
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah
JAKARTA, koranindopos.com – Salah satu yang banyak dipikirkan para sarjana setelah resmi lulus kuliah adalah lowongan pekerjaan. Bahkan tak sedikit para sarjana yang menilai momen mencari lapangan kerja lebih pelik dibanding saat sibuk mengurus skripsi. Kondisi tersebut membuat Kementerian Ketenagakerjaan mencari cara dan formula yang tepat untuk membantu dalam menyelesaikannya. Dengan begitu, para sarjana bisa terserap maksimal oleh lapangan kerja yang tersedia.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, berbagi cara kepada para sarjana agar cepat mendapat pekerjaan. Cara itu dia bagi saat memberikan Orasi Ilmiah dalam acara wisuda ke-VII Sekolah Tinggi Islah Tarbiyah-Al Urwatul Wutsqo (STIT-UW) di Jombang, Jawa Timur (16/1). Dalam orasinya, Ida mengajak alumni STIT-UW Jombang untuk segera masuk atau mendaftar ke layanan aplikasi berbasis digital SIAPkerja atau Sistem Informasi dan Aplikasi Pelayanan Ketenagakerjaan. Aplikasi tersebut merupakan alat utama ekosistem digital untuk empat pelayanan ketenagakerjaan secara menyeluruh dan terintegrasi. Yakni, skillhub, sertihub, karirhub, dan bizhub.
Menurut Ida, ekosistem digital SIAPKerja dipersiapkan untuk menjadi bagian dari solusi. Selain mempermudah dan memperluas akses pelayanan di bidang ketenagakerjaan, fitur-fitur SIAPKerja juga sangat bermanfaat untuk mengatasi aneka macam masalah terkait data dan informasi. Dia juga berpesan agar lulusan STIT-UW mampu menjadi tenaga pendidik inovatif dan kreatif agar menjadi angkatan kerja berkualitas, kompeten dan produktif. “Serta menjadi bagian dari solusi atas tantangan sektor ketenagakerjaan di era bonus demografi dan era digitalisasi,” papar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) seperti yang disiarkan melalui website resmi Kemenaker.
Ida mengungkapkan, hingga kini pihaknya terus melakukan sinergitas dengan stakeholder lain untuk menghadapi otomasi dan menyesuaikan tenaga kerja yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industri (DUDI), sehingga terjadi link and match ketenagakerjaan. Kerja kolaboratif perguruan tinggi dengan DUDI yang sungguh-sungguh dapat memastikan angkatan kerja masuk ke dunia kerja. Dalam lingkup pendidikan, diharapkan mampu menyiapkan tenaga kerja yang menyesuaikan kebutuhan pasar kerja. “Jika guru bisa menemukan inovasi belajar mengajar secara menarik dan menyenangkan, maka siswa akan tertarik belajar. Teruslah bekerja keras, belajar,” pesan Ida.(hai)










