koranindopos.com, JAKARTA — Muslim Pro resmi meluncurkan inisiatif Ramadan bertajuk Ramadan Re:Charge, sebuah kampanye yang dirancang untuk mendukung keterlibatan ibadah dan komunitas Muslim secara berkelanjutan sepanjang bulan suci Ramadan. Peluncuran ini diumumkan dalam sebuah media briefing di Jakarta, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu komunitas Muslim Pro dengan tingkat keterlibatan tertinggi secara global.
Dengan lebih dari 180 juta unduhan di seluruh dunia, Indonesia menjadi salah satu pasar strategis bagi Muslim Pro, dengan sekitar 3,6 juta pengguna aktif bulanan. Tak hanya dari sisi jumlah pengguna, komunitas Indonesia juga menunjukkan tingkat partisipasi yang konsisten tinggi, mulai dari kontribusi konten, interaksi komunitas, hingga keterlibatan dalam berbagai inisiatif sosial berbasis tujuan.
“Indonesia bukan hanya pasar dengan jumlah unduhan yang besar, tetapi juga salah satu komunitas yang paling aktif dan berpengaruh bagi Muslim Pro,” ujar Nafees Khundker, Chief Executive Officer Muslim Pro. Ia menegaskan bahwa Ramadan Re:Charge mencerminkan pendekatan Muslim Pro terhadap pertumbuhan jangka panjang, dengan menitikberatkan pada pembangunan kepercayaan, relevansi, dan kesinambungan, alih-alih sekadar mengejar lonjakan aktivitas musiman.
Ramadan Re:Charge berangkat dari pemahaman bahwa menjaga konsistensi ibadah selama Ramadan merupakan proses yang berlangsung dari hari ke hari. Oleh karena itu, inisiatif ini mengusung pendekatan yang lebih empatik dan personal, dengan membingkai progres ibadah sebagai perjalanan individu. Kampanye ini didasari oleh lima pilar utama, yaitu Re:Center, Re:Commit, Re:Connect, Re:Share, dan Re:Focus, yang merefleksikan dinamika kebutuhan spiritual pengguna sepanjang Ramadan.
Melalui inisiatif ini, Muslim Pro mengintegrasikan peningkatan pengalaman membaca Al-Qur’an di aplikasi, konten reflektif berbasis keimanan, koneksi komunitas digital melalui Ummah Pro, serta pendekatan storytelling yang dipimpin oleh kreator Indonesia di platform Qalbox. Selain itu, Ramadan Re:Charge juga dilengkapi dengan aktivasi offline di Jakarta sebagai wujud penghubung antara ekosistem digital dan kehadiran nyata di tengah masyarakat.
Pada level produk, fitur Al-Qur’an tetap menjadi salah satu yang paling banyak digunakan secara global, khususnya selama Ramadan. Tahun ini, Muslim Pro menghadirkan berbagai penyempurnaan, termasuk pengaturan target membaca yang dipersonalisasi, pelacakan progres, fitur pendukung hafalan, serta AiDeen, chatbot berbasis kecerdasan buatan yang membantu pengguna memahami ayat-ayat Al-Qur’an sesuai konteksnya.

“Fokus kami adalah kesinambungan, bukan kuantitas,” ujar Siti Zahidah, Public Relations Manager Muslim Pro. Menurutnya, fitur-fitur yang dihadirkan dirancang agar selaras dengan cara umat berinteraksi dengan iman dalam kehidupan nyata, di berbagai kondisi dan tingkat intensitas yang berbeda.
Dari sisi konten dan komunitas, Qalbox akan menghadirkan beragam program keimanan selama Ramadan, termasuk Rise of Mercy, serial mikro Islami produksi Indonesia yang dikembangkan oleh Simpul Project dan dipimpin oleh Renaldy Agung Pratama, pemenang Stories by Muslim Pro 2025. Interaksi komunitas juga diperkuat melalui platform Ummah, di mana pengguna dapat berbagi refleksi Ramadan serta mengikuti kompetisi foto berskala global dengan hadiah utama berupa Badal Umrah bagi 10 peserta terpilih.
Di luar ranah digital, Muslim Pro turut menggelar Roving Takjil di Jakarta pada 28 Februari 2026. Aktivasi ini menghadirkan food truck beridentitas Muslim Pro yang membagikan makanan berbuka puasa di sepanjang rute antar masjid, dengan titik akhir di Masjid Istiqlal.
Melalui Ramadan Re:Charge, Muslim Pro menegaskan komitmennya untuk membangun keterlibatan jangka panjang bersama penggunanya. “Tujuan kami adalah membantu pengguna membangun kebiasaan positif selama Ramadan dan seterusnya bersama Muslim Pro,” tutup Khundker. (sh)










