Sabtu, 27 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home uncategorized

Seribu Lilin dan Doa Sunyi, Cara Migi Rihasalay Mengawali 2026

Editor : Akula oleh Editor : Akula
2 Januari 2026
in uncategorized
A A
0
Seribu Lilin dan Doa Sunyi, Cara Migi Rihasalay Mengawali 2026
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – Pergantian tahun identik dengan sorak perayaan dan kemeriahan kembang api. Namun, suasana berbeda justru dipilih perancang busana Migi Rihasalay saat menyambut awal 2026. Di tengah duka bencana alam yang masih membayangi sejumlah wilayah Indonesia, ia memilih menjalani malam tahun baru dalam suasana hening, reflektif, dan penuh doa.

Bersama keluarga serta kerabat terdekat, Migi mengawali tahun dengan menyalakan seribu lilin sebagai simbol harapan dan solidaritas bagi para korban banjir bandang dan tanah longsor, terutama di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Momentum tersebut diisi dengan doa bersama, tanpa pesta maupun euforia berlebihan.

Perayaan sederhana itu dilaksanakan di dua lokasi yang memiliki makna personal bagi Migi dan keluarga, yakni Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, serta Kampung Joglo di Kabupaten Pandeglang, Banten. Di kedua tempat tersebut, malam pergantian tahun diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Pusaka, dilanjutkan doa untuk keselamatan dan keteguhan masyarakat yang terdampak bencana alam di berbagai daerah.

Menurut Migi, pilihan untuk merayakan tahun baru secara sederhana merupakan bentuk empati terhadap kondisi bangsa. Ia menilai, saat banyak masyarakat masih berjuang menghadapi dampak bencana, perayaan yang terlalu meriah terasa kurang selaras dengan situasi yang ada.

Artikel Terkait

Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Cara Ferly Halim Menggambarkan Cinta yang Tak Selalu Terucap

Dua Aksi Demo Mahasiswa Digelar di Jakarta Pusat Siang Ini, 214 Personel Disiagakan

Ayu Azhari Bawa Nuansa Bangka dalam Film Suamiku Lukaku

“Pergantian tahun kali ini kami jalani dengan cara yang lebih tenang. Kami ingin mengirimkan doa dan harapan untuk saudara-saudara kita yang sedang menghadapi masa sulit,” ujar Migi di Jakarta.

IMG 20260102 WA0024 - Seribu Lilin dan Doa Sunyi, Cara Migi Rihasalay Mengawali 2026

Lilin dipilih karena memiliki makna simbolis yang kuat. Cahaya kecil yang menyala di kegelapan dimaknai sebagai pengingat bahwa harapan tetap ada, meski berada dalam keadaan yang tidak mudah. Melalui simbol tersebut, Migi berharap para korban bencana tetap memiliki kekuatan dan keyakinan untuk bangkit.

Dalam kesempatan itu, Migi juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga dan sahabat yang ikut mendukung kegiatan tersebut, termasuk sang suami, Andrew James. Arsitek asal Australia itu dikenal kerap mendampingi Migi dalam berbagai aktivitas kreatif maupun kegiatan sosial.

Sementara itu, Kampung Joglo memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan Migi dan Andrew. Selama hampir delapan tahun, pasangan ini mengumpulkan kayu jati dari Jepara untuk membangun kompleks rumah joglo di kawasan Tanjung Lesung. Kawasan tersebut dirancang sebagai ruang seni dan budaya yang diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pariwisata lokal di Kabupaten Pandeglang.

Bagi Migi, memasuki tahun baru tidak selalu harus dirayakan dengan gemerlap. Ia percaya, keheningan dan doa justru dapat menjadi wujud kepedulian yang lebih tulus. Melalui langkah sederhana itu, ia berharap masyarakat di daerah terdampak bencana tidak merasa sendirian dalam menghadapi masa pemulihan.

“Semoga cahaya kecil ini bisa menjadi pengingat bahwa harapan selalu ada, dan kepedulian dapat hadir dalam bentuk yang sederhana,” pungkasnya.(Brg/Kul)

Topik: Migi Rihasalay

TerkaitBerita

Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Cara Ferly Halim Menggambarkan Cinta yang Tak Selalu Terucap
uncategorized

Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Cara Ferly Halim Menggambarkan Cinta yang Tak Selalu Terucap

oleh Editor : Akula
12 Juni 2026
Dua Aksi Demo Mahasiswa Digelar di Jakarta Pusat Siang Ini, 214 Personel Disiagakan
uncategorized

Dua Aksi Demo Mahasiswa Digelar di Jakarta Pusat Siang Ini, 214 Personel Disiagakan

oleh Editor : Affandy
10 Juni 2026
Ayu Azhari Bawa Nuansa Bangka dalam Film Suamiku Lukaku
uncategorized

Ayu Azhari Bawa Nuansa Bangka dalam Film Suamiku Lukaku

oleh Editor : Akula
22 Mei 2026
UM-PTKIN 2026 Perketat Pengawasan, Gunakan Alat Detektor dan Sistem SSE
uncategorized

UM-PTKIN 2026 Perketat Pengawasan, Gunakan Alat Detektor dan Sistem SSE

oleh Editor : Affandy
13 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Jadwal Cair Bansos

Jadwal Cair Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 di Kota Depok, Cek Nama Penerima di Sini!

27 Juni 2026
RILIS FILM: Para pemeran film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali di Travoy Hub, Makasar, Jakarta Timur pada Jumat (26/6/2026). (FOTO: HARIS RISNANDAR/KORANINDOPOS.COM)

Davina Karamoy: Saya Menangis Baca Naskah Film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali

27 Juni 2026
Didampingi Suami, Amanda Manopo Ambil Langkah Tegas Laporkan Masalah Finansial dan Pencemaran Nama Baik

Didampingi Suami, Amanda Manopo Ambil Langkah Tegas Laporkan Masalah Finansial dan Pencemaran Nama Baik

26 Juni 2026
Pegadaian Borong Awards di Ajang Global, Contact Center World Asia Pacific 2026

Pegadaian Borong Awards di Ajang Global, Contact Center World Asia Pacific 2026

26 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3590 shares
    Share 1436 Tweet 898
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    450 shares
    Share 180 Tweet 113
  • Swiss vs Kanada Perebutkan Puncak Klasemen Grup B

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Marco Bezzecchi Kena Sanksi Berat Setelah Pukul Marshal

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Obat Bebas Tetap Memiliki Risiko, Masyarakat Diminta Lebih Bijak Menggunakannya

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya