koranindopos.com – Jakarta. Nasib tragis dialami DR (25), seorang gadis asal Cianjur, Jawa Barat, yang tewas usai menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Korban diduga dijadikan Penjaja Seks Komersial (PSK) untuk melayani wisatawan asal Timur Tengah di kawasan Bogor, Jawa Barat.
Peristiwa ini terungkap setelah pihak kepolisian mendapatkan laporan dari keluarga korban yang mengungkapkan bahwa DR diduga meninggal akibat overdosis. Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto, menjelaskan bahwa laporan tersebut pertama kali diterima dari keluarga korban yang mendapatkan informasi dari salah satu pelaku berinisial DS alias Dolken, yang menyebutkan bahwa DR dirawat di sebuah tempat di Bogor akibat overdosis. Namun, meskipun sempat mendapatkan perawatan, DR akhirnya menghembuskan napas terakhirnya.
“Keluarga awalnya mendapatkan informasi dari salah satu pelaku berinisial DS alias Dolken jika anaknya DR dirawat akibat overdosis di Bogor. Korban yang sempat dirawat pun pada akhirnya meninggal dunia,” ujar AKP Tono Listianto pada Kamis (26/12/2024).
Kasus ini menggugah keprihatinan dan perhatian publik terkait maraknya perdagangan manusia, yang sering kali melibatkan perempuan muda sebagai korban eksploitasi seksual. Polisi kini tengah mendalami lebih lanjut jaringan yang terlibat dalam kasus ini serta mengidentifikasi para pelaku yang bertanggung jawab atas perdagangan dan kematian DR.(dhil)
















