koranindopos.com – Jakarta. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa sekitar 4.000 relawan kesehatan telah mendaftar untuk membantu pelayanan medis di wilayah terdampak bencana di Sumatra. Data tersebut dihimpun melalui Health Emergency Operation Center (HEOC) Kementerian Kesehatan yang berperan mengoordinasikan relawan agar penanganan kesehatan berjalan efektif dan merata.
“Itu 4 ribu yang daftar. Yang nggak daftar masih ada lagi seribu langsung terbang masuk-masuk. Kita nggak larang. Tapi alangkah baiknya kalau kita bisa daftar,” ujar Budi dalam konferensi pers bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu (7/1/2025).
Budi menjelaskan, relawan berasal dari berbagai institusi dan organisasi, mulai dari Médecins Sans Frontières (MSF), rumah sakit, organisasi profesi kesehatan, fakultas kedokteran, hingga Politeknik Kesehatan. Ia menyebut tingginya partisipasi tersebut mencerminkan kuatnya rasa solidaritas sosial masyarakat Indonesia.
Artikel Terkait
“Dan sudah 4 ribu relawan yang kita urus. Dan sebagian besar ini partisipasi masyarakat. Orang Indonesia kan rasa sosialnya tinggi. Jadi kita rangkul,” katanya.
Melalui HEOC, Kementerian Kesehatan mengatur penempatan serta rotasi relawan agar layanan kesehatan tetap tersedia di wilayah yang membutuhkan. Selain memberikan pelayanan medis, para relawan juga dituntut memiliki ketangguhan fisik serta kemampuan komunikasi yang baik untuk mendukung pemulihan psikososial masyarakat terdampak.
“Kalau ada yang sakit masih bisa cepat lobi ke BNPB atau Basarnas untuk rujuk, naik helikopter, dan lain sebagainya. Itu tugas-tugasnya relawan-relawan kita,” jelas Budi.
Ia menambahkan, dalam setiap gelombang pengiriman relawan tenaga kesehatan, Kementerian Kesehatan turut menyertakan sekitar 30 hingga 35 psikolog klinis. Para psikolog tersebut bertugas membantu menjaga kesehatan mental warga yang terdampak bencana.
“Tugasnya bercerita, menghibur, membuat ketawa. Karena nggak semuanya masalahnya di fisik. Ada juga yang secara mental trauma, kehilangan ibu atau bapaknya. Itu juga yang harus kita tangani dengan sebaiknya,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menegaskan bahwa cepatnya respons kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Kesehatan, dalam mengerahkan personel dan peralatan merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam penanganan bencana.
“Ini tentu saja wujud dari apa yang selalu disampaikan oleh Bapak Presiden bahwa negara hadir, dan kita benar-benar ingin mempercepat seluruh upaya pemulihan di semua aspek agar saudara-saudara kita di tiga provinsi terdampak ini bisa pulih secepat mungkin,” ujar Abdul. (hai)










