KoranIndopos.com,JAKARTA — Organisasi Hidayatullah resmi menggelar Musyawarah Nasional (Munas) VI di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (21/10/2025). Mengusung tema “Sinergi Anak Bangsa Menyongsong Indonesia Emas 2045”, Munas ini menjadi momentum penting bagi Hidayatullah untuk memperkuat peran umat Islam dalam membangun peradaban bangsa menuju satu abad kemerdekaan Indonesia.
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah periode 2020–2025, Dr. Nashirul Haq Marling, mengatakan bahwa di usia ke-52 tahun, Hidayatullah memasuki era baru dengan semangat regenerasi dan kemajuan organisasi. “Dalam usia setengah abad ini, Hidayatullah harus lebih maju, progresif, dan berkontribusi nyata bagi umat dan bangsa. Tema Munas ini kami angkat karena kejayaan bangsa hanya bisa diraih melalui sinergi, kerja sama, dan kolaborasi,” ujarnya.
Nashirul menekankan bahwa setiap elemen bangsa memiliki peran penting dalam mewujudkan cita-cita bersama. “Perjuangan kita memang berbeda—ada yang melalui pemerintahan, parlemen, dan kami melalui dakwah serta pendidikan umat. Namun tujuan kita satu, yaitu membangun Indonesia yang berkeadaban,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Munas VI Hidayatullah, Marwan Mujahidin, menegaskan bahwa sinergi seluruh elemen bangsa merupakan kunci untuk menyiapkan arah menuju Indonesia Emas 2045. “Munas ini bukan sekadar forum internal, melainkan ruang sinergi bagi seluruh anak bangsa yang peduli terhadap masa depan Indonesia. Sinergi inilah yang akan menjadi energi moral untuk mewujudkan Indonesia Emas,” kata Marwan.
Ia menjelaskan bahwa sinergi yang dimaksud tidak sebatas kerja sama formal antarinstansi, tetapi juga harmoni visi dan nilai di antara masyarakat, pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor ekonomi. “Indonesia tidak cukup hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga harus tumbuh secara moral dan spiritual. Kita butuh arah pembangunan yang memanusiakan manusia dan berorientasi pada kemaslahatan,” ungkapnya.
Menjelang satu abad kemerdekaan, Marwan menilai Indonesia menghadapi tantangan besar seperti disrupsi teknologi, polarisasi sosial, dan krisis moral. Dalam kondisi ini, peran organisasi Islam dinilai sangat vital untuk memperkuat ketahanan ideologis bangsa. “Melalui Munas VI, kami ingin menghadirkan gagasan dan program yang memperkuat pendidikan, kemandirian ekonomi, serta solidaritas sosial berbasis nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” tuturnya. (rls/hrs/mmr)










