Koranindopos.com, JAKARTA-Israel tak pernah mengakui memiliki program senjata nuklir. Negara zionis itu selalu menuding Iran, musuh bebuyutannya, sebagai negara yang harus diserang karena mengembangkan nuklir. Namun peristiwa pada 1986, rahasia Israel yang lama ditutup rapat sejak negara itu merdeka 1948, terbongkar sudah.
Lewat mulut Mordechai Vanunu, Yahudi kelahiran Maroko 1954 itu, mengungkapkan semua program nuklir Israel di kawasan Dimona. Pengakuan Mordechai bukan saja valid, tapi juga berbahaya bagi Israel.
Bagaimana tidak? Mordechai adalah teknisi yang bekerja di pusat penelitian nuklir rahasia Dimona di gurun Negev, sekitar 150 km selatan Yerusalem melalui jalan darat. Kelelahan mental yang membuatnya harus rela keluar dari pekerjaan tersebut lalu memilih jalan yang biasa ditempuh anak muda seusianya waktu itu, keliling Asia dan Australia sebagai turis backpacker pada 1985.
Dalam ransel bututnya, dia menyelipkan dua rol film berisi gambar-gambar pembangkit listrik tenaga nuklir tempat dia bekerja, termasuk peralatan untuk mengekstraksi bahan radioaktif untuk produksi senjata dan model laboratorium perangkat termonuklir.
Dalam perjalanannya, dia singgah di sebuah gereja di Sydney Australia. Bukan sekadar singgah untuk istirahat, tapi juga menemukan ketenangan batin bersama komunitas jemaat gereja Anglikan di sana. Di Sydney, ia memeluk agama Kristen dan dibaptis pada Juli 1986. Persahabatan dan kehangatan dalam jemaat gereja membuatnya sedikit membocorkan masa lalunya. Tak banyak yang tertarik atau curiga bahwa lelaki kurus dengan bahasa Inggris terbata-bata ini pernah bekerja di sebuah reaktor nuklir paling berbahaya dan tertutup di dunia.
Hingga seorang jemaat yang kebetulan wartawan lepas asal Kolombia tertarik dengan foto-foto hitam putih yang dimiliki Mordechai. Dia pun mengirim sebagian foto-foto itu ke London Sunday Times Inggris. Koran yang berbasis di kota London itu pun antusias. Mereka mengirimkan seorang wartawannya, Peter Hounam, untuk sengaja menemui Mordechai.
“Ketika saya melihat Vanunu berdiri di sana-seorang pria kecil, bertubuh mungil, sedikit botak, tidak percaya diri, berpakaian sangat kasual-dia jelas tidak terlihat seperti seorang ilmuwan nuklir,” kenang Hounam kepada BBC. Setelah foto didapat, tim surat kabar meminta bantuan para ahli nuklir di Inggris untuk memverifikasi kebenaran foto-foto itu.
Singkat cerita, London Sunday Times menerbitkan foto-foto tersebut beserta detail tentang kemampuan nuklir Israel, pada 26 Oktober 1986. Dunia terbelalak, Israel memiliki senjata pemusnah masal yang paling ditakuti umat manusia itu. Surat kabar itu menyimpulkan, Israel telah menjadi kekuatan nuklir keenam di dunia dan memiliki sebanyak 200 hulu ledak atom, jauh kalah jumlah dibandingkan musuh-musuhnya. (cnn/mmr)










