Senin, 26 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Traveling

Physical Carrying Capacity Candi Borobudur Demi Kelestarian dan PemanfaatanEmpty heading

Editor : Hana oleh Editor : Hana
24 Juli 2022
in Traveling
A A
0
Borobudur

Foto Cover: Lanskap keindahan Candi Borobudur saat matahari terbit. (shutterstock/pambudiyogaperdana).

Share on FacebookShare on Twitter

Artikel Terkait

Wisata Bromo Dibuka Lagi, Wisatawan Diminta Hati-Hati Dengan Sisa Kebakaran

Kejar Garis Finis Hyrox Jadi Tren Traveling Modern

Liburan Keluarga Jadi Asyik di Avery Hotel & Waterpark Surabaya

koranindopos.com – Jakarta, Candi Borobudur sudah berdiri tegak sejak ribuan tahun yang lalu. Warisan budaya ini juga menjadi salah satu tempat wisata populer di Indonesia, baik untuk wisatawan lokal maupun mancanegara. Dalam satu hari, bangunan candi harus menopang hingga puluhan ribu wisatawan per hari. Padahal, dengan usia candi yang semakin tua, masalah kelestarian mulai harus diperhatikan. Salah satu solusi yang bisa dilakukan untuk masalah ini adalah dengan menerapkan physical carrying capacity.

Dalam sebuah penafsiran, physical carrying capacity adalah batas maksimal untuk wisatawan yang datang ke sebuah lokasi wisata. Physical carrying capacity biasanya digunakan untuk menentukan ambang batas terkait perubahan lingkungan dan gangguan yang mungkin terjadi pada suatu tempat wisata.

“Perhitungan physical carrying capacity atau daya tapung fisik Candi Borobudur sebenarnya sudah dimulai pada 2006, bahkan riset dan pengumpulan data sudah dilakukan sejak 2003 dan menjadi bagian dari rekomendasi hasil riset pada waktu itu. Upaya pengaturan pengunjung dalam visitor management dengan juga merupakan salah satu rekomendasi dari hasil reaktif monitoring UNESCO tahun 2006,” kata Bramantara selaku Ketua Pokja Pemeliharaan Candi Borobudur/Badan Konservasi Borobudur.

Bramantara melanjutkan, esensi physical carrying capacity ini bukan hanya soal keterawatan saja, tetapi bagaimana penerapan ini dapat memperkuat dan meningkatkan experience pengunjung. Physical carrying capacity kemudian menjadi produk riset sesuai dengan rekomendasi UNESCO. Jadi, physical carrying capacity diterapkan untuk mengatur jumlah pengunjung pada waktu tertentu  dalam kurun waktu satu hari.

“Sebenarnya Candi Borobudur sudah ditetapkan batas maksimalnya, yaitu 1.259 orang per hari. Namun, apa yang terjadi di lapangan tidak demikian. Ketika peak season, seperti libur Lebaran, pernah mencapai 55 ribu pengunjung yang datang ke Candi Borobudur dalam waktu satu hari. Kami perkirakan separuh di antaranya naik ke atas candi. Dari perkiraan itu saja sudah dapat dipastikan bahwa Candi Borobudur sudah ‘kelebihan muatan’,” lanjut Bramantara.

Ada empat indikator dalam penerapan physical carrying capacity. Pertama adalah perhitungan pada luas area. Kedua, perhitungan jumlah kunjungan per hari dan per jam. Ketiga adalah lama kunjungan dan keempat adalah faktor rotasi pengunjung.

“Dalam konteks physical carrying capacity, pada akhirnya kami juga harus melakukan klasifikasi. Candi Borobudur merupakan tempat wisata edukasi, wisata bersejarah, dan menjadi tempat ritual keagamaan,” imbuh Bramantara.

Untuk itu, penerapan physical carrying capacity memiliki urgensi yang jelas dalam konteks visitor management. Terlebih dalam konteks sustainable cultural tourism untuk mendukung aspek kelestarian yang juga dapat memberikan dampak kepada quality tourism.

a group of people outside a building

Lanskap wisatawan memenuhi kawasan Candi Borobudur, demi menjaga kelestarian dan pemanfaatan akan diberlakukan penerapan physical carrying capacity. (Foto: shutterstock/triononofi).

“Tentunya penerapan physical carrying capacity ini tidak akan lepas dari bagaimana agar pengunjung candi bisa merasakan nilai universal luar biasa (OUV) dalam melakukan thematic tourism, yaitu mendapatkan nilai interpretasi yang mereka dapatkan dari pemandu,” ujar Bramantara.

Tingkat kerusakan Candi Borobudur sudah dimonitoring sejak selesai pemugaran kedua (1973-19883) dan penelitian tentang faktor penyebab kerusakan juga sudah banyak dilakuka oleh Balai Konservasi Borobudur, termasuk hal yang berkaitan dengan pengaturan pengunjung (visitor management) ini juga sudah diteliti sejak 2003. Kerusakan yang paling sering temui akibat dari pengunjung adalah vandalisme, kerusakan karena permen karet, dan keausan pada bagian tangga karena sering dilewati oleh wisatawan. Hingga saat ini, keausan maksimal yang sudah terjadi pada batu sudah mencapai 5 cm.

“Jika hal yang merusak kelestarian Candi Borobudur tidak segera diperhatikan, maka dapat dipastikan dalam kurun waktu beberapa tahun bagian yang aus akan habis karena tidak bisa dilakukan perbaikan,” lanjut Bramantara.

Pentingnya physical carrying capacity dapat memberikan dampak kelestarian bagi bangunan candi dan berkaitan dengan pariwisata yang berkualitas. Kata Bramantara, tentunya pelestarian candi juga didukung pemeliharaan rutin dari pengelola. Penerapan physical carrying capacity juga perlu sosialisasi agar wisatawan memahami alasan pengaturan ini.

“Pertama, sebagai situs warisan dunia, pengaturan jumlah pengunjung ini dapat menunjang aspek kondisi keterawatan agar material candi bisa bertahan lama. Kedua, pengunjung berkesempatan mendapat experience dan memahami esensi Candi Borobudur dengan lebih baik karena mendapatkan ruang yang cukup saat berkeliling,” jelas Bramantara.

Demi keberhasilan penerapan physical carrying capacity, Bramantara berharap keterlibatan dari stakeholders dan pemangku kepentingan dalam proses sosialisasi. Tentunya dibutuhkan komunikasi publik yang baik agar pihak terkait dan masyarakat memahami bahwa ini dilakukan demi kelestarian Candi Borobudur.

“Hal yang perlu disampaikan kepada publik adalah bahwa penerapan physical carrying capacity dilakukan dengan melihat dua hal, pelestarian dan pemanfaatan. Tentunya bukan hal mudah dan pasti akan banyak pro dan kontra. Namun, menurut saya hanya perlu pembiasaan dan pemahaman kepada masyarakat agar kemegahan Candi Borobudur bisa diwariskan terus ke generasi selanjutnya,” ujar Bramantara.(han)

Topik: Candi BorobudurTraveling

TerkaitBerita

DIBUKA KEMBALI: Destinasi wisata Bromo Kembali dibuka pasca beberapa Waktu lalu dilanda kebakaran hamparan vegetasi. (Foto Ilustrasi: pendiksrental.com)
Traveling

Wisata Bromo Dibuka Lagi, Wisatawan Diminta Hati-Hati Dengan Sisa Kebakaran

oleh Editor : Memoarto
20 September 2026
TREN BARU: Sejumlah peserta ajang fitness racing, Hyrox. (Foto Ilustrasi: Primafit.com)
Traveling

Kejar Garis Finis Hyrox Jadi Tren Traveling Modern

oleh Editor : Memoarto
13 September 2026
LIBURAN KELUARGA: Kamar anak di Avery Hotel & Waterpark Surabaya Tugu Pahlawan resmi beroperasi pada medio September 2026. Hotel tersebut  menawarkan konsep Smart Recreation dan Ultimate Urban Playground bagi keluarga.  (Foto: DOk./ WHHG)
Traveling

Liburan Keluarga Jadi Asyik di Avery Hotel & Waterpark Surabaya

oleh Editor : Memoarto
8 September 2026
MORAZEN Yogyakarta
Traveling

MORAZEN Yogyakarta Rayakan Hari Pelanggan Nasional dengan Berbagi Kue Sarang Semut kepada Tamu

oleh Editor : Hana
5 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

MORAZEN Yogyakarta

72 Mobil Tua Ramaikan Carmeet Underground di MORAZEN Yogyakarta

26 Oktober 2026
AQUA Elektronik

AQUA Elektronik Perluas Pasar Jawa Timur, Andalkan Produk Smart Living

26 Oktober 2026
TAMBAH PASUKAN: Hotspot karhutla Kalsel terus naik. (Foto Ilustrasi: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)

Jalur Gajah Way Kambas Lampung Terkepung Karhutla

26 Oktober 2026
Kemenkes Beralasan Foto Menkes Pakai Tabung Oksigen di Palangka Raya Hanya Edukasi, Bantah Narasi Sesak Napas Karhutla

Kemenkes Beralasan Foto Menkes Pakai Tabung Oksigen di Palangka Raya Hanya Edukasi, Bantah Narasi Sesak Napas Karhutla

26 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5077 shares
    Share 2031 Tweet 1269
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1101 shares
    Share 440 Tweet 275
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya