koranindopos.com – JAKARTA. Kemacetan arus lalu lintas merupakan salah satu masalah yang perlu dituntaskan di Jakarta. Bahkan, salah satu tugas yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono adalah mengatasi kemacetan. Namun, hingga saat ini, masalah tersebut masih menghantui warga maupun pekerja di ibu kota. Terlebih pascakasus Covid-19 mulai terkendali. Sebab, hampir semua kegiatan di Jakarta sudah kembali normal.
Beberapa warga mulai menggalang tanda tangan dengan petisi online agar bekerja bisa kembali dilakukan di rumah atau work from home (WFH). Petisi itu dikumpulkan melalui change.org. Hingga Kamis (5/1/2023) pukul 19.06, ada 19.055 tanda tangan dari target 25 ribu tanda tangan agar WFH diterapkan di Jakarta.
Terkait petisi tersebut, Heru tidak menampik bahwa kegiatan mulai kembali normal setelah PPKM dicabut. Dia pun mengakui sudah mengimbau warga untuk WFH saat macet disertai banjir. ”Kami imbauan saja. Kan PPKM sudah dicabut,’’ ujarnya.
Lantaran WFH masih berupa imbauan, Heru menyerahkannya kepada pemberi kerja, perusahaan, atau pemilik gedung untuk mengambil kebijakan yang terbaik. ”Silakan masing-masing klaster terdampak (lingkungan terdampak banjir, Red). Kayak kemarin di Kapten Tendean, Buncit. Kantor-kantor di sana silakan saja ambil kebijakan masing-masing,’’ terangnya.
Heru juga mengimbau pemilik gedung dan pemberi kerja untuk aktif melihat prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). ”Sekali lagi, saya imbau agar kita melihat BMKG. Kondisi rawan itu prediksinya dari 3–10 (Januari 2023), ya. Silakan saja kalau masing-masing kebijakan WFH,’’paparnya.
Meski begitu, Heru menyebutkan bahwa Pemprov DKI akan mempertimbangkan yang terbaik bagi warga. ”Ya, nanti kami pikirkan,’’ imbuhnya.(wyu/mmr)










