Koranindopos.com – Jakarta. Paduan dangdut pop dengan lirik berbahasa Jawa menjadi ciri khas bagi Denny Setiawan atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Denny Caknan. Lagu-lagu patah hati dari penyanyi asal Jawa Timur yang unik ini memang cukup sukses menyedot perhatian masyarakat.
Bahkan bagi Sobat Tenanan ( sebutan untuk para penggemar Denny Caknan ), pria kelahiran 10 Desember 1993 ini dianggap sebagai penerus almarhum Didi Kempot.
Tak bisa dipungkiri jika Denny Caknan adalah salah satu penyanyi pop Jawa tersukses saat ini. Lagu-lagunya merajai dan selalu trending di YouTube. Sebut saja Kartonyono Medot Janji, Los Dol dan lain sebagainya.
Berdasarkan penonton di media sosial YouTube, lagu Kartonyono Medot Janji yang dibawakan oleh Denny Caknan terhitung banyak ditonton. Hingga kini, lagu tersebut berhasil meraup penonton lebih dari 140 juta orang.
Channel YouTube Denny Caknan pun kini tembus 5.09 juta subcriber. Namun siapa sangka, perjuangan untuk mencapai kesuksesan diraih Denny dengan tak mudah. Di awal-awal membuat channel YouTube, Denny harus rela kehilangan pundi-pundi uang lantaran beberapa karyanya di klaim menjadi milik orang lain.
Monetisasi iklan di YouTube pun tak pernah sampai ke dirinya. Saat itu Denny mengaku belum memahami regulasi dan aturan main di YouTube, Dan rupanya ia baru sadar jika semuanya terjadi gara-gara-gara ia belum mendaftarkan karyanya.
Namun kini semuanya telah berlalu. Denny telah menjelma sebagai raja YouTube. Channel YouTube Denny Caknan pun kini tembus 5.09 juta subcriber.

Kesuksesan Denny Caknan tersebut ternyata tak lepas dari peran serta IDE (Indonesia Digital Entertainment) dalam mengelola channel YouTube milik Denny Caknan.
Dan ternyata, tak hanya Denny Caknan saja artis yang bergabung dengan IDE. Beberapa musisi yang viral dan lagu-lagunya selalu trending juga berada dalam naungan IDE. Sebut saja Happy Asmara, Felix Irwan, Yeni Inka, hingga musisi luar negeri Onefour. Dan pada akhir 2019, IDE pun resmi menjadi YouTube Music Partner Indonesia dengan brand “IDE Music”.
“Jangan khawatir, IDE Music akan memberikan rekomendasi bagaimana mengembangkan channel YouTube dengan cepat. Tak perlu diragukan lagi,” ujar Denny Caknan.
Menurut Gustiranda “Evan” Mopili selaku CEO dan Founder IDE, salah satu kelebihan IDE dibandingkan dengan perusahaan lain adalah mengenai kualitas produk yang memang menjadi fokus utamanya.
“Kita mengandalkan kualitas. Kita fokus dulu ke kualitas produknya,” ujar pria yang akrab dipanggil Evan ini.
IDE sendiri telah bekerjasama dengan beberapa label rekaman di Jawa Timur yang merupakan barometer musik “ambyar” di Indonesia.
“Di perusahaan service, pastinya komunikasi harus bagus. Pelayanan kita di dalam dan diluar juga harus bagus. Kita dalam sorotan industri musik Indonesia karena kita banyak membuat perubahan dalam industri musik Indonesia,” ujar Miftah Faridh Oktofani selaku Co Founder dan CBDO of IDE. (AL)










