Koranindopos.com, JAKARTA – Hubungan pemerintah dan militer Israel sedang tidak baik-baik saja. Melansir kantor berita AFP yang menghimpun informasi dari media lokal Israel, perseteruan tersebut terjadi antara Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu dan Panglima Israel Defense Forces (IDF) atau pasukan pertahanan Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir terkait perluasan operasi militer di Jalur Gaza.
Perselisihan mereka terkait rencana Netanyahu dan kabinetnya yang memerintahkan militer untuk melakukan pendudukan sepenuhnya terhadap Jalur Gaza. Keretakan hubungan tersebut diperkuat dengan pernyataan Israel Katz, Menteri Pertahanan Israel. Dia menegaskan bahwa militer harus melaksanakan apa pun keputusan pemerintah terkait Jalur Gaza.
”Merupakan hak dan kewajiban kepala staf untuk menyatakan posisinya dalam forum-forum yang tepat. Namun militer terikat oleh setiap keputusan yang dibuat oleh pemerintah. Setelah keputusan diambil oleh eselon politik, IDF akan melaksanakannya dengan tekad dan profesionalisme,” kata Katz melalu media sosial X.
Menurut laporan media lokal Israel, Netanyahu telah menggelar rapat kabinet keamanan pada Kamis (7/8/2025) waktu setempat untuk menyelesaikan keputusan mengenai perluasan serangan di Jalur Gaza tersebut.
Untuk diketahui, perang Gaza mendekati bulan ke-23. Saat ini, misi militer Israel adalah mengamankan pembebasan para sandera yang masih ditahan di Jalur Gaza sejak serangan 7 Oktober 2023. Pejabat setempat yang berbicara secara anonim kepada media lokal mengatakan, telah memperkirakan peningkatan operasi militer. Termasuk di area-area padat penduduk yang menjadi tempat para sandera ditahan, seperti Gaza City dan kamp pengungsi. (AFP/mmr)










