Selasa, 21 April 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • More
Home uncategorized

Masyarakat Resah, Beras Oplosan Bermerek Premium Picu Kekhawatiran Soal Kesehatan

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
17 Juli 2025
in uncategorized
0
bpom
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Masyarakat Indonesia belakangan ini dibuat resah oleh maraknya peredaran beras oplosan yang dijual dengan label premium. Temuan mencengangkan ini mengungkap bahwa sejumlah produsen mencampur beras berkualitas rendah ke dalam kemasan bermerek, dan tetap menjualnya dengan harga tinggi. Praktik curang ini menimbulkan kekhawatiran luas, terutama mengenai potensi dampaknya terhadap kesehatan konsumen.

Menanggapi keresahan publik tersebut, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai kasus keracunan akibat konsumsi beras oplosan. Namun, pihaknya menegaskan siap bertindak jika kondisi berkembang menjadi ancaman kesehatan masyarakat.

“Sekarang ini belum ada laporan tentang itu. Tapi kalau ada orang yang makan lalu sakit atau keracunan, kami akan turun tangan,” ujar Taruna di Kantor BPOM RI, Kamis (17/7/2025).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengawasan terhadap beras mentah atau belum diolah menjadi produk turunan merupakan kewenangan Badan Pangan Nasional. Namun, jika beras tersebut telah diproses lebih lanjut atau terbukti membahayakan keselamatan konsumen, maka BPOM akan mengambil alih penanganan dan pengawasan.

Artikel Terkait

Falcon Pictures Libatkan Komunitas Motor Jelang Tayang Dilan ITB 1997

Rapi Films, Screenplay Films dan Vortera Studios mempersembahkan Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan” Tayang 13 Mei 2026

Astra Bangun Lingkungan Belajar, Tumbuhkan Harapan Siswa di Lebak, Banten

Skandal beras oplosan ini terungkap setelah Kementerian Pertanian melakukan investigasi di berbagai daerah. Hasilnya mengejutkan—sebanyak 212 merek beras terbukti tidak sesuai standar mutu premium, dan kasusnya telah diserahkan ke Polri dan Kejaksaan Agung untuk ditindaklanjuti.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut setidaknya 10 produsen besar telah diperiksa, termasuk nama-nama besar seperti:

  • Wilmar Group

  • PT Food Station Tjipinang Jaya

  • PT Belitang Panen Raya

  • PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group)

“Kalau diibaratkan, ini seperti membeli emas 24 karat namun yang diterima ternyata hanya emas 18 karat,” kata Amran.

Beberapa produsen bahkan diketahui telah menarik produk mereka dari peredaran setelah kasus ini mencuat. Namun, laporan dari berbagai daerah menyebutkan bahwa beras oplosan masih ditemukan di beberapa toko dan ritel modern, termasuk di wilayah Mataram dan Bali.

Meski belum ada kasus keracunan, para ahli kesehatan tetap mengimbau masyarakat untuk waspada. Mengonsumsi beras dengan kandungan kualitas rendah dalam jangka panjang dikhawatirkan dapat berdampak pada kesehatan, terutama jika proses pencampurannya melibatkan bahan kimia atau metode pengawetan yang tidak sesuai standar keamanan pangan.

BPOM mengingatkan masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih produk beras, memeriksa label, serta hanya membeli dari toko resmi atau ritel yang terpercaya.

Kasus ini juga membuka mata publik soal perlunya pengawasan lebih ketat terhadap produk kebutuhan pokok. Praktik pengoplosan tak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga mengancam kepercayaan konsumen terhadap produk pangan nasional.

Pemerintah berjanji akan terus menggencarkan inspeksi dan penindakan hukum kepada produsen yang nakal. Sementara itu, masyarakat diimbau segera melapor ke otoritas terkait jika menemukan dugaan pelanggaran serupa.(dhil)

Topik: beras oplosBPOM

TerkaitBerita

Falcon Pictures Libatkan Komunitas Motor Jelang Tayang Dilan ITB 1997
uncategorized

Falcon Pictures Libatkan Komunitas Motor Jelang Tayang Dilan ITB 1997

oleh Editor : Akula
20 April 2026
Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan
uncategorized

Rapi Films, Screenplay Films dan Vortera Studios mempersembahkan Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan” Tayang 13 Mei 2026

oleh Editor : Hanasa
13 April 2026
Astra Bangun Lingkungan Belajar, Tumbuhkan Harapan Siswa di Lebak, Banten
Nasional

Astra Bangun Lingkungan Belajar, Tumbuhkan Harapan Siswa di Lebak, Banten

oleh Editor : Doe
9 April 2026
Haier
uncategorized

Haier Pamerkan Inovasi AI Vision dan Robot Rumah Tangga di AWE 2026

oleh Editor : Hana
28 Maret 2026
Bank Jakarta

Direkomendasikan

FILM PENDEK: Seremonial penganugerahan penghargaan kepada para pemenang IMAC Film Festival 2026 di Ruang Pemutaran Asrul Sani, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat pada Minggu (19/4/2026). (FOTO: WAYTRI/KORANINDOPOS.COM)

IMAC Film Festival 2026 Ajak Masyarakat Tangguh Hadapi Tantangan Global

20 April 2026
Skandal Fitnah Pengusaha Kosmetik Heni Sagara: Dua Buzzer Garut Resmi Diseret ke Kejaksaan

Skandal Fitnah Pengusaha Kosmetik Heni Sagara: Dua Buzzer Garut Resmi Diseret ke Kejaksaan

20 April 2026
Kasus Penggelapan Miliaran Rupiah Terkuak, Fuji An Pilih Lanjutkan Proses Hukum Tanpa Damai

Kasus Penggelapan Miliaran Rupiah Terkuak, Fuji An Pilih Lanjutkan Proses Hukum Tanpa Damai

20 April 2026
Falcon Pictures Libatkan Komunitas Motor Jelang Tayang Dilan ITB 1997

Falcon Pictures Libatkan Komunitas Motor Jelang Tayang Dilan ITB 1997

20 April 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    2828 shares
    Share 1131 Tweet 707
  • Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    637 shares
    Share 255 Tweet 159
  • Viral Dugaan Pelecehan Seks di Grup Chat Mahasiswa FHUI, Kasus Tengah Diusut

    341 shares
    Share 136 Tweet 85
  • Toyota Kijang Super 2026: Reinkarnasi Legendaris dengan Teknologi Hybrid Ramah Lingkungan

    322 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Gila! Bundesliga Berpeluang Kirim 9 Wakil Ke Kompetisi Eropa

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya