Koranindopos.com – Jakarta. Dalam upaya memperluas akses literasi ke pelosok Indonesia, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menyerahkan 64 unit motor perpustakaan keliling pada Senin (30/12/2024). Langkah ini merupakan hasil optimalisasi anggaran tahun 2024 yang telah dibahas dalam rapat kerja Perpusnas dengan Komisi X DPR RI.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, menekankan pentingnya penggunaan motor perpustakaan keliling untuk menjangkau wilayah terpencil yang sulit diakses oleh mobil perpustakaan. “Mobil perpustakaan keliling memiliki keterbatasan daya jangkau. Motor ini menjadi solusi untuk masuk ke ruang-ruang yang hanya bisa diakses kendaraan roda dua,” ujar Aminudin.
Setiap unit motor dilengkapi 250 buku dari 125 judul, meskipun jumlah tersebut dianggap masih jauh dari kebutuhan literasi masyarakat. Aminudin berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan korporasi, untuk menambah koleksi buku. “Kami harap para pemangku kepentingan dapat mendukung agar koleksi buku di motor perpustakaan keliling bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Untuk memastikan akuntabilitas, Perpusnas akan meluncurkan sistem daring yang memungkinkan pelaporan pemanfaatan bantuan dilakukan secara berkala. “Sistem ini mempermudah pelacakan distribusi dan pemanfaatan motor perpustakaan keliling, sehingga semua data dapat dipertanggungjawabkan dengan transparan,” jelas Aminudin.
Selain itu, ia mengimbau pemerintah daerah segera mengurus balik nama aset yang diberikan untuk menghindari kendala administratif, termasuk pembayaran pajak di masa mendatang.
Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, menyatakan pentingnya kolaborasi lintas lembaga untuk meningkatkan literasi masyarakat meski dengan anggaran terbatas. Ia menyoroti keterhubungan Perpusnas dengan kementerian lain, seperti Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Riset. “Sinergitas antar lembaga sangat penting agar tujuan peningkatan literasi tercapai,” ungkapnya.
Penyerahan motor perpustakaan keliling dilakukan secara simbolis kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Kabupaten Garut, dan Kota Dumai. Program ini diharapkan mampu memperkuat peran Perpusnas dalam meningkatkan budaya baca masyarakat Indonesia.








