapa toko dan ritel modern, termasuk di wilayah Mataram dan Bali.

Meski belum ada kasus keracunan, para ahli kesehatan tetap mengimbau masyarakat untuk waspada. Mengonsumsi beras dengan kandungan kualitas rendah dalam jangka panjang dikhawatirkan dapat berdampak pada kesehatan, terutama jika proses pencampurannya melibatkan bahan kimia atau metode pengawetan yang tidak sesuai standar keamanan pangan.

BPOM mengingatkan masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih produk beras, memeriksa label, serta hanya membeli dari toko resmi atau ritel yang terpercaya.

Kasus ini juga membuka mata publik soal perlunya pengawasan lebih ketat terhadap produk kebutuhan pokok. Praktik pengoplosan tak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga mengancam kepercayaan konsumen terhadap produk pangan nasional.

Pemerintah berjanji akan terus menggencarkan inspeksi dan penindakan hukum kepada produsen yang nakal. Sementara itu, masyarakat diimbau segera melapor ke otoritas terkait jika menemukan dugaan pelanggaran serupa.(dhil)

Topik: beras oplosBPOM

TerkaitBerita

Ayu Azhari Bawa Nuansa Bangka dalam Film Suamiku Lukaku
uncategorized

Ayu Azhari Bawa Nuansa Bangka dalam Film Suamiku Lukaku

oleh Editor : Akula
22 Mei 2026
UM-PTKIN 2026 Perketat Pengawasan, Gunakan Alat Detektor dan Sistem SSE
uncategorized

UM-PTKIN 2026 Perketat Pengawasan, Gunakan Alat Detektor dan Sistem SSE

oleh Editor : Affandy
13 Mei 2026
BW Express Jakarta Hadir di Tanah Abang, Tawarkan Akses Strategis dan Promo Menarik Mei 2026
Traveling

BW Express Jakarta Hadir di Tanah Abang, Tawarkan Akses Strategis dan Promo Menarik Mei 2026

oleh Editor : Doe
5 Mei 2026
Jetour X50e
uncategorized

Jetour Tunda Peluncuran Mobil Listrik X50e di Indonesia, Fokus Matangkan Ekosistem

oleh Editor : Hana
3 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Isuzu Panther Mini, Legenda MPV Diesel yang Kembali Hadir dengan Mesin Tangguh dan Hemat BBM

Isuzu Panther Mini, Legenda MPV Diesel yang Kembali Hadir dengan Mesin Tangguh dan Hemat BBM

6 Juni 2026
Polisi Sita 276 Cartridge Vape Mengandung Narkotika Etomidate Senilai Rp1,5 Miliar

Polisi Sita 276 Cartridge Vape Mengandung Narkotika Etomidate Senilai Rp1,5 Miliar

6 Juni 2026
Slank Siapkan Album Baru dengan Ragam Tema, dari Cinta hingga Kritik Korupsi

Slank Siapkan Album Baru dengan Ragam Tema, dari Cinta hingga Kritik Korupsi

6 Juni 2026
Bahlil Tegaskan Harga BBM dan Elpiji Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026

Bahlil Tegaskan Harga BBM dan Elpiji Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026

6 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3422 shares
    Share 1369 Tweet 856
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    397 shares
    Share 159 Tweet 99
  • Dapat Pujian dari Kepala Bappebti, Apa Kunci Sukses 27 Tahun Perjalanan Didimax?

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Demo di Kawasan Gambir Hari Ini, Polisi Siagakan 290 Personel dan Imbau Warga Hindari Titik Rawan Macet

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Puluhan Warga Antusias Ikuti Cek Gula Darah Gratis

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya