Kamis, 16 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Menkeu Purbaya Tarik Uang Dari Himbara Karena Dapat Kode BI

Editor : Memoarto oleh Editor : Memoarto
16 Juli 2026
in Nasional
A A
0
KETERANGAN PERS: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam momen jumpa pers. (Foto Ilustrasi: Humas LPS)

KETERANGAN PERS: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam momen jumpa pers. (Foto Ilustrasi: Humas LPS)

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka-bukaan alasan sempat menarik dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang ditempatkan di bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Rupanya ada ‘kode’ dari Bank Indonesia (BI) yang meminta Bendahara Negara itu tidak ikut campur kebijakan moneter.

Hal itu diungkapkan saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI. Purbaya mengatakan, penarikan dana yang sempat dilakukan bukan keputusan sembrono, melainkan untuk mensinkronkan kebijakan fiskal dengan kebijakan moneter BI.

“Saya bukan mau ngambil uang tiba-tiba. Saya maunya nambah sebanyak-banyaknya, tetapi kan saya bukan bank sentral. Ketika bank sentral memberi kode ke saya jangan ikut campur kebijakan moneter, ya saya ikut. Mereka bilang kurangi uang kamu, kami akan ganti,” ungkap Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (15/7/2026).

Purbaya menekankan langkah itu diambil untuk menghindari intervensi terhadap kebijakan moneter, meskipun ia mengaku tahu betul bahwa perbankan sedang membutuhkan tambahan likuiditas. “Jadi saya nggak pernah sembrono dalam hal itu, apalagi menyangkut nasib negara. Saya ngerti betul kalau saya ambil pasti runtuh, tetapi kita nggak mau ikut campur kebijakan lembaga yang lain. Waktu itu mereka bilang mereka akan ganti uangnya, ya sudah saya tarik kalau gitu,” ucap Purbaya.

Artikel Terkait

Mobil Damkar Terjebak Macet, Pemadaman Kebakaran Puluhan Rumah dan Lapak Kayu di Bekasi Berlangsung Dramatis

Kejagung Tegaskan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Masih Berstatus Tersangka

Kemenkop, Kementan, dan LPDB Koperasi Satukan Langkah Perkuat Ekosistem Gula Nasional dari Koperasi

Rupanya setelah pemerintah menarik dana di bank BUMN, situasi tidak sesederhana yang dibayangkan. Purbaya menyebut pihak bank ramai-ramai mendatanginya dan mengaku kekurangan likuiditas sehingga kemudian dana diinjeksi lagi ke perbankan.

“Walaupun di indikator bank sentral ample, kenyataannya nggak ada. Waktu kemarin bank-bank komplain itu, saya tanyakan mereka gimana? Uangnya memang nggak ada katanya, loh indikatornya kan bagus semua. Berarti indikator yang mereka pakai, yang kita pakai selama ini nggak akurat. Kita menyadari itu dan kita akan perbaiki ke depan,” imbuh Purbaya.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Kementerian Keuangan sempat menarik secara bertahap dana yang ditempatkan di bank BUMN. Keputusan tersebut tidak berlangsung lama dan langsung ditempatkan lagi. “Dari Rp 281 triliun kan awalnya, Rp 110 triliun ditarik, ini dikembalikan lagi Rp 110 triliun, jadi tetap Rp 281 triliun. Itu dijaga sampai Desember 2026,” kata Wakil Menteri Keuangan Juda Agung kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta pada Senin (29/6/2026).

Kini dana SAL yang ditempatkan di bank BUMN sekitar Rp 400 triliun. Tenor penempatan uang negara dilaksanakan dengan jangka waktu beragam yakni Rp 200 triliun sampai akhir 2026, Rp 100 triliun sampai tiga bulan dan Rp 100 triliun dana bisa keluar masuk untuk memastikan uang di sistem cukup. (dtk/mmr)

TerkaitBerita

Mobil Damkar Terjebak Macet, Pemadaman Kebakaran Puluhan Rumah dan Lapak Kayu di Bekasi Berlangsung Dramatis
Peristiwa

Mobil Damkar Terjebak Macet, Pemadaman Kebakaran Puluhan Rumah dan Lapak Kayu di Bekasi Berlangsung Dramatis

oleh Editor : Affandy
16 Juli 2026
Kejagung Tegaskan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Masih Berstatus Tersangka
Nasional

Kejagung Tegaskan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Masih Berstatus Tersangka

oleh Editor : Affandy
16 Juli 2026
Kemenkop, Kementan, dan LPDB Koperasi Satukan Langkah Perkuat Ekosistem Gula Nasional dari Koperasi
Nasional

Kemenkop, Kementan, dan LPDB Koperasi Satukan Langkah Perkuat Ekosistem Gula Nasional dari Koperasi

oleh Editor : Anggoro
15 Juli 2026
Jasa Raharja dan PMI Bangun Ekosistem Penanganan Darurat Kecelakaan Nasional
Nasional

Jasa Raharja dan PMI Bangun Ekosistem Penanganan Darurat Kecelakaan Nasional

oleh Editor : Anggoro
15 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

​Misteri Desa Maduabang: Petaka Pengembalian Keris Pusaka di Film Sajen Satu Suro

​Misteri Desa Maduabang: Petaka Pengembalian Keris Pusaka di Film Sajen Satu Suro

16 Juli 2026
BCA Hadirkan Promo Belanja Perhiasan, Diskon hingga 35 Persen, Cashback Rp3,5 Juta, dan Hadiah Langsung

BCA Hadirkan Promo Belanja Perhiasan, Diskon hingga 35 Persen, Cashback Rp3,5 Juta, dan Hadiah Langsung

16 Juli 2026
Ketua RT Ungkap Terduga Peneror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Pernah Lakukan Aksi Serupa di Lingkungannya

Ketua RT Ungkap Terduga Peneror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Pernah Lakukan Aksi Serupa di Lingkungannya

16 Juli 2026
Mobil Damkar Terjebak Macet, Pemadaman Kebakaran Puluhan Rumah dan Lapak Kayu di Bekasi Berlangsung Dramatis

Mobil Damkar Terjebak Macet, Pemadaman Kebakaran Puluhan Rumah dan Lapak Kayu di Bekasi Berlangsung Dramatis

16 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3888 shares
    Share 1555 Tweet 972
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    539 shares
    Share 216 Tweet 135
  • Samsung Siapkan Dua Galaxy Z Series Terbaru, Z Flip 8 dan Z Fold 8 Siap Ramaikan Pasar Ponsel Lipat

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Tawarkan Performa Responsif dan Desain Premium

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • AFA Perketat Aturan Kontrak, Lionel Messi Beruntung Tak Terdampak

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya