Senin, 3 Agustus 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home tidak kategori

Pemerintah Wacanakan Wajib Tanam Bagi Para Importir Kedelai

Editor : Hana oleh Editor : Hana
3 Maret 2022
in tidak kategori, Nasional
A A
0
Pemerintah Wacanakan Wajib Tanam Bagi Para Importir Kedelai
Share on FacebookShare on Twitter
kedelai impor 120730155710 626 - Pemerintah Wacanakan Wajib Tanam Bagi Para Importir Kedelai
Kedelai impor Foto: antara

JAKARTA, koranindopos.com – Bagi Indonesia, komoditas kedelai terhitung tinggi. Tiap tahun konsumsi kedelai di tanah air dalam bentuk tempe sekitar 50%, tahu 40%, dan produk lain seperti tauco, kecap, susu kedelai, dan lain-lain 10%. Total  kebutuhan kedelai di Indonesia sekitar 3 juta ton/tahun. Kebutuhan tersebut dipasaok dari produksi di dalam negeri sekitar 0,5 juta ton dan impor 2,5 juta ton.

Sekalipun produksi kedelai local belum mencukupi, namun secara kualitas kedelai local terhitung bagus. Khususnya untuk pembuatan tahu. Karakteristik kedelai local, memiliki rendemennya tinggi dan rasa tahunya lebih enak. Itu, setidaknya tahu Sumedang yang terkenal enak, lazimnya menggunakan kedelai lokal.

Hanya saja, memang ada kendala. Kedelai lokal kurang direkomendasikan  untuk pembuatan tempe. Selain ukuran biji kecil, kulit arinya sulit terkelupas saat pencucian, dan peragiannya lebih lama. Untuk pembuatan tempe, perajin lebih suka memanfaatkan kedelai impor.

Dengan karakteristik seperti itu, Pemerintah pun melakukan segmentasi kedelai sesuai dengan kebutuhan industri pengolahan. Untuk memproduksi tahu, kecap, tauco, dan minyak kedelai, sebaiknya menggunakan kedelai lokal. Namun, untuk memproduksi tempe sebaiknya kedelai impor, yang kebanyakan kedelai transgenik. Sebab tempenya jauh lebih bagus.

Artikel Terkait

Harta Staf KPK yang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan Bupati Pemalang Capai Rp761,6 Juta

Pertamina Patra Niaga Sampaikan Duka Cita atas Insiden Kecelakaan di Tanah Bumbu

Pejalan Kaki Tewas Tertabrak Kereta Bandara di Kembangan, Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan

Bersamaan dengan itu, Pemerintah terus melakukan upaya-upaya yang dilakukan baik melalui perluasan areal tanam maupun peningkatan produktivitas. Untuk mengatasi keterbatasan lahan, pengembangan kedelai diarahkan penanaman di lahan kering, integrasi dengan perkebunan, perhutanan dan budidaya tumpangsari.

“Untuk dongkrak produksi, Kami juga menyiapkan benih unggul varietas lokal dengan potensi produksi mulai 2 – 3,5 ton per hektare,” jelas Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Maman Suherman, sebagaimana dikutip dari Siaran Pers

Langkah lain untuk mengatasi kelangkaan kedelai, saat ini Kementan tengah mengkaji pengembangan kedelai nasional, baik melalui ekstensifikasi maupun intensifikasi. Untuk menumbuhkan minat petani menanam kedelai pemerintah memberikan bantuan sarana produksi berupa benih unggul. Bahkan pemerintah mewacanakan wajib tanam bagi para importir kedelai.

“Keterlibatan importir wajib tanam kedelai sangat positif dalam rangka ikut membina dan memberi semangat kepada petani untuk mengembangkan kedelai nasional baik dengan pola mandiri maupun pola kemitraan,” ungkap Maman.

Dalam catatan Kementan, angka produksi kedelai dari waktu ke waktu menunjukkan peningkatan. Tahun 2018 misalnya sebesar 983 ribu ton atau melonjak naik sebesar 82,39 % dibanding tahun 2017. Angka tersebut merupakan capaian produksi tertinggi selama 2014-2018, dan lebih tinggi dibanding rata-rata produksi 2014-2018 yang berada di kisaran 859.830 ton. (dni)

Topik: KedelaiKementan

TerkaitBerita

Harta Staf KPK yang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan Bupati Pemalang Capai Rp761,6 Juta
Nasional

Harta Staf KPK yang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan Bupati Pemalang Capai Rp761,6 Juta

oleh Editor : Affandy
3 Agustus 2026
Pertamina Patra Niaga Sampaikan Duka Cita atas Insiden Kecelakaan di Tanah Bumbu
Peristiwa

Pertamina Patra Niaga Sampaikan Duka Cita atas Insiden Kecelakaan di Tanah Bumbu

oleh Editor : Affandy
3 Agustus 2026
Pejalan Kaki Tewas Tertabrak Kereta Bandara di Kembangan, Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan
Peristiwa

Pejalan Kaki Tewas Tertabrak Kereta Bandara di Kembangan, Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan

oleh Editor : Affandy
2 Agustus 2026
Menag: Bangsa Besar Dibangun dengan Kekuatan Doa, Akhlak, dan Kerukunan
Nasional

Menag: Bangsa Besar Dibangun dengan Kekuatan Doa, Akhlak, dan Kerukunan

oleh Editor : Affandy
2 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Mitsubishi XForce Hybrid Tampil di GIIAS 2026, SUV Ramah Lingkungan dengan Harga Spesial

Mitsubishi XForce Hybrid Tampil di GIIAS 2026, SUV Ramah Lingkungan dengan Harga Spesial

3 Agustus 2026
​Lebih Quiet dan Segar, Dua Kota di Pantai Timur Malaysia Jadi Alternatif Destinasi Wisata Medis

​Lebih Quiet dan Segar, Dua Kota di Pantai Timur Malaysia Jadi Alternatif Destinasi Wisata Medis

3 Agustus 2026
Kemenkeu Buka Pendaftaran Magang Reguler 2026 Batch 2, Mahasiswa Berkesempatan Dapat Uang Harian

Kemenkeu Buka Pendaftaran Magang Reguler 2026 Batch 2, Mahasiswa Berkesempatan Dapat Uang Harian

3 Agustus 2026
Kepala BGN Jenguk Korban Dugaan Keracunan MBG di Semarang, Investigasi Masih Berlangsung

Kepala BGN Jenguk Korban Dugaan Keracunan MBG di Semarang, Investigasi Masih Berlangsung

3 Agustus 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4174 shares
    Share 1670 Tweet 1044
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    638 shares
    Share 255 Tweet 160
  • Pemotor Tewas Setelah Terserempet Truk di Jalan Daan Mogot Cengkareng

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • For Revenge Dipilih Garap Soundtrack Spider-Man: Brand New Day Versi Indonesia

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Pejalan Kaki Tewas Tertabrak Kereta Bandara di Kembangan, Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya