koranindopos.com – Jakarta. Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Banyuwangi menggelar aksi berkabung dan meliburkan seluruh kegiatan belajar mengajar selama satu hari sebagai ungkapan duka atas meninggalnya salah satu siswi mereka. Siswi tersebut menjadi korban tindak kekerasan, peristiwa yang mengguncang lingkungan sekolah dan komunitas setempat.
Kepala Sekolah MI Banyuwangi, Heru Prayitno, menjelaskan bahwa keputusan meliburkan seluruh siswa adalah bentuk simpati sekolah terhadap keluarga korban dan keprihatinan atas kejadian tragis ini. “Ini adalah tindakan simbolis untuk mengungkapkan rasa berduka kami, sekaligus menunjukkan solidaritas kepada keluarga korban,” ungkap Heru.
Sekolah yang berlokasi sekitar 2 km dari kediaman korban sehari-hari dipenuhi dengan gelak tawa dan keceriaan anak-anak. Namun, kini nuansa itu berubah menjadi suasana berduka yang menyelimuti sekolah dan masyarakat sekitar. Kepergian siswi tersebut meninggalkan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga dan sahabatnya, tetapi juga bagi pihak sekolah yang merasa kehilangan salah satu dari mereka.
Duka yang dirasakan pihak sekolah ini menunjukkan besarnya dampak yang ditimbulkan oleh tindak kekerasan, terutama bagi lingkungan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak. Heru Prayitno berharap bahwa peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk meningkatkan perlindungan terhadap anak-anak serta kewaspadaan terhadap potensi bahaya di sekitar mereka.
Peristiwa tragis ini tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menggugah empati dari para siswa, guru, dan masyarakat sekitar. Aksi berkabung ini diharapkan dapat menjadi dukungan moral bagi keluarga korban serta langkah awal untuk mewujudkan keamanan bagi seluruh anak-anak di lingkungan sekolah dan masyarakat.(dhil)










