koranindopos.com – Jakarta. Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) Abdul Kadir Karding, didampingi oleh Wakil Menteri Crishtina Aryani, melakukan kunjungan resmi ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KemenDikti Saintek). Mereka disambut oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Satryo Soemantri, dalam pertemuan yang bertujuan membahas kolaborasi peningkatan kualitas tenaga kerja migran Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Satryo Soemantri mengapresiasi kunjungan dari Kementerian PPMI. Ia menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memperkenalkan program-program yang akan dijalankan oleh Kabinet Merah Putih dalam rangka meningkatkan perlindungan serta keterampilan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
“Kita ingin memastikan bahwa para PMI memiliki kompetensi dan keterampilan yang baik sehingga bisa berkontribusi lebih optimal dalam meningkatkan devisa negara,” ujar Prof. Satryo.
Menteri Abdul Kadir Karding dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa Kementerian PPMI sebelumnya berstatus sebagai badan dan kini telah resmi ditingkatkan menjadi kementerian. Ia menegaskan pentingnya koordinasi dengan berbagai lembaga agar memahami keberadaan serta tugas kementerian ini dalam melindungi dan mempersiapkan PMI.
“Hari ini kami bersilaturahmi ke KemenDikti Saintek untuk memperkenalkan posisi kami sebagai kementerian baru. Kami ingin memastikan bahwa seluruh lembaga memiliki satu pemahaman terkait keberadaan Kementerian PPMI ini,” ujar Karding.
Lebih lanjut, Karding menyoroti bahwa perlindungan bagi pekerja migran tidak hanya sekadar regulasi, tetapi juga peningkatan keterampilan dan pelayanan yang baik. “Kata kunci dari perlindungan ini adalah keterampilan dan kompetensi. Kami berupaya untuk bekerja sama dalam menyiapkan tenaga kerja yang profesional dan berkualitas,” tambahnya.
Mendikti Saintek, Prof. Satryo, menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Ia menyatakan kesiapan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk mendukung program-program pelatihan dan sertifikasi keahlian bagi pekerja migran.
“Kami siap bersinergi untuk menyediakan pelatihan sesuai dengan keahlian yang bersertifikasi, serta mempermudah proses bagi pekerja migran agar mereka dapat bekerja di luar negeri dengan lebih baik,” kata Prof. Satryo.
Kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan tenaga kerja yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga siap bersaing di pasar internasional. Dengan adanya sinergi antara kedua kementerian, diharapkan Indonesia dapat meningkatkan daya saing pekerja migran, sekaligus memperkuat devisa negara melalui kontribusi pekerja yang lebih kompeten dan profesional.
Pertemuan ini menjadi langkah awal dari serangkaian kolaborasi strategis antara Kementerian PPMI dan KemenDikti Saintek. Keduanya berkomitmen untuk mengembangkan program pelatihan yang dapat meningkatkan keterampilan PMI, sehingga mereka tidak hanya terlindungi tetapi juga memiliki peluang yang lebih besar untuk sukses di luar negeri.
Melalui kerja sama lintas kementerian ini, Indonesia diharapkan dapat menghasilkan tenaga kerja migran yang lebih berkualitas dan berdaya saing global, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan ekonomi bangsa. (why)










