Koranindopos.com – JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu bencana kabut asap pekat di sejumlah wilayah Indonesia. Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan tersebut, MUI meminta aparat penegak hukum untuk tidak ragu menyeret para pelaku ke jalur hukum.
Sekretaris Dewan Pertimbangan (Wantim) MUI, Zainut Tauhid Sa’adi, menegaskan pentingnya tindakan hukum yang berkeadilan tanpa membedakan status pelaku.
“Kami meminta aparat penegak hukum bertindak tegas, adil, dan tanpa pandang bulu terhadap para pelaku maupun korporasi yang melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sengaja atau sembarangan,” tegas Zainut dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).
Zainut menyoroti bahwa dampak karhutla kini telah merusak ekosistem dan melumpuhkan aktivitas harian masyarakat. Bencana ini juga secara langsung mengancam keselamatan dan kesehatan publik, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia (lansia).
MUI menyampaikan doa dan simpati mendalam bagi warga yang terdampak langsung di berbagai daerah, khususnya di Pulau Kalimantan dan Sumatera, agar diberikan kesabaran, kekuatan, dan perlindungan.
Guna mempercepat penanganan di lapangan, MUI mendesak kolaborasi masif dari seluruh pemangku kepentingan.
“Kami mengimbau dan meminta kepada seluruh jajaran Pemerintah, baik Pusat maupun Daerah, TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta para sukarelawan untuk terus bersinergi mengerahkan seluruh sumber daya dalam mempercepat proses pemadaman api,” imbau Zainut.
Lebih lanjut, Zainut menegaskan bahwa perbuatan yang menimbulkan kerusakan (mafsadah) serta mengancam kelangsungan hidup manusia sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip utama hukum Islam (Maqasid al-Syariah).
Poin tersebut juga telah ditegaskan secara resmi melalui Fatwa MUI Nomor 30 Tahun 2016 tentang Hukum Pembakaran Hutan dan Lahan serta Pengendaliannya.
“Bahwa tindakan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan yang merusak lingkungan dan mengancam keselamatan jiwa (hifdz al nafs) adalah haram dan melanggar syariat Islam,” terang Zainut.
Di akhir keterangannya, MUI mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengedepankan semangat ta’awun (saling membantu) terhadap sesama warga yang terpapar kabut asap. Masyarakat juga diimbau untuk aktif mencegah munculnya titik api baru dengan tidak membakar sampah atau membersihkan lahan secara sembarangan.
“Kesadaran kolektif untuk menjaga alam harus terus ditingkatkan oleh seluruh elemen bangsa,” pungkas Zainut.(dhil/kmps)
Instant win games deliver a result immediately with no spinning reels or dealt cards. Scratch cards, crash games and quick draw titles all share that structure, appealing to players who want short sessions rather than extended play at a single game.
Games That Resolve Immediately
Return percentages on instant titles often sit below those of mainstream slots, though the format makes stakes and outcomes unusually transparent. Players comparing what is available across operators can Slotlair casino and review return figures by category. Crash games in particular reward a predetermined exit point, since the decision to cash out belongs entirely to the player.
| Game Type | Session Length |
|---|---|
| Scratch card | Seconds |
| Crash | Under a minute |
| Quick draw | 1 to 2 minutes |
- Check published return percentages before playing
- Decide a cash out point in advance on crash titles
Because each round takes seconds, the number of rounds in a session climbs faster than most players notice. Counting rounds is therefore more useful than watching a balance. Keep the session short, which is what the format is actually designed for.










