Rabu, 17 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional

Moment Langka Empat Hari Besar Keagamaan Beriringan di 2026,

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
26 Maret 2026
in Nasional
A A
0
Toleransi Hari Raya
Share on FacebookShare on Twitter

 

koranindopos.com – Jakarta,  Tahun 2026 menjadi momentum istimewa dalam kehidupan keagamaan di Indonesia. Untuk pertama kalinya dalam 163 tahun, empat perayaan besar dari latar belakang agama dan budaya berbeda—Ramadan, Prapaskah, Nyepi, dan Imlek—berlangsung dalam waktu yang berdekatan.

Fenomena langka ini terakhir terjadi pada 1863 dan diperkirakan baru akan terulang kembali pada 2189.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menilai momen tersebut sebagai modal spiritual besar yang perlu dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan bangsa.

Artikel Terkait

Gempa Susulan Terbesar di Palu Tercatat M5,2

KPI Nilai Peliputan Demonstrasi oleh Televisi dan Radio Sudah Sesuai Aturan

Kesepakatan Damai Iran-AS Dinilai Berpotensi Turunkan Harga Minyak dan Stabilkan Ekonomi Global

“Momentum perayaan hari besar keagamaan yang berlangsung hampir bersamaan pada tahun ini merupakan peristiwa langka. Ini adalah modal spiritual besar yang harus dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan bangsa,” ujar Nasaruddin dalam program Satu Meja The Forum di Kompas TV, Rabu (25/3/2026).

Saat ini, setelah perayaan Imlek, Nyepi, dan Idulfitri, umat Kristiani tengah menjalani masa Prapaskah. Menag mengajak umat Kristen dan Katolik untuk memaknai Prapaskah sebagai periode refleksi diri, pengendalian, serta penguatan kepedulian sosial menuju perayaan Paskah.

Ia menekankan bahwa nilai-nilai spiritual yang dilatih selama Ramadan maupun Prapaskah seharusnya tidak berhenti pada ritual, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata di kehidupan sehari-hari.

“Rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Nilai empati dan kepedulian sosial harus terus dijaga,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menag menjelaskan bahwa setiap ajaran agama pada dasarnya mengajarkan nilai-nilai universal seperti kejujuran, empati, dan kepedulian terhadap sesama. Dalam konteks Indonesia, nilai tersebut menjadi kekuatan penting dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman.

Menurutnya, karakter masyarakat Indonesia yang terbentuk dari budaya maritim yang terbuka dan egaliter menjadi modal sosial kuat dalam membangun toleransi dan kerukunan.

“Indonesia memiliki modal sosial yang kuat. Kita terbiasa hidup dalam perbedaan, dan itu menjadi kekuatan dalam membangun toleransi,” jelasnya.

Menag juga menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai keagamaan dengan nilai kebangsaan melalui Pancasila sebagai titik temu seluruh elemen bangsa.

“Kita memiliki modal sosial, ekonomi, dan spiritual. Nilai agama dan kebangsaan dapat berjalan selaras melalui Pancasila,” tegasnya.

Ia berharap momentum beriringannya perayaan keagamaan ini dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat solidaritas lintas iman. Masyarakat pun diajak untuk terus mengamalkan nilai kejujuran, keadilan, toleransi, dan kebersamaan dalam kehidupan berbangsa.

“Momentum ini harus menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kebaikan tidak berhenti pada satu perayaan,” pungkasnya. (hai)

Topik: Hari Besar

TerkaitBerita

KETERANGAN PERS: Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama (dua dari kiri) memberikan penjelasan kepada awak media di Gedung Multi-Hazard Early Warning System (MHEWS), BMKG di Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa (16/6/2026). (Foto: BMKG.go.id)
Nasional

Gempa Susulan Terbesar di Palu Tercatat M5,2

oleh Editor : Memoarto
17 Juni 2026
Demo
Nasional

KPI Nilai Peliputan Demonstrasi oleh Televisi dan Radio Sudah Sesuai Aturan

oleh Editor : Hairul
16 Juni 2026
Kesepakatan Damai Iran-AS Dinilai Berpotensi Turunkan Harga Minyak dan Stabilkan Ekonomi Global
Nasional

Kesepakatan Damai Iran-AS Dinilai Berpotensi Turunkan Harga Minyak dan Stabilkan Ekonomi Global

oleh Editor : Affandy
16 Juni 2026
Investasi Jerman
Nasional

Indonesia-Jerman Sepakat Tingkatkan Investasi dan Kemitraan Strategis

oleh Editor : Hairul
16 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

AKSI DRAMATIS: Kiper Qatar, Mahmoud Abunada, melakukan penyelamatan dalam pertandingan Grup B Piala Dunia 2026 melawan Swiss pada Minggu (14/6/2026). (Foto: (c) AP Photo/Eugene Hoshiko)

Kanada dan Qatar Sama-Sama Jaga Asa Lolos Babak 32 Besar

17 Juni 2026
NEGARA SEKUTU: Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam satu momentum di Gedung Putih. (Foto Ilustrasi: Dok./ whitehouse.gov)

Presiden Trump: Tanpa Saya Tidak Akan Ada Israel

17 Juni 2026
KETERANGAN PERS: Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama (dua dari kiri) memberikan penjelasan kepada awak media di Gedung Multi-Hazard Early Warning System (MHEWS), BMKG di Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa (16/6/2026). (Foto: BMKG.go.id)

Gempa Susulan Terbesar di Palu Tercatat M5,2

17 Juni 2026
Dampak dan Upaya Mengatasi Praktik Ijon yang Merugikan Petani

Dampak dan Upaya Mengatasi Praktik Ijon yang Merugikan Petani

16 Juni 2026

Terpopuler

  • Isuzu Panther Mini, Legenda MPV Diesel yang Kembali Hadir dengan Mesin Tangguh dan Hemat BBM

    Isuzu Panther Mini, Legenda MPV Diesel yang Kembali Hadir dengan Mesin Tangguh dan Hemat BBM

    498 shares
    Share 199 Tweet 125
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3492 shares
    Share 1397 Tweet 873
  • Angka Kematian Ibu di Indonesia Tertinggi Se-Asia Tenggara

    331 shares
    Share 132 Tweet 83
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    420 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Polisi Sita 276 Cartridge Vape Mengandung Narkotika Etomidate Senilai Rp1,5 Miliar

    333 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya