koranindopos.com – Jakarta. Pemprov DKI merencanakan pengoperasian bus listrik dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, tahun ini, target bus listrik yang dioperasikan sebanyak 100 unit. Namun, jelang tahun ini berakhir, PT Transportasi Jakarta (TJ) hanya bisa merealisasikan 30 unit yang melayani warga Jakarta.
Meski tahun ini tidak bisa terealisasi sesuai target, PT TJ kembali menargetkan bus listrik tambahan beroperasi tahun depan. ”Tahun depan, rencananya 100 unit bus yang single,” terang Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT TJ Anang Rizkani Noor.
Rizkani tidak menampik, bahwa target operasional bus listrik di Jakarta tidak sedikit. Yakni, mencapai 10 ribu unit bus listrik hingga 2030. Hal itu karena PT TJ ingin semua bus yang dioperasikan ke depannya berbasis listrik karena saat ini masih menggunakan bahan bakar fosil. Mereka mengganti busnya secara bertahap.
Saat ditanyakan jumlah bus listrik yang berbahan bakar fosil yang segera berakhir masa operasionalnya, Anang mengaku lupa angka rincinya. Namun, dia menyebutkan setiap bus yang dioperasikan saat ini ada masa operasionalnya. ”Sudah disepakati berapa lama bus-nya bisa beroperasi. Kapan armada harus berhenti. Itu, kami sudah berkontrak dengan operator. Jadi, kami tahulah kapan bus itu berhenti operasi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Anang juga menyampaikan, banyak manfaat yang bisa dirasakan dengan pengalihan operasional dari bus berbahan bakar fosil menjadi elektrik tersebut. Salah satunya, mengurangi biaya operasional. ”Saya lupa angkanya, tapi biaya operasional berkurang. Selain itu, bus listrik juga bisa mengurangi emisi karbon. Pengurangannya bisa mencapai 50 persen,” jelasnya. ‘
Namun, saat ditanyakan berapa lama bus listrik bisa mengaspal di Jakarta, Anang enggan menjelaskannya. ”Saya gak bisa bicara sekarang pastinya berapa lama. Itu kan lebih ke mesinnya yang perlu pembaharuan,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo menuturkan, tahun ini hanya 30 unit bus listrik yang bisa direalisasikan melayani penumpang TJ. ”Target bus listrik tahun ini tetap kita harapkan terealisasi, tapi ada keterlambatan. Namun, kita tetap sudah ada kontrak antara TJ dengan operator. Cuman otomatis realisasinya bergeser ke 2023,” terangnya. (wyu/mmr)










