
JAKARTA, koranindopos.com – Indonesia tengah menghadapi salah satu tantangan besar disrupsi teknologi digital. Hal itu menuntut masyarakat yang semakin adaptif, produktif, dan inovatif terhadap teknologi.
Berdasar data Hootsuite dan We Are Social, tahun ini jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai 202,6 juta orang. Itu setara dengan 73 persen dari total penduduk Indonesia. Dari situ, terlihat bahwa kebutuhan talenta digital yang beretika sangat besar. Sebab, penggunaan internet yang masif juga memunculkan risiko-risiko. Di antaranya, perundungan siber, penyebaran hoaks, serta komunikasi daring yang kurang beretika.
Karena itu, Kementerian Kominfo bersama GNLD Siberkreasi meluncurkan Program Literasi Digital Nasional pada Mei lalu. Tujuannya, mengedukasi dan meliterasi masyarakat Indonesia mengenai optimalisasi pemanfaatan internet yang didasari empat pilar.
Empat pilar itu adalah kecakapan digital, etika digital, budaya digital, serta keamanan digital. Akhir tahun ini, program literasi digital nasional akan menjangkau 12,5 juta masyarakat di 514 kabupaten/kota se-Indonesia.
Literasi Digital dalam Netizen Fair 2021
Untuk menjawab tantangan-tantangan itu, Pada penghujung tahun ini, Kementerian Kominfo bersama GNLD Siberkreasi mengadakan Netizen Fair 2021.
Kegiatan itu dilaksanakan secara serentak di berbagai ibu kota provinsi pada 23–24 November 2021. Akan ada kelas tentang literasi digital serta talk show interaktif yang dihadiri pakar-pakar dan pegiat literasi digital.
Dalam pelaksanaannya di DKI Jakarta, Netizen Fair 2021 diselenggarakan di The Hall Senayan City. Kegiatan itu diikuti 500 peserta luring dan 10.000 peserta daring. Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai narasumber yang mewakili komunitas, akademisi, figur publik, dan para pemangku kepentingan majemuk lainnya di bidang literasi digital.
Beberapa di antaranya adalah praktisi digital, marketing, dan Global Brands Marketing Andrei Aksana. Lalu, Kelvin Hildajat yang menjadi salah satu pakar bidang animasi. Ada pendiri ESDA Andre Surya, Indriyanto Banyumurti dari ICT Watch, Heru Sutadi dari ICT Institute, dan sejumlah tokoh lain.
Secara khusus, ada talk show etika digital dengan tema Menuju Masyarakat Jakarta yang Beretika Digital yang dibawakan Ketua Umum GNLD Siberkreasi Yosi Mukalu. ’’Sudah saatnya aktivitas-aktivitas digital dilakukan secara beretika,” tegasnya.
Selain Yosi, ada pula CEO Komunikonten Hariqo Spinker yang memaparkan mengenai edukasi etika digital. Menurut Hariqo, etika digital merupakan salah satu hal paling mendesak untuk diedukasi ke seluruh masyarakat Indonesia.
Dalam kegiatan itu, dipaparkan materi dari modul Etika Bermedia Digital tentang pentingnya memahami, menerapkan, dan mengembangkan netiquette (tata kelola etika digital) dalam kehidupan sehari-hari.
Hal itu juga ditegaskan Dr (Cand) Erida Pulungan, M.HI., M.Si yang menyampaikan bahwa pergaulan maupun komunikasi di dunia digital juga perlu etika. Informasi mengenai kegiatan literasi digital dapat diakses melalui info.literasidigital.id atau melalui media sosial Siberkreasi. (rls/riz)










