Koranindopos.com, Tanggerang – Kabupaten Tangerang kembali menghadirkan sebuah acara publik yang memadukan hiburan, edukasi, dan gaya hidup anak muda dalam satu panggung. Melalui Tangkab Moment Vol. II, pemerintah daerah berupaya mendekatkan pembahasan pajak kepada generasi muda dengan cara yang santai dan relevan, tanpa meninggalkan unsur kreatif dan interaktif.
Bertempat di Setujuan Coffee, Kelapa Dua, acara ini menjadi wadah pertemuan antara komunitas kreatif, pelaku usaha, dan pemerintah. Konsep yang diusung adalah menjadikan pajak sebagai topik ringan yang bisa dibicarakan sambil menikmati kopi, musik, dan obrolan publik. Pemerintah Kabupaten Tangerang, melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), berharap format ini bisa menjadi jembatan antara kebijakan publik dan partisipasi aktif masyarakat, khususnya anak muda.
Tangkab Moment Vol. II mengangkat tema “Nongkrong, Ngobrol, Ngebangun Daerah”, yang mengajak peserta untuk memahami bahwa aktivitas sehari-hari—seperti minum kopi di kafe, membayar parkir, atau berbelanja—secara tidak langsung berkontribusi pada pembangunan daerah melalui pajak restoran maupun pajak parkir.
Tidak hanya menghadirkan hiburan musik, acara ini juga dikemas dengan talkshow edukatif bertajuk “Tangkab Talk”, yang membahas peran pajak dalam pembangunan daerah. Sejumlah musisi turut memeriahkan panggung, mulai dari Geisha, Enau, 1 Tengah, Berama, hingga Gabriella Ekaputri, memberikan suasana yang meriah sekaligus menarik minat audiens muda.

Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, S.E, menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pembangunan.
“Anak muda hari ini bukan hanya penikmat hiburan, tapi juga agen perubahan. Melalui Tangkab Moment Vol. II, kami ingin menunjukkan bahwa membangun daerah bisa dimulai dari hal sederhana—seperti sadar pajak saat ngopi atau jajan. Kami percaya edukasi yang menyenangkan akan lebih mudah diterima, dan acara ini adalah contoh nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan komunitas bisa melahirkan gerakan yang berdampak,” ujarnya.
Selain itu, Kepala Bapenda Kabupaten Tangerang, Dr. H. Slamet Budhi Mulyanto, M.Si, menjelaskan bahwa pajak daerah adalah pondasi yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.
“Tangkab Moment adalah cara kami mendekatkan literasi pajak kepada generasi muda dengan pendekatan yang lebih segar dan relevan. Pajak daerah bukan sekadar kewajiban administratif, tapi fondasi pembangunan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami ingin anak muda paham bahwa kontribusi mereka—sekecil apa pun—ikut menentukan wajah Tangerang Kabupaten ke depan. Lewat musik, obrolan santai, dan ruang kreatif seperti ini, semoga semangat bayar pajak tumbuh dari kesadaran, bukan paksaan,” tegasnya.
Acara ini juga menghadirkan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tangerang melalui sesi “Disdukcapil dalam Genggaman”, yang memperkenalkan kemudahan layanan administrasi kependudukan digital. Layanan ini memungkinkan masyarakat mengurus dokumen penting secara lebih cepat dan mudah hanya dari genggaman tangan.
Tangkab Moment Vol. II tak hanya mengandalkan interaksi langsung di lokasi, tetapi juga menggencarkan kampanye digital melalui Instagram @tangkabmoment.id. Pengunjung yang ikut membagikan ulang konten edukatif berkesempatan mendapatkan merchandise eksklusif, sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam menyebarkan pesan positif acara ini.
Menurut AnesRembes, Founder Tangkab Moment, acara ini lahir dari kesadaran bahwa anak muda sering kali merasa jauh dari isu pembangunan daerah.
“Tangkab Moment lahir dari keresahan bahwa banyak anak muda merasa jauh dari isu-isu pembangunan daerah, padahal mereka adalah bagian penting dari masa depan itu sendiri. Lewat pendekatan musik, nongkrong, dan obrolan santai, kami ingin menunjukkan bahwa bicara pajak, kontribusi, dan perubahan bisa dimulai dari hal kecil dan menyenangkan. Ini bukan sekadar event, tapi gerakan kolaboratif yang ingin membuat Tangerang Kabupaten lebih inklusif, kreatif, dan berdaya,” ungkapnya.
Dengan konsep yang menggabungkan hiburan, edukasi, dan gaya hidup, Tangkab Moment Vol. II menjadi contoh bagaimana literasi pajak dapat dikemas secara kreatif. Melalui musik, kopi, dan ruang diskusi santai, Kabupaten Tangerang berupaya membangun kesadaran kolektif bahwa kontribusi sederhana masyarakat dapat membawa dampak besar bagi pembangunan daerah. (Brg/Kul)










