Sabtu, 7 Maret 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • More
Home Ekonomi

​Strategi Anti Panik: Rahasia Konsisten Cuan Kripto dengan Metode Dollar Cost Averaging

Editor : Akula oleh Editor : Akula
10 Februari 2026
in Ekonomi, Bisnis
0
​Strategi Anti Panik: Rahasia Konsisten Cuan Kripto dengan Metode Dollar Cost Averaging
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta –
​Dunia investasi aset kripto memang menjanjikan keuntungan yang menggiurkan, namun volatilitas harganya yang ekstrem seringkali membuat investor, terutama pemula, merasa gentar. Menentukan kapan waktu yang tepat untuk masuk ke pasar sering menjadi teka-teki yang menguras emosi. Untuk menjawab tantangan tersebut, strategi Dollar-Cost Averaging (DCA) muncul sebagai solusi jitu bagi mereka yang ingin membangun portofolio secara stabil tanpa harus terjebak dalam drama naik-turunnya harga harian.

​Secara fundamental, apa sebenarnya yang dimaksud dengan metode ini? Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber edukasi terpercaya, strategi ini menitikberatkan pada kedisiplinan dan visi jangka panjang.

​Dollar-Cost Averaging (DCA) adalah sebuah strategi investasi yang membantu mengurangi ketidakpastian soal kapan waktu terbaik untuk masuk pasar, karena kita cukup mengikuti jadwal investasi tetap yang sudah ditentukan. Strategi ini juga mendorong disiplin untuk berinvestasi secara rutin.

​Cara kerjanya pun tergolong sangat sederhana dan ramah bagi siapa saja. Investor hanya perlu menetapkan alokasi dana tertentu untuk didepositokan ke aset pilihan secara berkala, baik itu mingguan maupun bulanan. Dengan mengabaikan fluktuasi harga sesaat, fokus utama dari metode ini adalah mengumpulkan aset sebanyak mungkin untuk meraih keuntungan maksimal di masa depan.

Artikel Terkait

Sambut Idul Fitri 1447 H, Grand Indonesia Hadirkan Shades in Harmony

Kinerja BRI Group Solid, Laba Perusahaan Anak Tembus Rp10,38 Triliun pada 2025

Bonus Hari Raya Driver Ojol Digulirkan, Kolaborasi Platform dan Pemerintah Diperkuat

​Salah satu keunggulan utama dari DCA adalah kemampuannya dalam melakukan efisiensi biaya perolehan aset. Jika seorang investor membeli aset dalam jumlah besar sekaligus (lump sum) saat harga berada di puncak, risiko kerugian akan jauh lebih besar jika harga tiba-tiba terkoreksi. Sebaliknya, dengan mencicil pembelian, investor justru bisa mendapatkan harga rata-rata yang lebih rendah karena tetap membeli saat harga sedang turun.

​Sebagai gambaran nyata, mari tinjau skenario perbandingan antara metode lump sum dan DCA pada aset Bitcoin.

​Jika harga Bitcoin saat ini $50.000 dan kamu langsung membeli dengan sistem lump sum, maka kamu akan mendapatkan 1 BTC dengan harga dasar (cost basis) $50.000. Jika dana $50.000 tersebut dibagi menjadi lima kali dengan strategi DCA, misalnya di $50.000/BTC, $45.000/BTC, dan $25.000/BTC. maka rata-rata harga dasar pembelian kamu bisa turun menjadi $40.000 per BTC. Dari skenario ini, kamu akan mengumpulkan total 1,4 BTC.

​Namun, kesuksesan strategi ini juga sangat bergantung pada pemilihan aset yang tepat. Tidak semua kripto layak untuk dijadikan instrumen DCA jangka panjang.

Investor disarankan untuk memperhatikan tiga parameter krusial: ketahanan (durability) aset di pasar, tren sentimen di komunitas dan media sosial, serta metrik teknis seperti likuiditas dan volume perdagangan guna meminimalisir risiko di masa depan.

​Meskipun menawarkan kemudahan, metode ini bukan tanpa celah. DCA tetap memiliki risiko opportunity cost, di mana investor mungkin kehilangan momentum keuntungan besar jika harga tiba-tiba melonjak sesaat setelah mereka mulai menyicil. Selain itu, DCA tidak bisa melindungi nilai portofolio secara total jika pasar secara keseluruhan mengalami tren penurunan (bearish) yang berlangsung bertahun-tahun tanpa pemulihan.

​Di sisi psikologis, keunggulan mutlak dari metode beli rutin ini adalah kemampuan untuk meredam emosi. Investor tidak lagi dihantui rasa takut ketinggalan (FOMO) atau panik saat harga anjlok. Fokus yang dialihkan ke tujuan jangka panjang membuat kegiatan investasi terasa lebih tenang dan terukur, layaknya kebiasaan menabung konvensional namun dengan aset digital.

​Di Indonesia, penerapan strategi ini kini semakin dipermudah dengan kehadiran teknologi otomasi pada bursa kripto lokal. Salah satu platform yang memfasilitasi kebutuhan ini adalah Pintu, yang telah mengintegrasikan sistem agar pengguna dapat berinvestasi tanpa perlu melakukan transaksi manual setiap saat.

​Saat ini, Pintu telah menghadirkan fitur Auto DCA, yaitu layanan yang memungkinkan pengguna membeli aset crypto secara otomatis dan rutin dengan jumlah tetap. Investor dapat menjadwalkan pembelian harian, mingguan, atau bulanan sesuai kebutuhan, tanpa harus repot melakukan transaksi manual setiap kali.

​Bagi Anda yang ingin mulai mendiversifikasi portofolio secara otomatis, fitur Auto DCA Multiple Assets di aplikasi Pintu bisa menjadi langkah awal yang praktis. Pengguna cukup membuka aplikasi, memilih menu ‘Nabung Rutin’, menentukan aset yang diinginkan, lalu mengatur jadwal serta nominal pembelian. Dengan cara ini, impian memiliki portofolio kripto yang sehat dapat terwujud secara konsisten dan bebas stres. (Ris/Hend)
​

Topik: Kripto
Sebelumnya

IIMS 2026 Hadir sebagai Ruang Kolaborasi Otomotif, Ekonomi Kreatif, dan UMKM

Selanjutnya

KBRI Akui Telah Dampingi Keluarga WNI Yang Tewas Tertabrak di Singapura

TerkaitBerita

SAMBUT LEBARAN: Grand Indonesia (GI) menghadirkan program bertajuk Shades in Harmony selama Ramadan dan Idul Fitri hingga 29 Maret 2026. (FOTO: WAYTRI/KORANINDOPOS.COM)
Bisnis

Sambut Idul Fitri 1447 H, Grand Indonesia Hadirkan Shades in Harmony

oleh Editor : Memoarto
6 Maret 2026
Kinerja BRI Group Solid, Laba Perusahaan Anak Tembus Rp10,38 Triliun pada 2025
Bisnis

Kinerja BRI Group Solid, Laba Perusahaan Anak Tembus Rp10,38 Triliun pada 2025

oleh Editor : Affandy
6 Maret 2026
Bonus Hari Raya Driver Ojol Digulirkan, Kolaborasi Platform dan Pemerintah Diperkuat
Ekonomi

Bonus Hari Raya Driver Ojol Digulirkan, Kolaborasi Platform dan Pemerintah Diperkuat

oleh Editor : Doe
5 Maret 2026
Adira Finance
Bisnis

Fondasi Kinerja 2025 yang Kuat, Adira Finance Dampingi Ramadan Lebih Tenang

oleh Editor : Hanasa
5 Maret 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

SAMBUT LEBARAN: Grand Indonesia (GI) menghadirkan program bertajuk Shades in Harmony selama Ramadan dan Idul Fitri hingga 29 Maret 2026. (FOTO: WAYTRI/KORANINDOPOS.COM)

Sambut Idul Fitri 1447 H, Grand Indonesia Hadirkan Shades in Harmony

6 Maret 2026
AKSI LAPANGAN: Duel Antoine Semenyo dengan Lewis Hall di laga Man City vs Newcastle, Minggu (22/02/2026). (Foto: (c) AP Photo/Jon Super)

Pertemuan Kelima Newcastle vs Man City di Putaran Kelima FA Cup 2025-2026

6 Maret 2026
Kinerja BRI Group Solid, Laba Perusahaan Anak Tembus Rp10,38 Triliun pada 2025

Kinerja BRI Group Solid, Laba Perusahaan Anak Tembus Rp10,38 Triliun pada 2025

6 Maret 2026
Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Aman hingga 324 Hari Meski Konflik Timur Tengah Memanas

Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Aman hingga 324 Hari Meski Konflik Timur Tengah Memanas

6 Maret 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    2730 shares
    Share 1092 Tweet 683
  • Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    497 shares
    Share 199 Tweet 124
  • Apple Siapkan Peluncuran iPhone 18 Pro dan iPhone Fold pada Juli 2026

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Honda X-Tracker 2026 Resmi Masuk Indonesia, Motor Bebek Trail Dibanderol Mulai Rp16 Jutaan

    590 shares
    Share 236 Tweet 148
  • Tanah Bergerak Rusak 3 Rumah di Desa Gunung Putri, 9 Orang Mengungsi

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya