Koranindopos.com – Jakarta. Setelah kesuksesan ditahun lalu, ‘The Where Next Club’ oleh Glenfiddich kembali menghadirkan tiga Maverick inspiratif yang luar biasa dalam seri wawancara. Dalam seri wawancara tiga bagian bersama dengan Prestige Indonesia, Glenfiddich sebagai inisiator menampilkan semangat dan sumber motivasi mereka, bagaimana mereka mendorong batasan di bidang mereka, dan bagaimana mereka menjawab pertanyaan penting: “Where Next?”.
Bintang tamu di episode kedua yang diundang Glenfiddich X Prestige: The Where Next Club, William Tjandra, pendiri TDA Luxury Toys. Dalam kesempatan itu, William berbagi pengalamannya bekerja di bidang otomotif sejak awal dan berbagi rencananya ke depan dalam diskusi yang dimoderatori oleh Rory Asyari ini.
“Kesuksesan terbaru saya adalah TDA Luxury Toys dengan showroom barunya yang sedang dalam proses pembangunan,” Kata William.
Lebih lanjut William mengatakan, ketertarikannya pada bisnis otomotif adalah sebuah passion. Saat masih remaja, Ia mulai menyukai mobil-mobil klasik seperti Toyota Kijang, Isuzu Panther, Mercedes Benz C-Class, dan BMW Seri 3 yang telah dikustomisasi dengan pelek yang memukau, suspensi yang dipendekkan, sound system, dan seterusnya.

“Semua teman dan rekan kerja saya juga merasakan hal yang sama tentang beragam kendaraan ini. Sebelumnya, ketika saya duduk di kelas enam dan sopir saya mengajari cara mengemudi, saat itu kecintaan pada otomotif baru benar-benar mulai bertumbuh,” kisahnya.
Karena kesuksesannya dibidang otomotif, banyak produsen mobil mewah ingin didistribusikan produk mereka dan berkembang melalui TDA Luxury Toys di Indonesia. Namun, William merasa bahwa dirinya belum sukses dan masih ingin mengejar mimpi-mimpinya.
“Bagi saya, saya belum mencapai kesuksesan, tetapi saya akan terus berusaha dan berjuang. Saya yakin akan ada banyak hambatan dan kesulitan setiap kali saya berusaha mencapai suatu tujuan,” ucapnya.
Sebagai seorang pengusaha, William ternyata punya sisi sosial. Saat pandemi, William membantu pengiriman 20.000 unit vaksin di sekitar Jakarta sekaligus bantuan bahan pokok, masker, dan kebutuhan lainnya bersama pengusaha otomotif lain.
Sebagai pemilik bisnis dan penggemar mobil, William harus berubah menjadi sosok yang lebih profesional dan berpengalaman, seperti halnya Glenfiddich yang mengalami transformasi dan evolusi selama 130 tahun.
Berbicara tentang inspirasi, William menyadari kualitas Glenfiddich yang konsisten sesuai dengan jati dirinya. William menganggapnya sebagai suatu terobosan bagi Glenfiddich untuk menjadi the first single-malt yang diekspor ke berbagai negara dengan tetap menjaga kualitas.
“Tidak peduli seberapa menantang situasinya, kita harus terus mencari solusi,” kata William.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai William Tjandra sebagai Maverick yang inspiratif, kunjungi Prestige Indonesia untuk menyaksikan video wawancara selengkapnya. Ikuti kami di Instagram @GlennfiddichSEA untuk informasi terbaru tentang Glenfiddich.








