Koranindopos.com – Deli Serdang. Budaya baca yang kuat menjadi kunci kemajuan di berbagai negara, seperti Finlandia, Swedia, Jepang, dan Korea Selatan. Kebiasaan membaca yang tinggi di negara-negara ini telah membantu mereka menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dengan cepat. Mengingat pentingnya literasi, pemerintah Indonesia juga berupaya meningkatkan minat baca di masyarakat, terutama di daerah-daerah.
“Tak ada negara maju tanpa masyarakat yang memiliki budaya baca dan literasi yang tinggi,” ujar Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Adin Bondar dalam acara sosialisasi pembudayaan kegemaran membaca di Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (26/10/2024).
Adin menekankan bahwa perpustakaan berperan sebagai pusat pengetahuan dan simbol peradaban yang mendorong masyarakat untuk terus belajar sepanjang hayat.
Upaya pemerintah dalam menyediakan fasilitas perpustakaan di Sumatera Utara, termasuk pembangunan gedung, perpustakaan keliling, dan koleksi yang beragam, mendapat apresiasi dari anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan.
Menurutnya, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, upaya literasi di Indonesia akan semakin membaik. “Beliau menunjukkan kepedulian besar terhadap buku dan dunia literasi,” ungkap Sofyan.

Sumatera Utara sendiri memiliki skor Tingkat Gemar Membaca (TGM) di atas rata-rata nasional, ungkap Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumut, Dwi Endah Purwanti. “Kami aktif berkolaborasi dengan taman baca, rumah baca, pojok baca, hingga motor penggerak literasi,” jelasnya.
Pegiat literasi, Ismail Pong, menambahkan bahwa perbedaan antara budaya baca dan minat baca terletak pada kebiasaan. “Untuk menjadikan masyarakat gemar membaca, kuncinya adalah kebiasaan membaca secara rutin,” tuturnya.
Di akhir acara, Perpusnas memberikan bantuan simbolis berupa 1.000 buku dan rak pajang kepada pemerintah Kabupaten Deli Serdang sebagai dukungan nyata dalam mendorong minat baca di wilayah ini.









