JOMBANG, koranindopos.com – Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah berharap agar para pelajar sedari dini menyiapkan bekal dalam menghadapi era disrupsi. Bekal yang dimaksud berupa skill atau kompetensi, penguasaan bahasa asing, serta jaringan atau networking yang kuat.
Seperti yang di sampaikan Menaker Ida Fauziyah pada acara Wisuda MTsN 3 Jombang, Jawa Timur (29/5), “Santri ini selain dituntut menguasai ilmu-ilmu agama, juga yang tidak kalah penting harus memiliki skill, menguasai bahasa asing, dan memperbanyak teman. Ini agar kita mampu menghadapi guncangan atau disrupsi dalam berbagai hal”.
Lebih lanjut, Menaker menyampaikan di era disrupsi, banyak jenis pekerjaan yang hilang, namun pada saat yang sama banyak jenis pekerjaan baru bermunculan sehingga diperlukan skill yang mumpuni.
“Siapa yang memiliki skill dan penguasaan teknologi dan komunikasi, dia akan dapat menangkap peluang baru. Jadi, apa yang hari ini relevan, beberapa tahun ke depan bisa tidak relevan. Maka, belajarlah tentang banyak hal, dan tingkatkan terus kompetensi diri,” ucap Menaker.
Kedua, bahasa asing, terutama bahasa Inggris, Arab, dan Mandarin. Bahasa Inggris untuk pergaulan global. Bahasa Arab untuk pergaulan dan penguatan literatur agama. Sementara bahasa Mandarin karena ke depan China menjadi salah satu kekuatan yang makin dominan, terutama dalam hal ekonomi global.
“Kenapa bahasa asing penting? Karena dengan menguasai bahasa asing, kita bisa belajar lebih banyak hal tentang perkembangan mutakhir global,” terang Menaker.
“Bahasa asing juga penting saat nanti menjadi seorang pebisnis. Karena dengan bahasa asing dapat bertransaksi secara global. Dan yang ketiga memperluas pergaulan, pergaulan yang luas akan memiliki networking atau jaringan pertemanan yang kuat,” tegas Menaker. (riz)










