koranindopos.com – Jakarta. Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali memberangkatkan ratusan pekerja migran ke Korea Selatan (Korsel). Sepanjang tahun 2023, mereka menargetkan hampir 12 ribu orang ke luar negeri melalui program government to government (G to G).
Kepala BP2MI Benny Ramdhani mengatakan, sampai November 2023, pihaknya telah memberangkatkan sekitar 9.700 pekerja migran. Sedangkan pada Desember nanti, tercatat ada sekitar 2.100 calon pekerja migran. Artinya, secara keseluruhan jumlah total pekerja yang diberangkatkan hampir 12 ribu orang.
“Untuk SDM selalu siap. Karena banyak anak – anak muda yang akan berangkat. Pertambahan kuota ke Korea terus diajukkan khususnya, bidang manufaktur. Dan akan ada tambahan bidang – bidang lain seperti pertanian,” ujar Benny saat acara pelepasan pekerja migran ke Korsel di El Hotel Royale, Kelapa Gading, Jakarta Utara kemarin.
Benny menambahkan, seremonial pelepasan merupakan kegiatan yang penting. Tujuannya adalah untuk mengedukasi masyarakat bahwa bekerja ke luar negeri wajib melalui cara yang benar dan legal. Sebab, kata Benny, menempuh jalur tidak resmi dapat membahayakan nyawa. ”Juga berpotensi menjadi korban kekerasan secara fisik, kekerasan seksual, gaji tidak dibayar, diperjual belikan dari majikan satu ke majikan lain, dan bahkan dideportasi,” ujarnya.
Seremonial pelepasan pekerja migran ke Korsel tersebut berbeda dengan sebelumnya. Para pahlawan devisi tersebut dihibur oleh penampilan Budi Cilok. Mereka cukup terhibur dengan lagu Iwan Fals yang dinyanyikan Budi. (why/mmr)










