Koranindopos.com, Jakarta – Sutradara asal Korea Selatan, Lee Chang-hee, tak bisa menyembunyikan kekagumannya terhadap dua aktor papan atas Indonesia, Reza Rahadian dan Rio Dewanto, usai bekerja sama dalam film Keadilan (The Verdict). Film yang mengusung tema keadilan dan korupsi sistem hukum ini menjadi proyek kolaborasi lintas negara yang menarik perhatian publik.
Dalam film garapan bersama Yusron Fuadi ini, Lee mengaku terpukau dengan profesionalisme dan kualitas akting kedua aktor tersebut. Menurutnya, Reza dan Rio bukan hanya memiliki kemampuan akting mumpuni, tetapi juga karisma kuat yang mampu memperkaya karakter mereka di layar.
“Mengenai kesan saya bekerja dengan Reza Rahadian dan Rio Dewanto, kedua aktor ini memiliki pesona yang sangat berbeda,” ujar Lee Chang-hee saat konferensi pers di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Rabu (12/11/2025).
Lee menilai Reza Rahadian menonjol dengan kedalaman emosi dan ekspresi wajah yang kuat, sementara Rio Dewanto tampil dengan energi maskulin yang realistis dan penuh tekanan moral. Kombinasi keduanya membuat kisah Keadilan terasa hidup dan menyentuh sisi kemanusiaan yang paling gelap sekaligus paling jujur.
“Mulai dari penampilan fisik mereka hingga kedalaman akting mereka, mereka menunjukkan kemampuan akting yang luar biasa yang bisa dimengerti bahkan tanpa perlu menguasai bahasa yang sama,” tambah sutradara film The Call itu.

Bagi Lee, proses produksi Keadilan menjadi pengalaman artistik yang berkesan. Ia mengaku terkesan dengan etos kerja para aktor Indonesia yang disiplin dan terbuka terhadap arahan. Sutradara berusia 45 tahun itu bahkan menilai Reza dan Rio memiliki potensi besar jika suatu hari bermain di industri perfilman Korea Selatan.
“Pengalaman bekerja di film Keadilan sangat menyenangkan. Saya yakin Reza dan Rio bisa sukses di film Korea karena kemampuan mereka sudah kelas internasional,” tegas Lee optimistis.
Film Keadilan (The Verdict) sendiri menceritakan kisah Raka (diperankan Rio Dewanto), seorang petugas keamanan pengadilan yang jujur namun terjebak dalam sistem hukum yang penuh manipulasi dan korupsi. Konflik muncul ketika sang istri, Nina (Niken Anjani), seorang pengacara muda yang sedang hamil, menjadi korban kejahatan brutal yang dilakukan oleh anak orang kaya.
Ironisnya, pelaku justru dilindungi oleh pengacara licik bernama Timo (Reza Rahadian). Ketidakadilan yang menumpuk membuat Raka kehilangan keyakinan terhadap sistem hukum dan media sosial yang mudah dipelintir. Dalam keputusasaan, ia mengambil langkah ekstrem dengan menodongkan pistol di ruang sidang demi menegakkan keadilan yang sesungguhnya.
Film yang dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Niken Anjani, Elang El Gibran, Dimas Aditya, Dian Nitami, dan Karina Salim ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 20 November 2025. Dengan kolaborasi lintas budaya serta sentuhan sinematik khas Lee Chang-hee. (Brg/Hend)










