Koranindopos.com, JAKARTA – Jumlah penumpang atau ridership PT MRT Jakarta terus menunjukkan peningkatan. Pada Oktober lalu, PT MRT Jakarta mencatat, ada 2.238.018 pengguna layanan MRT Jakarta. Angka tersebut merupakan yang tertinggi setelah kasus Covid-19 ditemukan di Jakarta pada awal Maret 2020.
Kepala Divisi Sekretaris PT MRT Jakarta Rendi Alhial menuturkan, penumpang bulanan yang mencapai 2,2 juta orang tersebut menunjukkan bahwa rata-rata pengguna MRT Jakarta sudah mencapai 72 ribu orang.
”Rata-rata penumpang per hari sekitar 72.194 orang dengan 7.663 perjalanan kereta. Lalu, ketepatan waktu tempuh, kedatangan, dan berhenti kereta pun mencapai 100 persen pada Oktober lalu,’’ terangnya pada Senin (7/11/2022).
Rendi juga menyampaikan bahwa penumpang selama Oktober 2022 meningkat sekitar 223.189 orang dari bulan sebelumnya. Memang, pada September 2022, penumpang bulanan MRT mencapai 2.014.829 orang dengan rata-rata harian 67.161 orang. ”Kenaikan angka ridership ini menunjukkan kepercayaan tinggi masyarakat terhadap layanan MRT Jakarta,’’ katanya.
Dia menyebutkan, peningkatan jumlah ridership tersebut tidak terlepas dari kerja sama yang dijalin MRT dengan berbagai pihak. Misalnya, industri wisata yang meliputi sektor kuliner, aktivitas, pusat perbelanjaan, kesehatan, pendidikan, hingga promo tiket di sejumlah tempat wisata. Selain itu, lanjut Rendi, pihaknya menjalin kerja kolaborasi dengan sejumlah operator transportasi publik pengumpan (feeder) untuk mendorong peningkatan jumlah penumpang MRT. Operator pengumpan yang dimaksud meliputi PPD, Tebengan, dan yang terbaru Swoop.
”Kehadiran angkutan pengumpan ini tidak hanya berdampak terhadap kenaikan jumlah penumpang, tetapi juga mendorong kebudayaan menggunakan platform berbagi kendaraan atau ride sharing. Secara angka, operator pengumpan ini menyumbang 13 persen angka keterangkutan dari total ridership MRT Jakarta,’’ ujarnya.
Melihat peningkatan tersebut, PT MRT Jakarta menargetkan, akhir tahun ini, penumpang rata-rata harian bisa mencapai 40 ribu orang. Target itu disusun karena jumlah penumpang harian MRT Jakarta pada bulan-bulan sebelumnya masih rendah.
”Rata-rata harian kami targetkan bisa menyentuh 40 ribu orang. Target ini bisa terwujud apabila sejumlah kebijakan dapat dilaksanakan. Misalnya, percepatan regulasi yang mendukung penggunaan transportasi publik oleh pemerintah seperti electronic road pricing (ERP), penyesuaian tarif parkir, serta integrasi sempurna (infrastruktur, jalur, dan tarif) makin terwujud. Namun demikian, kami tetap optimistis target tersebut dapat tercapai jika melihat grafik jumlah penumpang yang menunjukkan peningkatan,’’ paparnya.
Meski menargetkan peningkatan jumlah penumpang, tambah dia, di lingkungan MRT Jakarta, baik stasiun maupun kereta, masih diterapkan protokol kesehatan untuk mencegah risiko penyebaran Covid-19. (wyu/mmr)










