Sabtu, 27 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Kesehatan

Peran Keluarga, ASI Ibu, Layanan Neuro development dan Pelukan Ibu Jadi Harapan Besar bagi Bayi Prematur

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
9 Mei 2026
in Kesehatan
A A
0
Peran Keluarga, ASI Ibu, Layanan Neuro development dan Pelukan Ibu Jadi Harapan Besar bagi Bayi Prematur

Foto: ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Tangisan bayi mungil di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) bukan hanya tentang perjuangan hidup, tetapi juga tentang harapan, kasih sayang, dan sentuhan kemanusiaan yang tak tergantikan. Di balik alat-alat medis dan suara monitor yang terus berbunyi, ada peran besar orang tua dan tenaga kesehatan yang berjuang bersama menjaga kehidupan bayi prematur.

Dengan pengalaman lebih dari 53 tahun dalam layanan kesehatan anak, RSIA Bunda terus mengembangkan pendekatan NICU yang komprehensif. Fondasi pelayanan ini telah dibangun sejak lebih dari dua dekade lalu oleh alm. DR. Risma Kerina Kaban, Sp.A(K), yang membentuk tim NICU yang solid dan berdedikasi tinggi.

7cb42c82 11c7 4ffb a5fc ed401ce591cd - Peran Keluarga, ASI Ibu, Layanan Neuro development dan Pelukan Ibu Jadi Harapan Besar bagi Bayi Prematur

Pengembangan tersebut kini dilanjutkan oleh dr. R. Adhi Teguh Perma Iskandar, Sp.A, Subsp. Neo (K), yang juga menjabat sebagai Ketua UKK Neonatologi Indonesia dan mengoordinasikan sekitar 400 dokter anak di bidang neonatologi. Di bawah kepemimpinannya, NICU RSIA Bunda mengalami perkembangan signifikan, terutama dalam tiga tahun terakhir melalui penerapan Family Integrated Care (FICare).

Artikel Terkait

Ancaman Penyakit Saluran Cerna Meningkat, EMDIC Hadir Sebagai Solusi Total Kaum Urban

Waspadai Gejala IMS yang Sering Diabaikan, Kasus Sifilis dan Gonore Terus Meningkat

Psikiater Ungkap Ciri Psikopat Usai Viral Kasus Penyekapan Sadis di Bandung

Pendekatan ini menghadirkan perubahan mendasar dalam sistem perawatan. Orang tua tidak lagi diposisikan sebagai pengamat, melainkan sebagai bagian integral dari proses perawatan. Mereka dilibatkan sejak dini, diberikan edukasi, serta didampingi secara intensif agar mampu berperan aktif dalam merawat bayinya. “Bagi kami, NICU bukan hanya tentang menyelamatkan kehidupan, tetapi juga mempersiapkan kehidupan setelahnya,” ujar dr. Adhi yang hadir secara daring diacara Seminar Offline International Nursing Day Event 2026, Sabtu 9/5/26 di RSU Bunda Jakarta.

dr. I. G. A. N. Partiwi, Sp.A, MARS (dr. Tiwi) menjelaskan, kelahiran prematur masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Sekitar 10 persen bayi lahir dalam kondisi prematur dan memiliki risiko kesehatan yang tinggi karena organ tubuh mereka belum berkembang sempurna, terutama otak dan paru-paru.

“Kalau bayi lahir di usia 31 atau 32 minggu, otaknya masih berkembang sangat cepat. Karena itu, perawatannya harus meniru kondisi di dalam rahim, bukan sekadar mengandalkan inkubator dan alat medis,” ujarnya.

Menurutnya, banyak faktor yang dapat memicu kelahiran prematur. Mulai dari obesitas, kekurangan vitamin D, infeksi selama kehamilan, hingga kondisi kesehatan ibu yang kurang optimal. Bahkan, kesehatan perempuan sejak usia remaja disebut berpengaruh terhadap risiko persalinan prematur di masa depan.

“Kehamilan itu harus dipersiapkan dengan baik. Jangan dalam kondisi kesehatan yang buruk atau obesitas. Karena itu bisa meningkatkan risiko komplikasi hingga bayi lahir prematur,” katanya.

Namun di tengah berbagai risiko tersebut, ada satu hal sederhana yang disebut sangat berpengaruh bagi bayi prematur, yakni pelukan ibu. Melalui metode kangaroo mother care atau kontak kulit ke kulit, bayi mendapat rasa aman layaknya berada di dalam kandungan.

“Pelukan ibu sebenarnya adalah inkubator terbaik. Bayi mendengar detak jantung ibunya, merasakan kehangatan, dan itu membantu perkembangan mereka,” tuturnya.

Di Rumah Sakit Bunda, orang tua didorong untuk terlibat langsung dalam perawatan bayi sejak dini. Bahkan, orang tua diperbolehkan mendampingi bayi lebih lama agar proses pemberian ASI dan ikatan emosional dapat terbentuk lebih kuat.

Selain membantu perkembangan bayi, ketenangan ibu juga diyakini sangat memengaruhi kondisi anak. Karena itu, tenaga medis tidak hanya fokus pada tindakan medis, tetapi juga memberikan dukungan emosional kepada keluarga pasien.

“Kalau ibu tenang, biasanya bayinya juga lebih baik responsnya. Harapan itu penting,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya peran perawat menjelang peringatan International Nurses Day pada 12 Mei mendatang. Menurutnya, perawat bukan hanya menjalankan instruksi medis, tetapi menghadirkan sentuhan kemanusiaan bagi pasien dan keluarga.

“Perawat itu merawat bayi 24 jam. Kalau tidak ada rasa kemanusiaan dan kasih sayang, pelayanan tidak akan terasa utuh,” katanya.
Di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan di sejumlah daerah, edukasi kepada masyarakat dinilai menjadi langkah penting untuk menekan angka kelahiran prematur. Mulai dari kesiapan kehamilan, pemenuhan gizi ibu, hingga pemeriksaan kesehatan rutin perlu terus disosialisasikan.

“Masalah prematur memang kompleks, tetapi banyak yang sebenarnya bisa dicegah. Yang paling penting adalah jangan kehilangan harapan,” tutupnya.(rls/sh)

Topik: asi ibuLayanan Neuro development

TerkaitBerita

Ancaman Penyakit Saluran Cerna Meningkat, EMDIC Hadir Sebagai Solusi Total Kaum Urban
Kesehatan

Ancaman Penyakit Saluran Cerna Meningkat, EMDIC Hadir Sebagai Solusi Total Kaum Urban

oleh Editor : Akula
26 Juni 2026
Waspadai Gejala IMS yang Sering Diabaikan, Kasus Sifilis dan Gonore Terus Meningkat
Kesehatan

Waspadai Gejala IMS yang Sering Diabaikan, Kasus Sifilis dan Gonore Terus Meningkat

oleh Editor : Affandy
24 Juni 2026
Psikiater Ungkap Ciri Psikopat Usai Viral Kasus Penyekapan Sadis di Bandung
Kesehatan

Psikiater Ungkap Ciri Psikopat Usai Viral Kasus Penyekapan Sadis di Bandung

oleh Editor : Affandy
23 Juni 2026
Bersama Menjaga Senyum Anak Indonesia, Ratusan Siswa SLB Dapatkan Pemeriksaan Gigi Gratis
Kesehatan

Bersama Menjaga Senyum Anak Indonesia, Ratusan Siswa SLB Dapatkan Pemeriksaan Gigi Gratis

oleh Editor : Affandy
20 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Manjakan Nasabah, Bank Jakarta Sabet Tiga Penghargaan Customer Experience Terbaik 2026

Manjakan Nasabah, Bank Jakarta Sabet Tiga Penghargaan Customer Experience Terbaik 2026

27 Juni 2026
Judol Hayam Wuruk Gunakan Server Brasil, China hingga Vietnam demi Hindari Pelacakan Aparat

Judol Hayam Wuruk Gunakan Server Brasil, China hingga Vietnam demi Hindari Pelacakan Aparat

27 Juni 2026
SHOW Token Siap Dorong Transformasi Industri Film Nasional Berbasis Blockchain dan AI

SHOW Token Siap Dorong Transformasi Industri Film Nasional Berbasis Blockchain dan AI

27 Juni 2026
Nikita Willy Berbagi Inspirasi Memilih Pakaian Nyaman untuk Temani Aktivitas Issa

Nikita Willy Berbagi Inspirasi Memilih Pakaian Nyaman untuk Temani Aktivitas Issa

27 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3593 shares
    Share 1437 Tweet 898
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    450 shares
    Share 180 Tweet 113
  • Swiss vs Kanada Perebutkan Puncak Klasemen Grup B

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Marco Bezzecchi Kena Sanksi Berat Setelah Pukul Marshal

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Obat Bebas Tetap Memiliki Risiko, Masyarakat Diminta Lebih Bijak Menggunakannya

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya