Koranindopos.com, JAKARTA – Hijab hari ini bukan lagi sekadar pelengkap busana. Ia hadir dalam berbagai ruang kehidupan perempuan—di tempat kerja, kampus, perjalanan, pusat perbelanjaan, ruang komunitas, hingga acara keluarga. Bentuk, warna, material, dan cara pemakaiannya pun terus berubah mengikuti zaman.
Perjalanan itu memperlihatkan satu hal: semakin dinamis kehidupan perempuan, semakin beragam pula kebutuhan terhadap hijab.
Dari Kerudung Sederhana ke Bagian dari Gaya Hidup
Jika menengok beberapa dekade ke belakang, penggunaan kerudung di Indonesia memiliki perjalanan sosial yang panjang.
Pada era 1980-an, kerudung belum terlihat seumum sekarang di ruang publik. Penggunaannya lebih banyak ditemukan dalam lingkungan dan kegiatan yang berkaitan dengan keagamaan.
Memasuki 1990-an, situasi mulai berubah. Busana Muslim berkembang dan figur publik yang mengenakan hijab semakin mudah ditemui. Kerudung pun mulai menjadi bagian dari keseharian perempuan, termasuk untuk bersekolah, bekerja, berbelanja, dan menghadiri berbagai kegiatan sosial.
Di awal 1998, perkembangan gaya hijab semakin terlihat. Hijab segi empat, hijab instan, hingga beragam teknik styling memberikan lebih banyak pilihan.
Perempuan tidak lagi harus tampil dengan satu gaya yang sama. Hijab dapat disesuaikan dengan karakter, selera, pakaian, maupun kesempatan.
Inspirasi yang sebelumnya diperoleh dari majalah, televisi, atau butik kini dapat ditemukan dalam hitungan detik melalui layar ponsel. Tutorial hijab, pilihan warna, rekomendasi material, hingga cara memadukan hijab dengan pakaian menjadi bagian dari keseharian.
Hijab pun memasuki wilayah yang lebih luas: bukan hanya identitas dan busana, tetapi juga ekspresi diri.
Ketika Aktivitas Menentukan Pilihan
Perubahan gaya berjalan beriringan dengan perubahan aktivitas. Perempuan masa kini menjalani rutinitas yang tidak selalu berlangsung di satu tempat. Pagi mungkin dimulai dengan perjalanan menuju kantor. Siang diisi dengan rapat. Sore berlanjut dengan bertemu teman atau keluarga. Pada hari lain, aktivitas bisa berupa perjalanan ke luar kota atau kegiatan di ruang terbuka.
Dalam kondisi seperti itu, pilihan hijab tidak cukup hanya mempertimbangkan penampilan.
Ada pertanyaan lain yang ikut muncul: apakah bahannya nyaman digunakan dalam waktu lama? Apakah mudah ditata? Apakah tetap mendukung penampilan ketika aktivitas berubah? Apakah sesuai dengan kebutuhan di dalam maupun luar ruangan?
Dari sinilah terjadi perubahan cara memilih.
Jika sebelumnya tren dapat menjadi pertimbangan utama, kini kenyamanan dan fungsi semakin mendapat tempat. Perempuan memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga hijab pun perlu mengikuti keberagaman tersebut.
Hijab untuk bekerja mungkin membutuhkan tampilan yang rapi dan nyaman. Untuk bepergian, material ringan dan mudah ditata dapat menjadi pertimbangan. Sementara untuk acara khusus, material dengan karakter lebih elegan dapat memberikan sentuhan berbeda.
Tidak ada satu pilihan yang berlaku untuk semua situasi.
Ketika Material Menjadi Bagian dari Pengalaman
Perkembangan hijab juga membuat material memiliki peran penting dalam menentukan pilihan.
Bagi sebagian perempuan, bahan yang ringan menjadi pertimbangan karena hijab akan digunakan sepanjang hari. Bagi lainnya, kemampuan bahan untuk mengikuti bentuk styling atau menghadirkan tampilan tertentu menjadi hal yang lebih penting.
Kebutuhan inilah yang turut menjadi perhatian UNIQLO ketika menghadirkan kategori Hijab di Indonesia.
Sebagai bagian dari pendekatan LifeWear, koleksi Hijab UNIQLO hadir sebagai respons terhadap kebutuhan dan masukan pelanggan akan hijab yang nyaman dan fungsional untuk berbagai aktivitas.
Koleksi tersebut terdiri atas tiga pilihan dengan karakter material dan bentuk yang berbeda: Hijab AIRism Proteksi Sinar UV, Hijab Satin, dan Hijab Georgette.
Ketiganya tidak menawarkan satu definisi tentang hijab. Sebaliknya, masing-masing memiliki karakter yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perempuan.
AIRism untuk Hari yang Bergerak
Nyaman dikenakan, mudah dipadukan. Dengan desain instan berbentuk segitiga dan bahan AIRism yang ringan serta cepat kering, hijab ini dirancang untuk menemani keseharian dengan lebih praktis. Foto by : UNIQLO
Aktivitas luar ruangan sering kali membutuhkan pilihan busana yang terasa ringan dan praktis.
Hijab AIRism Proteksi Sinar UV hadir dalam bentuk segitiga dengan material AIRism yang ringan, halus, breathable, stretchy, dan quick-drying.
Karakter tersebut dirancang untuk mendukung kenyamanan dalam aktivitas sehari-hari. Perlindungan sinar UV juga menjadi fitur yang relevan bagi perempuan yang banyak melakukan kegiatan di luar ruangan.
Dengan karakter yang praktis, pilihan ini dapat menemani berbagai rutinitas tanpa membuat hijab harus kehilangan unsur gaya.
Satin untuk Sentuhan yang Lebih Elegan
Hijab Satin (Pashmina) Dengan material satin yang ringan dan halus, pashmina ini menghadirkan sentuhan elegan yang praktis untuk berbagai gaya dan kesempatan.
Ada pula momen ketika penampilan membutuhkan sentuhan yang berbeda.
Hijab Satin hadir dalam bentuk pashmina dengan material yang ringan dan halus serta memiliki kilau lembut. Karakter tersebut memberikan kesan yang lebih polished dan elegan.
Hijab tidak harus disimpan hanya untuk acara formal. Dengan padu padan yang tepat, material satin dapat digunakan untuk kegiatan sehari-hari maupun kesempatan yang lebih khusus.
Pilihan ini memperlihatkan bagaimana karakter material dapat mengubah kesan sebuah penampilan.
Hijab Georgette (Pashmina) Tampil effortless dengan pashmina georgette yang ringan dan flowy. Mudah diatur untuk berbagai gaya, dari kasual hingga formal, dengan 11 pilihan warna.
Georgette untuk Fleksibilitas Gaya
Sementara itu, Hijab Georgette hadir dalam bentuk pashmina persegi panjang.
Material georgette yang ringan dan flowy memberikan drape natural sehingga mudah ditata dalam berbagai gaya. Karakter tersebut membuatnya dapat digunakan untuk penampilan kasual maupun formal.
Bagi perempuan yang menyukai fleksibilitas, satu hijab dapat memiliki banyak kemungkinan tampilan. Cara styling dan padu padan busana menjadi ruang untuk menunjukkan karakter personal.
Di titik ini, hijab tidak lagi sekadar mengikuti bentuk tren. Ia menjadi bagian dari pilihan yang lebih personal.
Dari Mengikuti Tren Menuju Memahami Kebutuhan
Perjalanan hijab Indonesia memperlihatkan bagaimana perubahan mode berjalan berdampingan dengan perubahan masyarakat.
Dari kerudung sederhana pada masa lalu, hijab berkembang menjadi bagian dari fashion dan gaya hidup. Media sosial mempercepat pertukaran inspirasi, sementara aktivitas perempuan yang semakin beragam melahirkan kebutuhan terhadap hijab yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga nyaman dan fungsional.
Kehadiran pilihan seperti koleksi Hijab UNIQLO menunjukkan bagaimana kebutuhan tersebut dapat diterjemahkan ke dalam pilihan material dan bentuk yang berbeda.
Ada yang dirancang untuk memberikan kepraktisan dan mendukung aktivitas luar ruangan. Ada yang menawarkan tampilan lebih elegan. Ada pula yang mengutamakan fleksibilitas styling.
Pada akhirnya, perkembangan hijab bukan semata tentang perubahan model.
Ia adalah cerita tentang perubahan cara perempuan menjalani kehidupan.
Sehelai Hijab dalam Cerita Perempuan
Keputusan memilih hijab mungkin hanya berlangsung beberapa menit. Namun, pilihan tersebut merupakan bagian kecil dari persiapan menghadapi hari yang panjang.
Sehelai hijab akan ikut bergerak bersama pemakainya. Menemani perjalanan menuju kantor, aktivitas di luar ruangan, pertemuan dengan orang lain, waktu bersama keluarga, hingga momen ketika hari akhirnya berakhir.
Karena itu, hijab masa kini tidak hanya berbicara mengenai bagaimana seseorang ingin terlihat, tetapi juga bagaimana ia ingin merasa nyaman menjalani aktivitasnya.
Di antara gaya, fungsi, dan kenyamanan, perempuan memiliki ruang untuk menentukan pilihannya sendiri.
Dan perjalanan hijab Indonesia terus berlanjut.
Dari kerudung sederhana menjadi bagian dari fashion, dari mengikuti tren menuju pilihan yang semakin personal, hijab terus beradaptasi dengan zaman. Di tengah perjalanan itu, UNIQLO menghadirkan pilihan Hijab dengan karakter material berbeda untuk menjawab beragam kebutuhan perempuan Indonesia.
Sebab, seperti kehidupan yang terus bergerak, gaya pun tidak pernah benar-benar berhenti. Ia berubah, beradaptasi, dan menemukan bentuk baru—termasuk dalam sehelai hijab. (*)