koranindopos.com – Jakarta. Atlet angkat besi putra kebanggaan Indonesia, Rizki Juniansyah, kembali mencetak sejarah gemilang di ajang IWF World Championship 2025 yang berlangsung di Forde, Norwegia. Lifter muda berusia 21 tahun itu berhasil meraih dua medali emas pada kelas 79 kg, sekaligus memecahkan rekor dunia di nomor clean & jerk.
Rizki membukukan angkatan clean & jerk seberat 204 kg, yang tak hanya mengantarnya meraih medali emas, tetapi juga menorehkan rekor dunia baru. Pada nomor snatch, Rizki mengangkat 157 kg dan menempati peringkat ketiga. Secara total, ia mencatatkan 361 kg dari dua nomor angkatan, mengukuhkan dominasinya di kejuaraan dunia tahun ini.
Prestasi ini menambah panjang daftar pencapaian Rizki setelah sebelumnya berhasil meraih medali emas di Olimpiade Paris 2024.
Capaian luar biasa juga ditorehkan lifter Indonesia lainnya. Rahmat Erwin Abdullah sukses membawa pulang medali perak di kelas yang sama (79 kg), sementara Eko Yuli Irawan, lifter senior andalan Indonesia, meraih medali perunggu.
Pada nomor snatch, Eko berhasil mencatat angkat terbaik 137 kg, setelah dua percobaan awalnya gagal. Raihan ini sekaligus memperlihatkan konsistensi Eko sebagai salah satu lifter terbaik Indonesia sepanjang masa.
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan para lifter Merah Putih tersebut.
“Prestasi membanggakan Rizki Juniansyah ini kita sambut dengan gembira dan apresiasi setinggi-tingginya. Ia tidak hanya meraih dua medali emas dari ajang bergengsi dunia, tetapi juga berhasil memecahkan rekor dunia. Ini pencapaian luar biasa,” ujar Menpora Erick.
Erick juga menyampaikan terima kasih atas peran Ketua Umum PB PABSI, Rosan Roeslani, yang dinilainya berkontribusi besar terhadap kemajuan olahraga angkat besi nasional, sejalan dengan harapan Presiden Prabowo Subianto agar atlet Indonesia terus berjaya di tingkat dunia.
“Saya juga mengucapkan selamat kepada Rahmat Erwin dan Eko Yuli yang turut menyumbangkan medali. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan PB PABSI dan pembinaan berkelanjutan yang kuat,” tambahnya.
Menpora menegaskan bahwa angkat besi merupakan cabang olahraga prioritas nasional, dan pemerintah akan terus memberikan dukungan penuh bagi para atlet untuk berprestasi di level internasional.
“Sesuai pesan Presiden Prabowo, para atlet harus terus mengharumkan nama Indonesia dan menunjukkan semangat patriotik di ajang dunia,” pungkas Erick.
Dengan torehan dua emas, satu perak, dan satu perunggu di kejuaraan dunia kali ini, Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan utama angkat besi dunia, serta bukti nyata bahwa regenerasi atlet berjalan dengan baik dari generasi ke generasi. (hai)










