Jumat, 3 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional Peristiwa

Saksi Paslon Pilbup Sampang Tewas Dibacok, Diduga Bermotif Politik

Editor : Hana oleh Editor : Hana
19 November 2024
in Peristiwa
A A
0
pembacokan
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Nasib tragis menimpa J, saksi dari pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sampang, Slamet Junaidi-Ahmad Mahfudz (Jimat Sakteh). Ia tewas dibacok sekelompok orang bersenjata tajam di Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, Sampang, Minggu (17/11/2024).

Peristiwa ini terjadi setelah kunjungan Cabup Slamet Junaidi, yang akrab disapa Haji Idi, ke rumah seorang tokoh agama setempat. Menurut Haji Idi, saat ia dan rombongannya yang berjumlah tujuh orang hendak keluar desa, mereka diadang sekitar 100 orang yang membawa senjata tajam seperti celurit dan pedang.

“Kita cuma bertujuh. Pas mau keluar ada hadangan dari kubu sebelah pakai mobil. Mereka membawa sekitar 100 orang, bawa celurit, pedang,” ujar Haji Idi kepada wartawan, Senin (18/11/2024).

Karena situasi yang tidak memungkinkan, rombongan diarahkan untuk menggunakan jalur lain. Namun, di jalur tersebut mereka kembali dihadang dengan gorong-gorong yang dipasang untuk menghalangi jalan. Rombongan akhirnya berhasil keluar desa, tetapi insiden berdarah telah terjadi di halaman rumah tokoh agama yang mereka kunjungi.

Artikel Terkait

Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, Titik Api Masih Bermunculan dan Asap Selimuti Kawasan

Pengendara Motor Tewas Setelah Tabrak Mobil yang Berhenti di Penjaringan

Nasib Pilu Komang Ani: Lansia yang Pertahankan Tanah Malah Dipenjara, Kini Terancam Kebutaan Permanen

yang dikenalkan oleh Kiai Mualim sebagai saksi sekaligus ketua koordinator desa (kordes) pasangan Jimat Sakteh, menjadi korban pengeroyokan. Ia diserang menggunakan senjata tajam oleh kelompok tersebut hingga tewas.

Kasi Humas Polres Sampang Ipda Dedy Dely Rasidie menyatakan bahwa polisi masih mendalami motif penganiayaan yang menewaskan J. “Dugaan sementara pelaku lebih dari satu, menggunakan senjata tajam sejenis celurit. Namun, untuk motif masih dalam pendalaman,” ujar Dedy.

Polisi telah melakukan autopsi terhadap jenazah korban untuk mengungkap penyebab pasti kematian. Mereka juga sedang mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di lokasi kejadian dan melanjutkan proses penyelidikan intensif.

Insiden ini diduga terkait dengan rivalitas politik menjelang Pemilihan Bupati (Pilbup) Sampang 2024, yang akan digelar pada 27 November 2024. J diketahui merupakan saksi dan pendukung pasangan Jimat Sakteh yang diusung oleh Partai NasDem, Gerindra, PKB, Gelora, PKS, dan Partai Garuda.

Pasangan rival, K.H. Muhammad Bin Muafi Zaini-Abdullah Hidayat (Mandat), diusung oleh delapan partai politik besar, termasuk Golkar, PPP, PAN, dan PDIP. Rivalitas politik yang panas menjelang hari pemungutan suara menjadi sorotan utama dalam kejadian ini.

J meninggalkan istri dan dua anak yang masih kecil, berusia 5 tahun dan 2 tahun. Ia merupakan pegawai PLN asal Pamekasan yang menikah dengan warga Desa Ketapang Laok. Kehilangan J menjadi duka mendalam bagi keluarganya serta menambah keruh suasana politik di Sampang.

Polisi dan pemerintah daerah mengimbau agar situasi politik menjelang Pilbup tetap kondusif. Aparat keamanan juga berjanji untuk meningkatkan pengamanan di wilayah rawan konflik agar kejadian serupa tidak terulang.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa rivalitas politik tidak boleh mengorbankan nyawa manusia. Semua pihak diharapkan dapat menjaga keamanan dan kedamaian selama proses demokrasi berlangsung.(dhil)

Topik: pembacokansaksi calon pilbupsampang

TerkaitBerita

Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, Titik Api Masih Bermunculan dan Asap Selimuti Kawasan
Peristiwa

Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, Titik Api Masih Bermunculan dan Asap Selimuti Kawasan

oleh Editor : Affandy
1 Juli 2026
Pengendara Motor Tewas Setelah Tabrak Mobil yang Berhenti di Penjaringan
Peristiwa

Pengendara Motor Tewas Setelah Tabrak Mobil yang Berhenti di Penjaringan

oleh Editor : Affandy
25 Juni 2026
Nasib Pilu Komang Ani: Lansia yang Pertahankan Tanah Malah Dipenjara, Kini Terancam Kebutaan Permanen
Peristiwa

Nasib Pilu Komang Ani: Lansia yang Pertahankan Tanah Malah Dipenjara, Kini Terancam Kebutaan Permanen

oleh Editor : Akula
24 Juni 2026
Briptu Nanda Gugur Saat Selamatkan Anak yang Terseret Arus di Maluku
Peristiwa

Briptu Nanda Gugur Saat Selamatkan Anak yang Terseret Arus di Maluku

oleh Editor : Affandy
23 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Sinopsis Terlanjur Mencintaimu, Sinetron Baru RCTI yang Satukan Marsha Aruan dan Chicco Jerikho

Sinopsis Terlanjur Mencintaimu, Sinetron Baru RCTI yang Satukan Marsha Aruan dan Chicco Jerikho

2 Juli 2026
Satu Dekade CATCHPLAY+: Hannah Al Rashid Unjuk Gigi dalam Proyek Horor-Action Hardcore

Satu Dekade CATCHPLAY+: Hannah Al Rashid Unjuk Gigi dalam Proyek Horor-Action Hardcore

2 Juli 2026
10 Tahun Vakum, Marsha Aruan Gugup Kembali Main Sinetron di ‘Terlanjur Mencintaimu’

10 Tahun Vakum, Marsha Aruan Gugup Kembali Main Sinetron di ‘Terlanjur Mencintaimu’

2 Juli 2026
Wong Hang Bersaudara Kenalkan AI SMART MEASUREMENT di HUT Bhayangkara 2026

Wong Hang Bersaudara Kenalkan AI SMART MEASUREMENT di HUT Bhayangkara 2026

2 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3677 shares
    Share 1471 Tweet 919
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    474 shares
    Share 190 Tweet 119
  • PPG Prajabatan 2026 Dibuka Juni: 10.000 Kuota, Link Daftar & Syarat Guru Honorer

    319 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Konsistensi Jaga Keamanan Pangan Jemaah Haji, PT Halalan Tayyiban Indonesia Raih Penghargaan Bergengsi dari BPOM

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Jadwal Cair Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 di Kota Depok, Cek Nama Penerima di Sini!

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya