“Brigjen (Purn) Hendrawan Ostevan sudah lama meninggalkan dinas kemiliteran. Usia beliau sudah 75 tahun, lahir pada 24 Oktober 1949,” ujar Hariyanto dalam keterangannya kepada wartawan. “Yang bersangkutan merupakan Purnawirawan TNI,” tambahnya.
Hendrawan Ostevan, yang kini berusia 75 tahun, telah lama mengakhiri karier militernya. Sebagai seorang Brigadir Jenderal, Hendrawan dikenal sebagai anggota TNI yang memiliki pengabdian panjang dalam dinas kemiliteran. Meskipun sudah pensiun, jasa-jasanya selama bertugas di TNI tetap dikenang.
Saat ditemukan, jasad Hendrawan Ostevan mengambang di perairan Marunda, Jakarta Utara, dan hal ini segera menarik perhatian masyarakat dan media. Keberadaan jenazah tersebut memicu sejumlah spekulasi, meskipun pihak berwenang masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian dan kondisi sebelum penemuan jasad tersebut.
Puspen TNI dan pihak berwenang setempat telah melakukan konfirmasi mengenai identitas jenazah yang ditemukan. Proses identifikasi berjalan dengan lancar, dan keterangan resmi pun dikeluarkan. Meskipun sudah ada konfirmasi mengenai status pensiunan Hendrawan Ostevan, pihak kepolisian dan otoritas terkait lainnya masih melanjutkan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian dan faktor-faktor lain yang mungkin terkait.
Kematian seorang pensiunan TNI yang pernah menjabat di posisi tinggi ini tentu mengundang perhatian luas, mengingat reputasi dan pengaruh yang dimilikinya selama bertugas. Masyarakat dan pihak keluarga berharap agar penyelidikan dapat mengungkapkan seluruh fakta terkait kejadian ini.
Puspen TNI mengimbau agar masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kematian dan menunggu hasil penyelidikan yang lebih lanjut dari pihak berwenang.(dhil)
















