Minggu, 14 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Traveling

Physical Carrying Capacity Candi Borobudur Demi Kelestarian dan PemanfaatanEmpty heading

Editor : Hana oleh Editor : Hana
24 Juli 2022
in Traveling
A A
0
Borobudur

Foto Cover: Lanskap keindahan Candi Borobudur saat matahari terbit. (shutterstock/pambudiyogaperdana).

Share on FacebookShare on Twitter

Artikel Terkait

China Bangga Indonesia Berhasil Merawat dan Mengembangbiakkan Panda Raksasa

Ulah Wisatawan Dinilai Meresahkan, Kawasan Heritage Between Two Gates Kotagede Ditutup Sementara

Pemerintah Tertibkan Ribuan Vila Tak Berizin, Upaya Wujudkan Pariwisata yang Lebih Aman dan Berdaya Saing

koranindopos.com – Jakarta, Candi Borobudur sudah berdiri tegak sejak ribuan tahun yang lalu. Warisan budaya ini juga menjadi salah satu tempat wisata populer di Indonesia, baik untuk wisatawan lokal maupun mancanegara. Dalam satu hari, bangunan candi harus menopang hingga puluhan ribu wisatawan per hari. Padahal, dengan usia candi yang semakin tua, masalah kelestarian mulai harus diperhatikan. Salah satu solusi yang bisa dilakukan untuk masalah ini adalah dengan menerapkan physical carrying capacity.

Dalam sebuah penafsiran, physical carrying capacity adalah batas maksimal untuk wisatawan yang datang ke sebuah lokasi wisata. Physical carrying capacity biasanya digunakan untuk menentukan ambang batas terkait perubahan lingkungan dan gangguan yang mungkin terjadi pada suatu tempat wisata.

“Perhitungan physical carrying capacity atau daya tapung fisik Candi Borobudur sebenarnya sudah dimulai pada 2006, bahkan riset dan pengumpulan data sudah dilakukan sejak 2003 dan menjadi bagian dari rekomendasi hasil riset pada waktu itu. Upaya pengaturan pengunjung dalam visitor management dengan juga merupakan salah satu rekomendasi dari hasil reaktif monitoring UNESCO tahun 2006,” kata Bramantara selaku Ketua Pokja Pemeliharaan Candi Borobudur/Badan Konservasi Borobudur.

Bramantara melanjutkan, esensi physical carrying capacity ini bukan hanya soal keterawatan saja, tetapi bagaimana penerapan ini dapat memperkuat dan meningkatkan experience pengunjung. Physical carrying capacity kemudian menjadi produk riset sesuai dengan rekomendasi UNESCO. Jadi, physical carrying capacity diterapkan untuk mengatur jumlah pengunjung pada waktu tertentu  dalam kurun waktu satu hari.

“Sebenarnya Candi Borobudur sudah ditetapkan batas maksimalnya, yaitu 1.259 orang per hari. Namun, apa yang terjadi di lapangan tidak demikian. Ketika peak season, seperti libur Lebaran, pernah mencapai 55 ribu pengunjung yang datang ke Candi Borobudur dalam waktu satu hari. Kami perkirakan separuh di antaranya naik ke atas candi. Dari perkiraan itu saja sudah dapat dipastikan bahwa Candi Borobudur sudah ‘kelebihan muatan’,” lanjut Bramantara.

Ada empat indikator dalam penerapan physical carrying capacity. Pertama adalah perhitungan pada luas area. Kedua, perhitungan jumlah kunjungan per hari dan per jam. Ketiga adalah lama kunjungan dan keempat adalah faktor rotasi pengunjung.

“Dalam konteks physical carrying capacity, pada akhirnya kami juga harus melakukan klasifikasi. Candi Borobudur merupakan tempat wisata edukasi, wisata bersejarah, dan menjadi tempat ritual keagamaan,” imbuh Bramantara.

Untuk itu, penerapan physical carrying capacity memiliki urgensi yang jelas dalam konteks visitor management. Terlebih dalam konteks sustainable cultural tourism untuk mendukung aspek kelestarian yang juga dapat memberikan dampak kepada quality tourism.

a group of people outside a building

Lanskap wisatawan memenuhi kawasan Candi Borobudur, demi menjaga kelestarian dan pemanfaatan akan diberlakukan penerapan physical carrying capacity. (Foto: shutterstock/triononofi).

“Tentunya penerapan physical carrying capacity ini tidak akan lepas dari bagaimana agar pengunjung candi bisa merasakan nilai universal luar biasa (OUV) dalam melakukan thematic tourism, yaitu mendapatkan nilai interpretasi yang mereka dapatkan dari pemandu,” ujar Bramantara.

Tingkat kerusakan Candi Borobudur sudah dimonitoring sejak selesai pemugaran kedua (1973-19883) dan penelitian tentang faktor penyebab kerusakan juga sudah banyak dilakuka oleh Balai Konservasi Borobudur, termasuk hal yang berkaitan dengan pengaturan pengunjung (visitor management) ini juga sudah diteliti sejak 2003. Kerusakan yang paling sering temui akibat dari pengunjung adalah vandalisme, kerusakan karena permen karet, dan keausan pada bagian tangga karena sering dilewati oleh wisatawan. Hingga saat ini, keausan maksimal yang sudah terjadi pada batu sudah mencapai 5 cm.

“Jika hal yang merusak kelestarian Candi Borobudur tidak segera diperhatikan, maka dapat dipastikan dalam kurun waktu beberapa tahun bagian yang aus akan habis karena tidak bisa dilakukan perbaikan,” lanjut Bramantara.

Pentingnya physical carrying capacity dapat memberikan dampak kelestarian bagi bangunan candi dan berkaitan dengan pariwisata yang berkualitas. Kata Bramantara, tentunya pelestarian candi juga didukung pemeliharaan rutin dari pengelola. Penerapan physical carrying capacity juga perlu sosialisasi agar wisatawan memahami alasan pengaturan ini.

“Pertama, sebagai situs warisan dunia, pengaturan jumlah pengunjung ini dapat menunjang aspek kondisi keterawatan agar material candi bisa bertahan lama. Kedua, pengunjung berkesempatan mendapat experience dan memahami esensi Candi Borobudur dengan lebih baik karena mendapatkan ruang yang cukup saat berkeliling,” jelas Bramantara.

Demi keberhasilan penerapan physical carrying capacity, Bramantara berharap keterlibatan dari stakeholders dan pemangku kepentingan dalam proses sosialisasi. Tentunya dibutuhkan komunikasi publik yang baik agar pihak terkait dan masyarakat memahami bahwa ini dilakukan demi kelestarian Candi Borobudur.

“Hal yang perlu disampaikan kepada publik adalah bahwa penerapan physical carrying capacity dilakukan dengan melihat dua hal, pelestarian dan pemanfaatan. Tentunya bukan hal mudah dan pasti akan banyak pro dan kontra. Namun, menurut saya hanya perlu pembiasaan dan pemahaman kepada masyarakat agar kemegahan Candi Borobudur bisa diwariskan terus ke generasi selanjutnya,” ujar Bramantara.(han)

Topik: Candi BorobudurTraveling

TerkaitBerita

China Bangga Indonesia Berhasil Merawat dan Mengembangbiakkan Panda Raksasa
Traveling

China Bangga Indonesia Berhasil Merawat dan Mengembangbiakkan Panda Raksasa

oleh Editor : Affandy
14 Juni 2026
Ulah Wisatawan Dinilai Meresahkan, Kawasan Heritage Between Two Gates Kotagede Ditutup Sementara
Traveling

Ulah Wisatawan Dinilai Meresahkan, Kawasan Heritage Between Two Gates Kotagede Ditutup Sementara

oleh Editor : Affandy
7 Juni 2026
Pemerintah Tertibkan Ribuan Vila Tak Berizin, Upaya Wujudkan Pariwisata yang Lebih Aman dan Berdaya Saing
Traveling

Pemerintah Tertibkan Ribuan Vila Tak Berizin, Upaya Wujudkan Pariwisata yang Lebih Aman dan Berdaya Saing

oleh Editor : Affandy
6 Juni 2026
Truntum Cihampelas Bandung
Traveling

Truntum Cihampelas Bandung Hadirkan Pengalaman Menginap Mewah di Jantung Kota Bandung

oleh Editor : Hana
5 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Lutesha Ungkap Sisi Kelam Peran Tari di Film Cerita Lila

Lutesha Ungkap Sisi Kelam Peran Tari di Film Cerita Lila

14 Juni 2026
eco echo

Berlari untuk Konservasi, Eco Echo Trail Run 2026 Dukung Perlindungan Gajah Sumatra

14 Juni 2026
Dari Mimbar Bebas ke FYP: Ketika Suara Mahasiswa Bertransformasi di Era Digital

Dari Mimbar Bebas ke FYP: Ketika Suara Mahasiswa Bertransformasi di Era Digital

14 Juni 2026
Samsung Perkuat Dominasi Pasar Smartphone 2026, dari Galaxy A07 5G hingga Galaxy Z Fold8

Samsung Perkuat Dominasi Pasar Smartphone 2026, dari Galaxy A07 5G hingga Galaxy Z Fold8

14 Juni 2026

Terpopuler

  • Isuzu Panther Mini, Legenda MPV Diesel yang Kembali Hadir dengan Mesin Tangguh dan Hemat BBM

    Isuzu Panther Mini, Legenda MPV Diesel yang Kembali Hadir dengan Mesin Tangguh dan Hemat BBM

    496 shares
    Share 198 Tweet 124
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3489 shares
    Share 1396 Tweet 872
  • Polisi Sita 276 Cartridge Vape Mengandung Narkotika Etomidate Senilai Rp1,5 Miliar

    332 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    415 shares
    Share 166 Tweet 104
  • Angka Kematian Ibu di Indonesia Tertinggi Se-Asia Tenggara

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya