koranindopos.com – Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur –Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan penyelesaian pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, dalam waktu empat tahun ke depan. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melalui unggahan di media sosial, Sabtu (26/10), usai menerima pengarahan langsung dari Presiden Prabowo pada hari kedua kegiatan pembekalan anggota Kabinet Merah Putih (KMP) yang berlangsung di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.
Dalam keterangannya, Raja Juli Antoni menyatakan bahwa Presiden Prabowo menempatkan pembangunan IKN sebagai prioritas utama pemerintahan. Presiden berharap ibu kota baru ini akan menjadi simbol perubahan dan pusat pemerintahan baru bagi Indonesia. “Beliau sangat berharap momen bersejarah ini menjadi simbol bahwa IKN benar-benar menjadi pusat pemerintahan yang baru,” ujar Raja Juli. Ia menambahkan bahwa Presiden Prabowo memiliki visi menjadikan IKN sebagai “Ibukota Politik” yang mencakup pembangunan gedung eksekutif, legislatif, dan yudikatif dalam kerangka trias politika.
Raja Juli Antoni juga menegaskan bahwa keputusan pembangunan IKN sudah final dan strategis bagi kemajuan bangsa. “IKN adalah proyek strategis yang sudah diputuskan untuk dilanjutkan. Tidak perlu ada lagi pertanyaan soal itu,” katanya, mengutip arahan tegas Kepala Negara. Pembangunan infrastruktur penting seperti gedung legislatif dan yudikatif menjadi bagian dari target empat tahun ke depan untuk memastikan IKN siap digunakan sebagai pusat pemerintahan.
Rencana ini juga mencakup penyelenggaraan Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di IKN dalam beberapa tahun mendatang, sebagai langkah simbolis untuk mengokohkan fungsi IKN sebagai ibu kota negara.
Kegiatan retreat Kabinet Merah Putih yang berlangsung sejak Jumat (25/10) ini dimaksudkan untuk memperkuat kesatuan dan komitmen di antara anggota kabinet. Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan senam pagi bersama dan latihan baris berbaris yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo. Hari itu ditutup dengan Parade Senja, yang menyiratkan pesan pentingnya pemerintah dalam mempersiapkan generasi penerus yang tangguh dan siap menghadapi tantangan global.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi antara kabinet dan militer sebagai bagian dari upaya menjaga keutuhan dan stabilitas bangsa. “Upaya kolaboratif antara kabinet dan militer menjadi kunci penting dalam menjaga keutuhan dan stabilitas bangsa,” tegasnya.
Pada hari kedua, pembekalan difokuskan pada materi tata kelola pemerintahan yang disampaikan oleh sejumlah menteri senior, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Erick Thohir, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy, dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Presiden Prabowo sendiri turut memberikan arahan kepada jajaran kabinetnya, mengharapkan kabinet yang solid secara fisik dan kuat dalam visi bersama.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Presiden Prabowo berharap anggota kabinet dapat bekerja kompak dalam mencapai target-target besar pemerintahan, terutama dalam memastikan kelanjutan proyek-proyek strategis seperti pembangunan IKN.
Pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur ini merupakan salah satu proyek prioritas yang diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di luar Pulau Jawa. Dengan target penyelesaian dalam empat tahun, Presiden Prabowo berharap IKN dapat menjadi representasi nyata dari cita-cita Indonesia untuk mewujudkan pusat pemerintahan yang modern dan inklusif.
Keputusan strategis ini juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menuntaskan proyek-proyek nasional yang sudah dimulai, memastikan IKN dapat berfungsi optimal sebagai pusat pemerintahan dalam waktu dekat. (hai/infopublik))










