Selasa, 11 Agustus 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home uncategorized

Masyarakat Resah, Beras Oplosan Bermerek Premium Picu Kekhawatiran Soal Kesehatan

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
17 Juli 2025
in uncategorized
A A
0
bpom
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Masyarakat Indonesia belakangan ini dibuat resah oleh maraknya peredaran beras oplosan yang dijual dengan label premium. Temuan mencengangkan ini mengungkap bahwa sejumlah produsen mencampur beras berkualitas rendah ke dalam kemasan bermerek, dan tetap menjualnya dengan harga tinggi. Praktik curang ini menimbulkan kekhawatiran luas, terutama mengenai potensi dampaknya terhadap kesehatan konsumen.

Menanggapi keresahan publik tersebut, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai kasus keracunan akibat konsumsi beras oplosan. Namun, pihaknya menegaskan siap bertindak jika kondisi berkembang menjadi ancaman kesehatan masyarakat.

“Sekarang ini belum ada laporan tentang itu. Tapi kalau ada orang yang makan lalu sakit atau keracunan, kami akan turun tangan,” ujar Taruna di Kantor BPOM RI, Kamis (17/7/2025).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengawasan terhadap beras mentah atau belum diolah menjadi produk turunan merupakan kewenangan Badan Pangan Nasional. Namun, jika beras tersebut telah diproses lebih lanjut atau terbukti membahayakan keselamatan konsumen, maka BPOM akan mengambil alih penanganan dan pengawasan.

Artikel Terkait

Ketika Makam Sunan Ampel, Masjid Tua dan Kampung Arab Bertemu dalam Satu Kisah

 Vinicius Junior Masih Asyik Dengan Real Madrid

Eddy Soeparno Dorong Perluas Kemitraan Indonesia–China di Bidang Transisi Energi dan Ekonomi Hijau

Skandal beras oplosan ini terungkap setelah Kementerian Pertanian melakukan investigasi di berbagai daerah. Hasilnya mengejutkan—sebanyak 212 merek beras terbukti tidak sesuai standar mutu premium, dan kasusnya telah diserahkan ke Polri dan Kejaksaan Agung untuk ditindaklanjuti.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut setidaknya 10 produsen besar telah diperiksa, termasuk nama-nama besar seperti:

  • Wilmar Group

  • PT Food Station Tjipinang Jaya

  • PT Belitang Panen Raya

  • PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group)

“Kalau diibaratkan, ini seperti membeli emas 24 karat namun yang diterima ternyata hanya emas 18 karat,” kata Amran.

Beberapa produsen bahkan diketahui telah menarik produk mereka dari peredaran setelah kasus ini mencuat. Namun, laporan dari berbagai daerah menyebutkan bahwa beras oplosan masih ditemukan di beberapa toko dan ritel modern, termasuk di wilayah Mataram dan Bali.

Meski belum ada kasus keracunan, para ahli kesehatan tetap mengimbau masyarakat untuk waspada. Mengonsumsi beras dengan kandungan kualitas rendah dalam jangka panjang dikhawatirkan dapat berdampak pada kesehatan, terutama jika proses pencampurannya melibatkan bahan kimia atau metode pengawetan yang tidak sesuai standar keamanan pangan.

BPOM mengingatkan masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih produk beras, memeriksa label, serta hanya membeli dari toko resmi atau ritel yang terpercaya.

Kasus ini juga membuka mata publik soal perlunya pengawasan lebih ketat terhadap produk kebutuhan pokok. Praktik pengoplosan tak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga mengancam kepercayaan konsumen terhadap produk pangan nasional.

Pemerintah berjanji akan terus menggencarkan inspeksi dan penindakan hukum kepada produsen yang nakal. Sementara itu, masyarakat diimbau segera melapor ke otoritas terkait jika menemukan dugaan pelanggaran serupa.(dhil)

Topik: beras oplosBPOM

TerkaitBerita

Masjid Sunan Ampel
Seni dan Budaya

Ketika Makam Sunan Ampel, Masjid Tua dan Kampung Arab Bertemu dalam Satu Kisah

oleh Editor : Doe
6 Agustus 2026
JADI INCARAN: Winger Timnas Brasil,  Vinicius Junior, masih asyik dengan Real Madrid. Dia tak bicara banyak soal isu Arsenal dikabarkan tertarik merekrutnya. Kontrak Vinicius Junior di Real Madrid akan berakhir pada musim panas 2027. (Foto: REUTERS/ALBERT GEA)
uncategorized

 Vinicius Junior Masih Asyik Dengan Real Madrid

oleh Editor : Memoarto
6 Agustus 2026
Indonesia China
uncategorized

Eddy Soeparno Dorong Perluas Kemitraan Indonesia–China di Bidang Transisi Energi dan Ekonomi Hijau

oleh Editor : Hairul
2 Agustus 2026
LCC Empat Pilar MPR RI
uncategorized

Bukan Sekadar Lomba, LCC Empat Pilar MPR RI Jadi Booster Semangat Kebangsaan di Papua Tengah

oleh Editor : Hairul
2 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

HASIL MENGECEWAKAN: Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez. (Foto: (c) Ducati Corse)

Hasil MotoGP Inggris Menjadi Pukulan Berat Bagi Marc Marquez

11 Agustus 2026
LPDB Koperasi Perluas Akses Pembiayaan Dana Bergulir ke Koperasi Sektor Riil dengan Proses Transparan dan Akuntabel

LPDB Koperasi Perluas Akses Pembiayaan Dana Bergulir ke Koperasi Sektor Riil dengan Proses Transparan dan Akuntabel

10 Agustus 2026
JBL Perbarui Sound Curve Tour ONE M3, Hadirkan Audio Lebih Natural dan Antarmuka Lebih Intuitif

JBL Perbarui Sound Curve Tour ONE M3, Hadirkan Audio Lebih Natural dan Antarmuka Lebih Intuitif

10 Agustus 2026
Ananta Rispo Keluar dari Zona Nyaman demi Ersya Aurelia di Film Ketok Magic

Ananta Rispo Keluar dari Zona Nyaman demi Ersya Aurelia di Film Ketok Magic

10 Agustus 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4287 shares
    Share 1715 Tweet 1072
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Dua Aksi Demo Digelar di Jakarta Pusat Hari Ini, 784 Personel Gabungan Disiagakan

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Arsenal Tak Sabar Boyong Bruno Guimaraes Dari Newcastle

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Project Based Learning Belum dan Bukan Pembelajaran Mendalam

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya