koranindopos.com – Jakarta Rumor mengenai Ruben Amorim yang akan menangani Manchester United semakin menguat, terutama setelah klub tersebut memecat Erik ten Hag akibat start musim yang mengecewakan. Amorim, pelatih berusia 39 tahun yang saat ini menjabat di Sporting CP, kini menjadi nama terkuat untuk mengisi posisi manajer yang kosong di Old Trafford.
Diyakini bahwa proses perekrutan Amorim akan segera tuntas, dengan Manchester United dan Sporting CP dilaporkan sudah mencapai kesepakatan. MU dikabarkan akan membayar sisa kontrak pelatih asal Portugal tersebut sebesar 10 juta Euro. Langkah ini menjadi sangat penting bagi Manchester United yang sedang berupaya mengembalikan performa tim setelah serangkaian hasil buruk.
Namun, kabar ini juga menimbulkan kekecewaan di kalangan pemain Sporting. Media Portugal, O Jogo, melaporkan bahwa beberapa pemain, termasuk bintang tim Viktor Gyokeres dan Morten Hjulmand, merasa dikhianati oleh keputusan Amorim untuk meninggalkan klub. Keduanya sempat dibujuk untuk tetap bertahan di Sporting pada musim panas lalu dengan janji untuk mempertahankan titel Liga Portugal, namun kini terancam ditinggalkan oleh pelatih mereka di tengah musim.
Amorim sendiri mengakui bahwa suasana di dalam tim menjadi muram sejak ia mengungkapkan situasi tersebut menjelang pertandingan melawan Nacional. Ia menjelaskan bahwa pernyataan mengenai minat Manchester United perlu disampaikan untuk memberi kejelasan kepada pemain.
“Sebelum pernyataan itu dirilis, saya menjelaskan ke para pemain semua yang terjadi. Tidak ada lagi yang perlu dibicarakan,” ungkap Amorim, seperti yang dikutip dari Daily Mail. Ia juga menambahkan bahwa meskipun ia tak ingin mencampuri kehidupan pribadi para pemainnya, sebagai pelatih, ia merasa perlu menjelaskan situasi kepada direksi tentang bagaimana ia menangani skuad.
Amorim memahami bahwa para pemain pasti akan merasa kecewa jika dirinya pergi, tetapi ia menegaskan bahwa itu adalah bagian dari kehidupan dalam dunia sepak bola. “Tak diragukan lagi para pemain saya akan kecewa kalau saya pergi, tapi itu bagian dari hidup. Itu terjadi di Braga saat saya datang ke sini,” tambahnya.
Dengan situasi yang berkembang, banyak penggemar dan analis sepak bola yang menantikan kejelasan lebih lanjut mengenai masa depan Amorim di Manchester United, serta dampaknya terhadap Sporting dan para pemain yang merasa ditinggalkan.(dhil)










