CINERE, koranindopos.com– Tahun 2021 segera selesai. Namun, capaian target pajak kendaraan bermotor (PKB) Samsat Cinere belum optimal. Karena itu, pihak samsat memutuskan untuk menagih para penunggak pajak sampai rumah.
Tahun ini, target pendapatan Samsat Cinere hampir Rp 500 miliar. Dari jumlah itu, pendapatan hingga saat ini belum mencapai 70 persen. ’’Target kami masih tinggi, belum mencapai 70 persen. Tapi, kami upayakan semoga mencapai 100 persen pada akhir tahun,’’ kata Kasi Pendataan dan Penerapan Samsat Cinere Rina Parlina kepada awak media Minggu (10/10/2021).
Pihaknya menjalankan program jemput bola penunggak pajak secara door-to-door melalui kerja sama dengan kelurahan dan kecamatan. ’’Jadi, kami datangi yang menunggak dan memberikan peringatan. Kami juga punya surat cinta pajak atau tagihan lewat pos,’’ tambahnya.
Untuk memudahkan para wajib pajak menyelesaikan kewajibannya, pihak samsat bekerja sama dengan pemkot dengan menyediakan loket pembayaran di unit koperasi. Jadi, masyarakat bisa lebih mudah dan dekat untuk membayar pajak.
Selain jemput bola, sejumlah program lebih dulu dilakukan untuk menarik minat wajib pajak. Salah satunya, tripel untung. ’’Yaitu, insentif pajak, keringanan untuk masyarakat Jawa Barat dalam membayar pajak. Terutama dia punya kelebihan tiga bebas dan dua diskon,’’ ucap Rina. Sejumlah denda pajak kendaraan bermotor (PKB) juga digratiskan tahun ini.
Namun, pembatasan kegiatan masyarakat membuat program tersebut tidak berjalan maksimal. Padahal, program itu banyak diapresiasi warga karena cukup banyak diskon yang diberikan. ’’Respons masyarakat saat ini sangat baik. Namun, sosialisasi kami ke masyarakat di RT atau lingkungan terkecil itu agak kesulitan dengan pembatasan tatap muka,’’ lanjutnya.
(fri/brg)










