
AKAN BEROPERASI: Mesin bor terowongan atau tunnel boring machine (TBM) pertama MRT Jakarta (MRTJ) untuk Fase 2A telah tiba di Jakarta Utara pada Minggu (21/11).
JAKARTA, koranindopos.com– Proyek MRT fase 2A CP 201 (Bunderan Hotel Indonesia -Harmoni) segera dikerjakan. Itu menyusul setelah mesin bor terowongan atau tunnel boring machine (TBM) pertama MRT Jakarta (MRTJ) tiba di Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Minggu lalu (21/11).
Memang, semua stasiun dan jalur MRT Fase 2A yang meliputi enam stasiun, Yakni Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota akan dibangun di bawah tanah. Namun, untuk merampungkan semua pembangunan stasiun dan jalur bawah tanah tersebut, MRTJ akan menggunakan dua TBM.
Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Rendi Alhial kepada awak media mengatakan, TBM yang sudah tiba tersebut disebut dengan TBM 1. Hal itu lantaran, dalam mengerjakan MRT Fase 2A, dia menyebutkan bahwa akan dua unit TBM yang digunakan. Jadi, untuk pembangunan jalur dari stasiun Sementara TBM selanjutnya akan didatangkan bertahap.
”TBM 1 ini tiba setelah menempuh perjalanan laut kurang lebih selama tiga minggu dari Tiongkok dan datang dalam 48 bagian yang nantinya akan dirakit di lokasi pengeboran,” tuturnya.
Rendi menyebutkan, TBM 1 akan memulai pengeboran dari Stasiun Bundaran HI menuju Stasiun Thamrin lalu melakukan U-turn di dalam stasiun untuk melakukan pengeboran dari Stasiun Thamrin menuju Stasiun Bundaran HI. Setelah itu, TBM 1 tersebut akan diangkut ke Stasiun Monas dan akan melakukan pengeboran ke arah Stasiun Harmoni.
“Sedangkan untuk TBM 2 akan mulai melakukan pengeboran dari Stasiun Monas
menuju Stasiun Thamrin lalu melakukan U-turn untuk pengeboran dari Stasiun Thamrin menuju Stasiun Monas dan melanjutkan pengeboran dari Stasiun Monas ke arah Stasiun Harmoni,” jelasnya.
Sebelum melakukan pengeboran, dia menyebutkan akan dilakukan perakitan terlebih dahulu di Stasiun Bunderan HI. Makanya, mereka akan mengangkut TBM 1 itu ke Stasiun Bunderan HI pada akhir November 2021 untuk membuat terowongan dari Stasiun Bunderan HI menuju Stasiun Harmoni. “Peluncuran serta penggalian terowongan akan mulai dilakukan pada Januari 2022,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rendi menjelaskan, TBM 1 tersebut diselesaikan oleh salah satu pabrik milik perusahaan multinasional asal Jepang yaitu Kawasaki Heavy Industries di Hangzhou dan Wuhu, Tiongkok. Dia juga menyebutkan, pemilihan mesin bor terowongan tersebut telah sesuai dengan pedoman Japan International Cooperation Agency (JICA) Guideline. Selain itu, TBM itu juga dibuat dengan kualitas dan pengawasan produksi sesuai standar Jepang. (fri/brg)









