Koranindopos.com, Jakarta — Ajang SIAL InterFOOD 2025 di JIExpo Kemayoran kembali menjadi pusat perhatian industri makanan dan minuman regional. Dari ratusan peserta pameran, PAMMA—brand besutan PT Cakra Daya Indonesia—menjadi salah satu tenant yang mencuri sorotan berkat pengenalan produk-produk barunya yang dirancang untuk mengikuti dinamika selera konsumen Indonesia.
Selama empat hari penyelenggaraan pameran, PAMMA menempatkan diri sebagai peserta yang agresif dalam memperkenalkan inovasi produk. Tidak hanya membawa portofolio snack dan bumbu masakan, PAMMA juga memanfaatkan momentum SIAL sebagai pintu untuk menunjukkan arah pengembangan produk jangka panjang, sekaligus memperkuat branding di pasar nasional dan internasional.
Booth beridentitas merah yang mencolok membuat area PAMMA mudah dikenali pengunjung. Seluruh elemen visual mulai dari kostum staf, topi, hingga dekorasi dipilih untuk mempertegas karakter brand yang ingin tampil berani dan mudah diingat. Pendekatan ini menjadikan booth PAMMA salah satu titik keramaian yang paling sering disinggahi selama pameran berlangsung.
PAMMA menghadirkan lini produk unggulan yang telah melalui proses riset cukup panjang. Fokus pada karakter “Rasa Indonesia yang Mudah Dinikmati” menjadi benang merah dari semua produk yang dipamerkan. Melalui konsep ini, perusahaan ingin menegaskan bahwa produk kuliner Indonesia dapat tetap terasa otentik meskipun disajikan dalam format modern dan praktis.
“Kami melakukan berbagai inovasi rasa agar setiap produk benar-benar relevan dan sesuai dengan lidah Indonesia,” ujar Livienne Russellia, CEO PT Cakra Daya Indonesia.
“PAMMA selalu membawa semangat perbaikan berkelanjutan. Mulai dari kualitas bahan, proses produksi, hingga desain kemasan, semuanya kami lakukan demi memberikan pengalaman terbaik bagi konsumen.”

Sebagai brand yang telah mengantongi sertifikat BPOM dan HALAL MUI, PAMMA menegaskan kembali bahwa aspek keamanan pangan dan higienitas adalah prioritas utama. Perusahaan menyampaikan bahwa setiap produk diproses dengan standardisasi ketat, ditopang fasilitas R&D internal yang bertugas memastikan konsistensi rasa sekaligus peningkatan kualitas secara berkala.
Antusiasme pengunjung menjadi indikator bahwa produk yang dihadirkan mampu menjawab kebutuhan pasar. Varian bumbu masakan instan PAMMA menjadi salah satu yang paling banyak diminati karena kepraktisannya. Banyak pengunjung yang menilai bumbu tersebut dapat memangkas waktu memasak tanpa menghilangkan rasa rumahan yang familiar.
Salah satu pengunjung, Sari Wijayanti, mengatakan, “Saya terkesan dengan bumbu instannya. Rasanya autentik, tapi tetap simpel. Cocok buat ibu pekerja seperti saya.”
Kemeriahan booth meningkat dengan kehadiran Chef Muto, yang tampil secara mengejutkan untuk melakukan demo masak. Aksi demonstratifnya menampilkan bagaimana produk bumbu PAMMA dapat digunakan pada berbagai menu tanpa langkah yang rumit. Cara penyampaian Chef Muto yang komunikatif membuat sesi demo menjadi salah satu aktivitas paling ramai.
Menurut Livienne, kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat rasa percaya publik terhadap kualitas produk PAMMA. “Kami ingin memberikan bukti, bukan hanya janji,” lanjutnya.
Keikutsertaan PAMMA di SIAL InterFOOD 2025 juga memiliki tujuan jangka panjang. Selain memperkenalkan inovasi rasa baru, perusahaan ingin memperluas jejaring distribusi ke lebih banyak mitra, mulai dari retail modern, UMKM reseller, hingga pelaku bisnis kuliner skala besar. Upaya ini dinilai penting untuk mempercepat penetrasi pasar sekaligus memperluas jangkauan produk di berbagai daerah.
Melihat sambutan positif pengunjung selama pameran, PAMMA optimistis mampu memperkuat posisi sebagai salah satu pemain kuliner yang kompetitif di Indonesia. Dengan dukungan fasilitas produksi yang semakin siap, tim yang solid, serta pipeline inovasi yang berkelanjutan, perusahaan menilai peluang pertumbuhan masih terbuka lebar.
“Tujuan kami sederhana, yakni menjadi pilihan terbaik bagi setiap keluarga Indonesia,” tutup Livienne Russellia.(Brg/Kul)
















