Koranindopos.com, JAKARTA – Polisi dan Dinas Perdagangan dan Ketahanan Pangan DKI Jakarta mengecek ketersediaan beras di seluruh gudang di ibu kota. Inspeksi mendadak (sidak) itu bertujuan untuk mencegah penimbunan. Dalam aksi itu, polisi menemukan 5.956 ton beras di Gudang PT Belitang Panen Raya belum terdistribusi ke pasar.
”Jika ditemukan indikasi penimbunan setelah kita lakukan pengecekkan ini, akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku,” kata Kasubdit 1 Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP M. Ardila Amry kepada awak media pada Kamis (14/8/2025).
Ardila mengatakan, sidak dilakukan serentak di sejumlah gudang di Jakarta. Tujuannya, untuk memastikan ketersediaan beras tetap aman, harga jual yang terjangkau sesuai harga eceran tertinggi (HET), dan mengantisipasi kelangkaan di pasar.
Dia juga menjelaskan, sidak tersebut menemukan stok beras sejumlah 5.956 ton di gudang PT Belitang Panen Raya yang diproduksi pada Agustus ini. Ardila meminta stok tersebut segera didistribusikan agar tidak menghambat pasokan di pasar.
”Kami menghimbau agar pelaku usaha mendistribusikan beras maksimal dua hari setelah masuk gudang, sehingga pasokan di pasar tetap terjaga, dan kelangkaan terhadap bahan pokok beras dapat dihindari,” ungkapnya.
Selain memastikan distribusi lancer, lanjut Ardila, tim satgas juga mengecek kualitas beras yang disimpan. Berdasar hasil pengecekan, beras di sana merupakan beras berkualitas premium dengan harga jual ke distributor Rp 14.500-Rp 14.600 per kilogram. ”Pengecekan mutu tetap kami lakukan agar masyarakat menerima beras sesuai kualitas dan label kemasan,” imbuhnya. (dtc/mmr)















